JawaPos.com - Di aplikasi kencan, kamu hanya punya sedikit waktu untuk membuat seseorang berhenti menggeser layar.
Sebelum seseorang membaca seluruh profilmu, mereka biasanya sudah mendapatkan kesan awal dari foto, bio, dan beberapa kata yang kamu pilih untuk menggambarkan diri sendiri. Masalahnya, banyak orang menggunakan kata-kata yang terdengar positif, tetapi justru terlalu umum.
“Humoris.”
“Petualang.”
“Loyal.”
“Family-oriented.”
“Easygoing.”
Kata-kata seperti ini memang terdengar bagus. Tidak ada yang salah dengan menjadi orang yang humoris, menyukai petualangan, menghargai keluarga, atau bersikap santai.
Namun ada satu masalah besar: terlalu banyak orang mengatakan hal yang sama.
Dalam psikologi komunikasi, sebuah deskripsi yang terlalu umum memberikan sedikit informasi baru kepada orang lain. Ketika hampir semua profil mengatakan dirinya “fun”, “kind”, atau “adventurous”, kata tersebut kehilangan sebagian kekuatannya.
Bukan karena kata itu buruk.
Melainkan karena kata itu tidak lagi membantu kamu terlihat berbeda.
Jika tujuanmu menggunakan aplikasi kencan adalah mendapatkan percakapan yang lebih berkualitas, mungkin sudah waktunya melihat kembali beberapa kata yang paling sering muncul di profil.
Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (12/8), terdapat delapan kata yang sebaiknya kamu pikirkan dua kali sebelum memasukkannya ke bio.
1. “Humoris”
Ini mungkin salah satu kata yang paling sering muncul di profil kencan.
“Saya orangnya humoris.”
Masalahnya adalah: hampir semua orang merasa dirinya memiliki selera humor.
Lebih buruk lagi, mengatakan bahwa kamu humoris tidak memberikan bukti bahwa kamu memang lucu.
Dalam psikologi sosial, orang biasanya lebih mudah mempercayai perilaku yang terlihat daripada label yang diberikan seseorang terhadap dirinya sendiri.
Bayangkan dua profil berikut.
Profil A:
“Saya humoris dan suka membuat orang tertawa.”
Profil B:
“Saya pernah tertawa selama lima menit karena teman saya salah mengirim voice note ke grup keluarga.”
Profil B memberikan sesuatu yang bisa dibayangkan.
Ada cerita.
Ada situasi.
Ada kemungkinan orang lain membalas dengan pengalaman mereka sendiri.
Itulah perbedaannya.
Daripada mengatakan bahwa kamu humoris, berikan sedikit bukti tentang bagaimana humor muncul dalam kehidupanmu.
Misalnya:
“Saya bisa menghabiskan waktu terlalu lama mencari meme yang tepat untuk dikirim ke teman.”
Atau:
“Kalau kamu suka humor receh, kemungkinan kita akan punya masalah serius.”
Kamu tidak perlu mengatakan “saya lucu”.
Biarkan orang lain menyimpulkannya.
Mengapa ini lebih efektif?
Karena manusia tidak hanya tertarik pada informasi. Kita juga tertarik pada interpretasi.
Ketika seseorang membaca sebuah cerita kecil dan menyimpulkan sendiri bahwa kamu lucu, efeknya bisa lebih kuat daripada ketika kamu langsung memberikan label kepada dirimu sendiri.
2. “Petualang”
Ini adalah kata lain yang terdengar menarik tetapi sudah sangat umum.
“Saya orang yang suka petualangan.”
“Adventure seeker.”
“Adventurous soul.”
Kedengarannya keren.
Tetapi apa sebenarnya maksudnya?
Apakah kamu suka naik gunung?
Mencoba restoran baru?
Pergi ke kota yang belum pernah kamu kunjungi?
Menyelam?
Naik motor tanpa menentukan tujuan?
Atau sekadar tidak keberatan mencoba menu baru di restoran?
