← Beranda
Bukan Selalu Kaya, 7 Perilaku Ini Sering Muncul Saat Seseorang Ingin Terlihat Mapan
Irfan FerdiansyahSabtu, 1 Agustus 2026 | 23.12 WIB
seseorang yang ingin terlihat kaya

JawaPos.com - Di era modern yang penuh dengan tampilan visual dan pengaruh media sosial, cara seseorang membangun citra diri sering menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tidak sedikit orang yang berusaha menunjukkan kesan sukses atau mapan agar mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar.

Dalam psikologi, perilaku tersebut berkaitan dengan konsep impression management atau pengelolaan kesan, serta social comparison atau kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain.

Dilansir dari Geediting, dorongan untuk terlihat kaya terkadang muncul melalui berbagai kebiasaan yang dilakukan secara tidak sadar.

Berikut tujuh perilaku yang sering dikaitkan dengan keinginan menampilkan citra finansial yang lebih tinggi menurut sudut pandang psikologi.

1. Membeli Barang Mahal Demi Membangun Citra

Salah satu perilaku yang sering terlihat adalah membeli barang bermerek atau mewah meski tidak sesuai dengan kondisi keuangan. Barang tersebut terkadang lebih dipilih karena nilai gengsi dibandingkan fungsi sebenarnya.

Dalam psikologi, hal ini dikenal sebagai conspicuous consumption, yaitu perilaku konsumsi yang bertujuan menunjukkan status sosial kepada orang lain.

Dorongan ini dapat muncul karena seseorang ingin mendapatkan pengakuan eksternal dan merasa lebih percaya diri melalui benda yang dimiliki.

2. Mengikuti Gaya Hidup yang Terlihat Sempurna di Media Sosial

Sebagian orang berusaha membangun gambaran kehidupan yang terlihat mewah melalui media sosial. Mulai dari mengunggah aktivitas di tempat mahal, menggunakan barang bermerek, hingga menunjukkan pengalaman yang tampak eksklusif.

Namun, tampilan tersebut belum tentu menggambarkan kondisi kehidupan sebenarnya. Dalam psikologi, hal ini berkaitan dengan self-presentation, yaitu usaha seseorang membentuk persepsi tertentu di mata orang lain.

3. Sulit Mengakui Kondisi Keuangan Sebenarnya

Ada orang yang merasa tidak nyaman menceritakan kesulitan finansial yang sedang dialami. Mereka cenderung menutupi keadaan sebenarnya agar tidak dianggap gagal atau kurang berhasil.

Perilaku ini dapat berkaitan dengan defensive self-esteem, yaitu upaya melindungi harga diri ketika seseorang merasa kondisi dirinya sedang terancam.

4. Memilih Lingkungan Sosial Berdasarkan Status

Sebagian individu mungkin lebih memilih dekat dengan orang-orang yang dianggap sukses, kaya, atau memiliki status sosial tinggi.

Tujuannya terkadang bukan hanya karena kesamaan minat, tetapi juga karena ingin mendapatkan citra positif melalui hubungan tersebut. Dalam psikologi, hal ini disebut associative status seeking, yaitu usaha meningkatkan persepsi diri melalui kelompok sosial tertentu.

5. Sering Membahas Kekayaan dalam Percakapan

Kebiasaan lain yang dapat muncul adalah terlalu sering membicarakan uang, bisnis, properti, atau pencapaian finansial meski tidak selalu berkaitan dengan topik pembicaraan.

Hal tersebut dikenal sebagai status signaling, yaitu usaha memberikan tanda kepada orang lain mengenai posisi sosial atau kesuksesan yang ingin ditampilkan.

6. Menghindari Hal yang Dianggap Tidak Bergengsi

Ada pula individu yang merasa enggan melakukan aktivitas tertentu karena dianggap tidak sesuai dengan citra yang ingin dibangun, seperti menggunakan pilihan yang lebih hemat atau membeli barang dengan harga terjangkau.

Dalam psikologi, kondisi ini dapat berhubungan dengan class anxiety, yaitu rasa cemas terhadap posisi sosial dan kekhawatiran dianggap berada di kelas ekonomi yang lebih rendah.

7. Menentukan Nilai Diri dari Barang yang Dimiliki

Sebagian orang menjadikan barang seperti kendaraan, gadget terbaru, atau produk bermerek sebagai bagian utama dari identitas dirinya.

Ketika harga diri terlalu bergantung pada kepemilikan benda, hal ini dapat dikaitkan dengan materialistic identity, yaitu kondisi ketika seseorang menilai dirinya berdasarkan apa yang dimiliki, bukan berdasarkan karakter atau kemampuan pribadi.

 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho