JawaPos.com - Ada masa ketika hidup terasa begitu serius.
Bangun pagi memikirkan pekerjaan. Siang hari sibuk mengejar berbagai tanggung jawab. Sore datang dengan tubuh yang lelah. Malam hari justru diisi dengan memikirkan hal-hal yang belum selesai.
Hari demi hari berjalan, tetapi kita mulai menyadari sesuatu: kita semakin jarang tertawa.
Bukan karena hidup sepenuhnya buruk. Bukan pula karena tidak ada hal yang menyenangkan. Hanya saja, perhatian kita terlalu sering tertuju pada masalah, kekhawatiran, tuntutan, dan hal-hal yang belum sesuai harapan.
Padahal, tawa tidak selalu harus menunggu datangnya peristiwa besar.
Dalam psikologi, kebahagiaan sehari-hari sering kali berkaitan dengan cara seseorang mengarahkan perhatian, membangun hubungan sosial, mengelola stres, dan menciptakan ruang untuk pengalaman positif. Artinya, kita memang tidak bisa mengendalikan semua keadaan dalam hidup, tetapi kita masih bisa membangun kebiasaan yang membuat kita lebih mudah menemukan sesuatu yang ringan, hangat, dan menyenangkan.
Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (12/8), jika Anda merasa hidup belakangan ini terlalu serius, enam kebiasaan sederhana berikut bisa menjadi awal.
1. Mulailah Hari dengan Mencari Satu Hal yang Bisa Disyukuri
Banyak orang membuka mata di pagi hari dan hal pertama yang muncul dalam pikirannya adalah daftar masalah.
"Jam berapa saya harus berangkat?"
"Apa yang harus saya selesaikan hari ini?"
"Bagaimana kalau pekerjaan itu gagal?"
"Bagaimana dengan masalah kemarin?"
Tanpa disadari, otak langsung diarahkan untuk mencari sesuatu yang harus dikhawatirkan.
Cobalah mengubah kebiasaan tersebut.
Sebelum menyentuh ponsel atau memikirkan pekerjaan, luangkan beberapa detik untuk mencari satu hal sederhana yang patut disyukuri.
Tidak perlu sesuatu yang luar biasa.
Mungkin Anda bersyukur karena tidur cukup.
Karena pagi terasa sejuk.
Karena masih bisa menikmati secangkir kopi.
Karena ada seseorang yang menyapa Anda.
Atau bahkan karena hari ini Anda masih diberi kesempatan untuk mencoba lagi.
Praktik seperti ini berkaitan dengan apa yang dalam psikologi dikenal sebagai gratitude atau rasa syukur. Kebiasaan mengarahkan perhatian pada hal-hal positif tidak berarti mengabaikan masalah. Sebaliknya, Anda sedang melatih pikiran agar tidak hanya melihat sisi negatif dari kehidupan.
Dan ketika perhatian tidak terus-menerus tersedot oleh masalah, hal-hal kecil yang menyenangkan menjadi lebih mudah terlihat.
Tawa sering kali muncul dari sana.
Bukan dari kehidupan yang sempurna, melainkan dari kemampuan melihat sesuatu yang baik di tengah kehidupan yang tidak sempurna.
Cobalah setiap pagi:
Tanyakan kepada diri sendiri:
"Apa satu hal kecil yang membuat hidup saya hari ini masih layak disyukuri?"
Jangan mencari jawaban yang besar.
Semakin sederhana jawabannya, semakin mudah kebiasaan ini dilakukan setiap hari.
2. Sisihkan Waktu untuk Sesuatu yang Benar-Benar Membuat Anda Senang
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan orang dewasa adalah menganggap kesenangan sebagai sesuatu yang harus diperoleh setelah semua kewajiban selesai.
Masalahnya, semua kewajiban hampir tidak pernah benar-benar selesai.
Setelah pekerjaan selesai, muncul urusan rumah.
Setelah urusan rumah selesai, muncul pesan yang harus dibalas.
Setelah itu ada pekerjaan lain.
Akhirnya, aktivitas yang menyenangkan selalu ditunda.
"Besok saja."
"Nanti kalau sudah tidak sibuk."
"Kalau sudah punya waktu."
Padahal, kehidupan sehari-hari juga membutuhkan ruang untuk pengalaman positif.
Tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam.
Anda bisa membaca beberapa halaman buku yang disukai.
Menonton video lucu.
Mendengarkan lagu favorit.
Memasak makanan yang Anda sukai.
Bermain dengan hewan peliharaan.
Berjalan santai.
Mengobrol dengan orang yang membuat Anda nyaman.
Atau sekadar duduk menikmati kopi tanpa melakukan apa-apa.
Dalam psikologi positif, pengalaman positif yang sederhana tetap memiliki nilai. Kita tidak selalu membutuhkan kebahagiaan besar untuk merasa lebih baik. Kesenangan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu memberikan keseimbangan terhadap berbagai pengalaman negatif yang kita hadapi.
Karena itu, jangan menunggu hidup menjadi tenang untuk menikmati hidup.