Masalah kata “petualang” adalah cakupannya terlalu luas.
Seseorang yang membaca profilmu tidak mendapatkan gambaran konkret tentang kehidupanmu.
Bandingkan:
“Saya suka petualangan.”
dengan:
“Rencana perjalanan terbaik biasanya dimulai dengan tiket yang sudah dibeli dan itinerary yang belum dibuat.”
Kalimat kedua menciptakan gambaran.
Orang bisa membayangkan kamu.
Mereka bahkan bisa membalas:
“Serius? Kamu pernah pergi ke mana tanpa itinerary?”
Sekarang percakapan sudah dimulai.
Itulah yang seharusnya dilakukan oleh bio aplikasi kencan.
Bukan sekadar mendeskripsikanmu, tetapi memberikan bahan untuk percakapan.
3. “Loyal”
Loyalitas tentu merupakan kualitas yang bagus dalam hubungan.
Namun menulis:
“Saya loyal.”
tidak terlalu banyak membantu.
Kenapa?
Karena hampir tidak ada orang yang membuka aplikasi kencan sambil berpikir:
“Saya berharap menemukan seseorang yang tidak loyal.”
Sebagian besar orang menganggap dirinya loyal.
Jadi ketika kamu memasukkan kata tersebut ke bio, kamu sebenarnya sedang menyebutkan sesuatu yang sudah dianggap sebagai standar dasar oleh banyak orang.
Lebih menarik jika kamu menunjukkan seperti apa loyalitas itu dalam kehidupanmu.
Misalnya:
“Saya masih rutin mengadakan makan malam dengan tiga teman SMA yang sudah saya kenal lebih dari 15 tahun.”
Sekarang orang tidak hanya mengetahui bahwa kamu menghargai hubungan jangka panjang.
Mereka juga mendapatkan gambaran tentang bagaimana kamu mempertahankan hubungan.
Itu jauh lebih informatif.
4. “Baik” atau “Kind”
Ini adalah salah satu kualitas yang hampir semua orang ingin terlihat memilikinya.
Namun “baik” juga merupakan kata yang sangat abstrak.
Baik menurut siapa?
Dan dalam bentuk apa?
Seseorang mungkin menganggap dirinya baik karena selalu membantu teman.
Orang lain mungkin menunjukkannya dengan cara memperlakukan pelayan restoran dengan sopan.
Orang lain lagi mungkin sangat perhatian terhadap keluarganya.
Daripada menulis:
“Saya orang yang baik.”
cobalah memberikan contoh kecil.
Misalnya:
“Saya tipe orang yang kalau teman bilang ‘nggak perlu dijemput’, tetap bertanya sekali lagi sebelum pulang.”
Sekarang kata “baik” bahkan tidak perlu disebutkan.
Pembaca bisa melihat karakternya sendiri.
Dan ini penting.
Deskripsi yang konkret sering kali lebih menarik daripada pujian terhadap diri sendiri.
5. “Easygoing”
Kata ini sangat populer karena terdengar santai dan tidak menuntut.
“Saya easygoing.”
“Looking for someone easygoing.”
“Easygoing and fun.”
Tetapi ada masalah lain: kata ini bisa berarti terlalu banyak hal.
Apakah kamu mudah beradaptasi?
Tidak suka drama?
Tidak suka membuat rencana?
Tidak keberatan dengan perubahan?
Santai soal waktu?
Tidak terlalu banyak tuntutan dalam hubungan?
Pembaca harus menebak.
Padahal profil yang bagus seharusnya mengurangi pekerjaan menebak tersebut.
Daripada:
“Saya easygoing.”
cobalah:
“Saya tidak keberatan kalau rencana makan malam berubah menjadi jalan kaki dan kopi karena restoran pertama ternyata penuh.”
Sekarang “easygoing” memiliki bentuk nyata.
6. “Passionate”
“Passionate” atau “penuh semangat” terdengar seperti kualitas positif.
Tetapi lagi-lagi, masalahnya adalah terlalu umum.
