← Beranda
Pasangan yang Diam-Diam Saling Membenci Ternyata Sering Ucapkan 7 Kalimat Psikologi Ini
Mohammad Maulana IqbalJumat, 7 Agustus 2026 | 18.35 WIB
Kalimat yang diucapkan pasangan yang saling membenci (Magnific/Rawpixel)

 

JawaPos.com - Psikologi kebencian terpendam dalam hubungan sering muncul lewat kalimat sederhana yang terlontar dalam percakapan sehari-hari.

Konflik memang wajar terjadi dalam hubungan pasangan, namun ada titik ketika hal itu berubah menjadi sesuatu yang lebih merusak.

Pasangan yang menyimpan kebencian mendalam cenderung menggunakan kata-kata yang saling menyalahkan dan melukai perasaan satu sama lain.

Dilansir dari laman YourTango pada Jumat (7/8), berikut tujuh kalimat psikologi kebencian terpendam yang biasa diucapkan pasangan ketika hubungan mereka mulai retak.

Baca Juga: Menurut Psikologi, 10 Taktik Terbukti Ini Membantu Anda Mengakhiri Hubungan Toxic

1. Menuduh Pasangan Tidak Pernah Menuruti Permintaan

Penggunaan kata mutlak seperti tidak pernah dapat merusak hubungan karena terkesan menyalahkan secara berlebihan.

Ucapan semacam ini biasanya muncul dari rasa kecewa karena kebutuhan yang terus-menerus tidak terpenuhi.

Alih-alih menyelesaikan masalah, kalimat ini justru memperkeruh suasana dan memperbesar ketegangan di antara keduanya.

2. Mempertanyakan Mengapa Pasangan Tidak Mengetahui Sesuatu

Kesalahpahaman memang wajar terjadi, namun pasangan yang saling membenci cenderung berhenti benar-benar mendengarkan satu sama lain.

Tidak ada yang bisa membaca pikiran orang lain, sehingga komunikasi terbuka menjadi hal yang sangat penting.

Ketika informasi tidak disampaikan dengan jelas, seseorang akan mudah berasumsi dan bersikap defensif terhadap pasangannya.

3. Menyuruh Pasangan Pergi ke Tempat Lain

Pasangan yang bahagia biasanya tetap nyaman berada di dekat satu sama lain meski sedang tidak banyak bicara.

Namun ketika kebencian mulai muncul, kehadiran pasangan justru terasa mengganggu dan memicu rasa frustrasi.

Meski menjaga ruang pribadi itu penting, menyuruh pasangan pergi begitu saja menunjukkan sikap yang dingin dan menyakitkan.

Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Kembali Bekerja Setelah Liburan Selalu Terasa Begitu Berat Menurut Psikologi

4. Memilih Keluar Rumah untuk Mencari Udara

Pasangan yang saling mencintai umumnya menikmati waktu bersama di rumah sebagai tempat untuk terhubung kembali.

Namun ketika salah satu pihak memilih pergi keluar rumah demi menenangkan diri, itu bisa menjadi tanda kebencian tersembunyi.

Kebiasaan menghindari satu sama lain ini lambat laun dapat menghilangkan waktu berkualitas yang seharusnya dijalani bersama.

5. Berpura-pura Tidak Tahu Cara Melakukan Sesuatu

Setiap pasangan memiliki kebutuhan berbeda, sehingga berbagi pengetahuan dan keterbukaan menjadi hal yang penting dijaga.

Namun ketika kebencian muncul, seseorang cenderung menolak belajar apa pun lagi dari pasangannya sendiri.

Kalimat ini sering menjadi awal dari sikap berpura-pura tidak mampu agar pasangan mengambil alih semua tanggung jawab.

6. Mengungkit Kembali Kesalahan yang Sudah Berlalu

Melupakan tanggung jawab tertentu memang menyakitkan, tetapi mengungkitnya kembali setelah masalah selesai menandakan kebencian yang mendalam.

Kalimat semacam ini menjadi cara untuk memanfaatkan kesalahan masa lalu demi memenangkan perdebatan saat ini.

Kebiasaan ini menciptakan siklus yang merusak karena seseorang terus diingatkan pada momen terburuknya oleh orang yang dicintai.

7. Menyatakan Tidak Peduli terhadap Apa pun

Ucapan ini sangat menyakitkan dan menjadi tanda jelas bahwa pasangan sudah kehilangan keterikatan emosional satu sama lain.

Mereka merasa begitu lelah secara emosional hingga tidak lagi peduli terhadap tindakan pasangannya sendiri.

Kalimat ini juga bisa menjadi bentuk manipulasi psikologis yang justru membiarkan masalah semakin membusuk seiring waktu.

Baca Juga: 5 Strategi Parenting Positif yang Mendukung Tujuan Anak-anak Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?

EDITOR: Candra Mega Sari