Buatlah sedikit ruang untuk kesenangan bahkan ketika hidup masih sibuk.
Buat aturan sederhana:
Minimal 15–20 menit setiap hari untuk melakukan sesuatu yang Anda sukai tanpa merasa bersalah.
Waktu yang singkat tetapi konsisten jauh lebih realistis daripada menunggu satu hari kosong yang mungkin tidak pernah datang.
3. Berinteraksilah dengan Orang yang Membuat Anda Bisa Menjadi Diri Sendiri
Ada orang yang membuat kita merasa harus selalu menjaga sikap.
Ada juga orang yang membuat kita bisa tertawa bahkan karena hal yang sebenarnya tidak lucu.
Kita semua membutuhkan tipe hubungan yang kedua.
Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Hubungan dengan orang lain dapat memberikan rasa diterima, didukung, dan dipahami.
Dan menariknya, tawa sering kali muncul secara alami ketika kita berada bersama orang-orang yang membuat kita merasa aman.
Anda tidak perlu selalu mencari percakapan mendalam.
Terkadang cukup mengirim pesan kepada teman lama.
Menanyakan kabar saudara.
Mengajak pasangan makan bersama.
Mengobrol dengan orang tua.
Atau sekadar berbagi cerita lucu tentang kejadian hari ini.
Interaksi kecil seperti itu bisa menjadi jeda dari keseriusan hidup.
Yang perlu diperhatikan adalah kualitas hubungan tersebut.
Jika setiap kali berbicara dengan seseorang Anda justru merasa semakin tertekan, dibanding-bandingkan, diremehkan, atau tidak diterima, mungkin Anda perlu mengevaluasi kembali seberapa banyak energi yang diberikan kepada hubungan tersebut.
Sebaliknya, pertahankan hubungan dengan orang-orang yang membuat Anda merasa nyaman menjadi diri sendiri.
Orang-orang seperti inilah yang sering membantu kita mengingat bahwa hidup tidak harus selalu diperlakukan sebagai masalah yang harus diselesaikan.
Coba lakukan satu hal sederhana:
Setiap hari, hubungi setidaknya satu orang yang membuat Anda merasa nyaman.
Tidak harus percakapan panjang.
Satu pesan sederhana seperti:
"Hari ini bagaimana?"
bisa menjadi awal interaksi yang menyenangkan.
4. Belajarlah Menertawakan Kesalahan Kecil Diri Sendiri
Ada perbedaan besar antara menertawakan diri sendiri dan merendahkan diri sendiri.
Menertawakan diri sendiri berarti mampu melihat bahwa Anda adalah manusia yang bisa salah, kikuk, lupa, atau melakukan sesuatu yang tidak sempurna.
Merendahkan diri sendiri berarti menggunakan kesalahan sebagai alasan untuk membenci diri sendiri.
Keduanya sangat berbeda.
Bayangkan Anda salah mengirim pesan.
Anda salah menyebut nama seseorang.
Anda lupa membawa sesuatu.
Atau Anda melakukan kesalahan kecil ketika bekerja.
Respons pertama yang muncul mungkin:
"Saya memang bodoh."
"Saya selalu begini."
"Kenapa saya tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar?"
Cobalah menggantinya dengan:
"Ya ampun, kok bisa saya melakukan itu?"
Kemudian tertawalah sebentar dan perbaiki kesalahannya.
Kemampuan menggunakan humor secara sehat dapat membantu seseorang mengambil jarak psikologis dari situasi yang tidak menyenangkan.
Anda masih mengakui bahwa kesalahan tersebut terjadi, tetapi Anda tidak membiarkannya menentukan harga diri Anda.
Hidup akan terasa jauh lebih ringan ketika Anda tidak mengharuskan diri sendiri untuk selalu terlihat sempurna.
Tidak semua kesalahan membutuhkan drama.
Sebagian hanya membutuhkan koreksi, lalu sedikit tawa.
5. Kurangi Paparan Hal-Hal yang Membuat Pikiran Terus Berada dalam Mode Serius
Perhatikan apa yang Anda konsumsi setiap hari.
Berita.
Media sosial.
Video pendek.
Komentar orang lain.
Konten konflik.
Perdebatan.
Keluhan.
Berita buruk.
Tanpa sadar, semua itu bisa memenuhi ruang mental Anda.
Jika hampir sepanjang hari otak menerima rangsangan yang membuat Anda marah, takut, cemas, atau membandingkan diri dengan orang lain, jangan heran jika Anda merasa sulit menikmati hal-hal sederhana.
Ini bukan berarti Anda harus menghindari semua informasi negatif.
Kita tetap perlu mengetahui apa yang terjadi di dunia.
Namun, konsumsi informasi perlu memiliki batas.
Anda tidak harus mengetahui setiap konflik yang sedang terjadi di internet.
Anda tidak harus membaca setiap komentar.
Anda tidak harus mengikuti setiap drama.
Dan Anda tidak harus membuka media sosial setiap kali merasa bosan.
Cobalah membuat beberapa periode bebas dari layar setiap hari.