Banyak profil menggunakan kalimat seperti:
“Passionate about my career.”
“Passionate about traveling.”
“Passionate about life.”
Pertanyaannya:
Passionate terhadap apa?
Dan seberapa besar?
Jika kamu ingin menggunakan konsep ini, buatlah lebih spesifik.
Daripada:
“Saya passionate tentang makanan.”
Coba:
“Saya bisa menghabiskan 30 menit membaca menu sebelum akhirnya memesan makanan yang sama seperti biasanya.”
Sekarang ada karakter.
Ada humor.
Ada detail.
Dan yang paling penting, ada sesuatu yang bisa dikomentari orang lain.
7. “Family-oriented”
Menghargai keluarga adalah hal yang penting bagi banyak orang.
Namun “family-oriented” sudah menjadi salah satu label yang sangat umum dalam profil kencan.
Selain itu, istilah ini bisa berarti berbeda bagi setiap orang.
Ada yang mengartikannya sebagai sering mengunjungi orang tua.
Ada yang berarti dekat dengan saudara.
Ada yang menginginkan keluarga besar.
Ada juga yang hanya ingin pasangan yang menghormati hubungan keluarga.
Daripada menulis:
“Family-oriented.”
Berikan sedikit gambaran.
Misalnya:
“Minggu sore biasanya menjadi waktu wajib untuk makan bersama keluarga.”
Sekarang pembaca tahu lebih banyak.
Mereka bisa membayangkan rutinitasmu.
Dan mereka memiliki pertanyaan yang bisa diajukan:
“Masakan siapa yang paling kamu tunggu?”
Percakapan seperti inilah yang jauh lebih berguna daripada sekadar bertukar label.
8. “Fun”
Ini mungkin salah satu kata paling problematis dalam profil kencan.
“Saya fun.”
“Looking for someone fun.”
“Fun-loving.”
Masalahnya sederhana:
Apa arti fun?
Untuk seseorang, fun berarti pesta sampai pagi.
Untuk orang lain, fun berarti menonton film sambil makan pizza.
Untuk orang lain, fun berarti hiking.
Bahkan untuk orang lain, fun berarti menghabiskan Minggu pagi di pasar.
Karena maknanya terlalu luas, kata “fun” memberikan informasi yang sangat sedikit.
Daripada mengatakan:
“Saya suka having fun.”
Tunjukkan seperti apa kesenanganmu.
“Weekend ideal: sarapan terlambat, mencari kedai kopi baru, lalu berjalan tanpa tujuan sampai menemukan tempat makan yang menarik.”
Sekarang orang bisa membayangkan bagaimana rasanya menghabiskan waktu bersamamu.
Dan itu jauh lebih kuat.
Mengapa Kata-Kata Ini Sering Tidak Membantu?
Bukan berarti delapan kata tersebut memiliki kekuatan magis untuk membuat seseorang gagal mendapatkan pasangan.
Tidak ada satu kata yang otomatis membuat profil buruk.
Masalah sebenarnya adalah ketergantungan pada label yang terlalu umum.
Dalam aplikasi kencan, setiap orang berusaha menjawab pertanyaan yang sama:
“Siapa kamu?”
Dan banyak orang memberikan jawaban yang hampir identik.
“Saya humoris.”
“Saya suka traveling.”
“Saya loyal.”
“Saya family-oriented.”
“Saya easygoing.”
“Saya suka mencoba hal baru.”
“Saya suka makanan.”
“Saya suka menikmati hidup.”
Jika semuanya mengatakan hal yang sama, bagaimana seseorang bisa memilih?
Jawabannya adalah dengan mencari detail yang membuat satu profil terasa seperti manusia nyata.
Psikologi di Balik Profil yang Lebih Menarik
Ada prinsip sederhana dalam komunikasi: informasi yang spesifik lebih mudah diproses dan dibayangkan daripada informasi yang abstrak.
Bandingkan dua kalimat berikut:
“Saya suka traveling.”
dan:
“Saya pernah memilih kota tujuan hanya karena melihat foto sebuah kedai kopi kecil di gang.”
Kalimat kedua membuat otak bekerja sedikit lebih banyak.
Ada tempat.
Ada keputusan.
Ada cerita.
Ada kemungkinan pengalaman.
Hal seperti ini memberi orang lain sesuatu untuk ditanggapi.
Inilah mengapa profil yang baik tidak harus terdengar luar biasa.
Profil tersebut hanya perlu terasa spesifik.
Jangan Menjual Diri Seperti Iklan
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mencoba memasukkan semua kualitas positif ke dalam bio.
“Saya humoris, loyal, pekerja keras, romantis, family-oriented, adventurous, easygoing, dan selalu berpikir positif.”
Sekilas terlihat bagus.
Tetapi sebenarnya bisa terasa seperti membaca daftar atribut dari formulir lamaran.
Orang tidak ingin membaca CV ketika membuka aplikasi kencan.
Mereka ingin mendapatkan rasa tentang seseorang.
Bagaimana cara orang itu menghabiskan akhir pekan?
Apa yang membuatnya tertawa?
Apa kebiasaan kecilnya?
Apa hal aneh yang dia sukai?
Apa yang bisa menjadi bahan percakapan?
Itulah informasi yang membuat profil terasa hidup.
Ganti Kata dengan Bukti
Ini mungkin aturan paling sederhana yang bisa kamu gunakan.
Jika kamu ingin menulis:
“Saya humoris.”
Tanyakan:
Apa yang saya lakukan yang menunjukkan bahwa saya humoris?
Jika kamu ingin menulis:
“Saya petualang.”
Tanyakan:
Petualangan seperti apa yang pernah saya lakukan?
Jika kamu ingin menulis:
“Saya family-oriented.”
Tanyakan:
Bagaimana hubungan saya dengan keluarga terlihat dalam kehidupan sehari-hari?
Jika kamu ingin menulis:
“Saya suka makanan.”
Tanyakan:
Makanan seperti apa yang benar-benar membuat saya bersemangat?
Setiap kali menemukan kata sifat, cobalah mengubahnya menjadi cerita, kebiasaan, atau contoh.
Itu akan membuat profilmu jauh lebih personal.
Formula Sederhana untuk Membuat Bio yang Lebih Menarik
Kamu tidak perlu menulis esai.
Cukup gunakan tiga unsur.
1. Detail pribadi
Berikan sesuatu yang spesifik tentang dirimu.
Contoh:
“Saya punya kebiasaan mencari tempat sarapan baru setiap Sabtu.”
2. Karakter
Biarkan detail tersebut menunjukkan kepribadianmu.
Contoh:
“Biasanya saya bilang cuma mau kopi, lalu pulang membawa tiga jenis pastry.”
3. Pembuka percakapan
Berikan sesuatu yang mudah dijawab.
Contoh:
“Kalau kamu punya satu tempat sarapan yang wajib dicoba, saya siap menerima rekomendasi.”
Perhatikan bahwa tidak ada kebutuhan untuk menulis:
“fun.”
“adventurous.”
“easygoing.”
“foodie.”
Semua karakter itu sudah bisa muncul dari cerita.
Bio yang Bagus Tidak Harus Terlihat Sempurna
Ini juga penting.
Banyak orang mencoba membuat profil yang terlalu sempurna.
Semua terdengar positif.
Semua aktivitas terlihat menarik.
Semua kalimat dibuat sedemikian rupa agar terlihat keren.
Ironisnya, profil seperti itu bisa terasa kurang manusiawi.
Sedikit keunikan justru bisa membuat seseorang lebih mudah diingat.
Misalnya:
“Saya suka olahraga, tapi kemampuan memilih olahraga sering lebih tinggi daripada kemampuan melakukannya.”
Atau:
“Saya suka memasak. Hasilnya 50% enak, 50% menjadi alasan untuk pesan makanan.”
Kalimat seperti itu menunjukkan kepribadian tanpa harus mengatakan:
“Saya orangnya humoris.”