Gunakan waktu tersebut untuk berjalan, berbicara, membaca, memasak, atau melakukan aktivitas sederhana lainnya.
Ketika pikiran tidak terus-menerus dibanjiri rangsangan, Anda mungkin mulai menyadari bahwa dunia nyata sebenarnya memiliki banyak hal kecil yang menyenangkan.
Suara seseorang tertawa.
Anak kecil yang bermain.
Kucing yang bertingkah aneh.
Teman yang mengatakan sesuatu secara spontan.
Aroma makanan favorit.
Angin pagi.
Hal-hal sederhana seperti itu mudah terlewat ketika perhatian kita terus berada di layar.
6. Akhiri Hari dengan Mengingat Momen yang Membuat Anda Tersenyum
Kebanyakan orang menutup hari dengan memikirkan apa yang salah.
"Kenapa tadi saya mengatakan itu?"
"Besok ada pekerjaan yang belum selesai."
"Tadi saya membuat kesalahan."
"Bagaimana kalau besok lebih buruk?"
Tidak mengherankan jika pikiran terasa berat ketika dibawa tidur dalam kondisi seperti itu.
Sebelum tidur, cobalah melakukan kebiasaan sederhana.
Tanyakan kepada diri sendiri:
"Apa satu hal yang membuat saya tersenyum hari ini?"
Tidak perlu sesuatu yang luar biasa.
Mungkin ada percakapan lucu.
Mungkin Anda melihat sesuatu yang menggemaskan.
Mungkin makanan Anda hari ini enak.
Mungkin seseorang membuat Anda tertawa.
Mungkin Anda berhasil menyelesaikan sesuatu.
Atau mungkin Anda hanya menikmati waktu tenang selama beberapa menit.
Tujuannya bukan memaksa diri untuk berpikir positif.
Tujuannya adalah memberi kesempatan kepada otak untuk mengingat bahwa hari tersebut tidak hanya terdiri dari masalah.
Ada juga momen yang menyenangkan.
Ada juga sesuatu yang layak dikenang dengan senyum.
Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan sederhana ini dapat membantu Anda membangun pola perhatian yang lebih seimbang.
Tawa Tidak Selalu Berarti Hidup Anda Baik-Baik Saja
Ada satu hal penting yang perlu dipahami.
Menjadi lebih banyak tertawa bukan berarti Anda harus selalu bahagia.
Manusia tetap akan mengalami kesedihan.
Kekecewaan.
Kehilangan.
Kegagalan.
Kemarahan.
Kecemasan.
Dan semua emosi tersebut merupakan bagian normal dari kehidupan.
Tujuan dari kebiasaan-kebiasaan di atas bukanlah memaksa diri untuk tersenyum ketika sebenarnya sedang terluka.
Sebaliknya, tujuannya adalah memberikan ruang agar emosi positif tetap memiliki tempat.
Anda boleh sedih dan tetap menemukan sesuatu yang lucu.
Anda boleh kecewa dan tetap menikmati kopi pagi.
Anda boleh mengalami hari yang buruk dan tetap tertawa bersama teman.
Kehidupan yang sehat secara psikologis bukan kehidupan tanpa emosi negatif.
Kehidupan yang sehat adalah kehidupan yang memiliki ruang untuk berbagai macam emosi.
Jangan Menunggu Alasan untuk Tertawa
Sering kali kita berpikir bahwa kita akan bahagia setelah sesuatu terjadi.
Setelah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
Setelah memiliki lebih banyak uang.
Setelah masalah selesai.
Setelah hubungan menjadi lebih baik.
Setelah mencapai tujuan tertentu.
Tetapi hidup selalu memiliki masalah baru.
Jika kebahagiaan hanya boleh muncul setelah semua masalah selesai, kita mungkin akan menunggu sangat lama.
Karena itu, cobalah membangun kebiasaan kecil yang memberi ruang bagi tawa sekarang juga.
Bersyukur pada pagi hari.
Melakukan sesuatu yang disukai.
Berbicara dengan orang yang menyenangkan.
Menertawakan kesalahan kecil.
Mengurangi konsumsi hal-hal yang membuat pikiran berat.
Dan mengingat satu momen menyenangkan sebelum tidur.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut terlihat sederhana.
Namun justru kesederhanaannya membuatnya mudah dilakukan berulang kali.
Dan dalam jangka panjang, hidup sering kali tidak berubah karena satu keputusan besar.
Hidup berubah karena hal-hal kecil yang kita lakukan berulang kali.
Jadi, jika akhir-akhir ini Anda merasa terlalu serius menghadapi kehidupan, mungkin Anda tidak selalu membutuhkan perubahan besar.
Mungkin Anda hanya perlu memberi diri sendiri sedikit lebih banyak ruang untuk menikmati hal-hal sederhana.
Karena terkadang, tawa tidak perlu dicari jauh-jauh.
Ia mungkin sudah ada di sekitar Anda.
Anda hanya perlu memperlambat langkah, mengalihkan perhatian, dan memberinya kesempatan untuk terlihat.