Tujuan Bio Bukan Membuat Semua Orang Menyukaimu
Ini salah satu kesalahan terbesar ketika membuat profil aplikasi kencan.
Kamu mungkin berpikir bahwa semakin banyak kualitas positif yang kamu tulis, semakin banyak orang yang tertarik.
Tidak selalu.
Profil yang terlalu umum justru bisa membuat semua orang merasa:
“Ya, bagus. Tapi apa yang membuat dia berbeda?”
Tujuan bio bukan membuat semua orang tertarik.
Tujuannya adalah membuat orang yang cocok merasa punya alasan untuk mengenalmu lebih jauh.
Karena itu, jangan takut menjadi sedikit lebih spesifik.
Kalau kamu suka kopi, sebutkan bagaimana kamu menikmatinya.
Kalau kamu suka traveling, ceritakan tipe perjalananmu.
Kalau kamu suka olahraga, sebutkan olahraga yang benar-benar kamu lakukan.
Kalau kamu suka keluarga, ceritakan tradisi keluarga yang kamu nikmati.
Dengan begitu, orang yang memiliki ketertarikan serupa akan lebih mudah mengenali kecocokan.
Jadi, Haruskah Kamu Menghapus Delapan Kata Ini?
Tidak harus.
Kalau kata-kata tersebut benar-benar menggambarkan dirimu, kamu tidak perlu panik hanya karena ada di daftar ini.
Masalahnya bukan kata “fun”.
Masalahnya bukan kata “loyal”.
Masalahnya bukan kata “adventurous”.
Masalahnya adalah ketika seluruh kepribadianmu diringkas menjadi kata-kata tersebut.
Gunakan kata sifat sebagai pelengkap, bukan sebagai bukti utama tentang siapa dirimu.
Daripada:
“Saya humoris, adventurous, loyal, family-oriented, dan easygoing.”
Lebih kuat:
“Weekend ideal saya dimulai dengan kopi, berakhir dengan menemukan tempat makan yang belum pernah saya coba, dan biasanya ada satu keputusan spontan yang membuat teman-teman saya bertanya, ‘Kenapa kita melakukan ini?’”
Kalimat tersebut tidak mengatakan bahwa kamu adventurous.
Tetapi pembaca mungkin menyimpulkan bahwa kamu memang demikian.
Tidak mengatakan kamu fun.
Tetapi terasa menyenangkan.
Tidak mengatakan kamu easygoing.
Tetapi terdengar santai.
Itulah kekuatan detail.
Kesimpulan
Aplikasi kencan sudah penuh dengan profil yang menggunakan kata-kata yang sama.
Humoris.
Petualang.
Loyal.
Baik.
Easygoing.
Passionate.
Family-oriented.
Fun.
Tidak ada satu pun dari kata tersebut yang secara otomatis buruk. Bahkan, semuanya menggambarkan kualitas yang umumnya positif.
Namun ketika jutaan orang menggunakan kata yang sama, kata tersebut kehilangan kemampuan untuk membuat seseorang terlihat unik.
Jika kamu ingin profilmu lebih menarik, jangan hanya mengatakan siapa dirimu.
Tunjukkan seperti apa dirimu dalam kehidupan nyata.
Ceritakan kebiasaan kecil.
Berikan contoh.
Gunakan detail.
Masukkan sedikit humor jika memang sesuai dengan kepribadianmu.
Dan, yang paling penting, berikan sesuatu yang bisa digunakan orang lain untuk memulai percakapan.
Karena bio aplikasi kencan yang bagus bukanlah bio yang mengatakan:
“Lihat betapa hebatnya saya.”
Bio yang bagus membuat orang berpikir:
“Orang ini sepertinya menarik. Saya ingin tahu lebih banyak.”
Dan dalam dunia aplikasi kencan yang dipenuhi profil serupa, rasa penasaran itulah yang jauh lebih berharga daripada delapan kata sifat yang sudah terlalu sering kita baca.