← Beranda
Simak Cara Pulih Setelah Ditinggal Orang Tercinta Menurut Psikologi
Leni Setya WatiJumat, 31 Juli 2026 | 22.20 WIB
ilustrasi gambar dari pinterest @secreat breath

JawaPos.com - Kehilangan orang yang dicintai merupakan salah satu pengalaman paling berat dalam hidup. Rasa sedih, marah, hampa, hingga kebingungan adalah reaksi yang wajar muncul setelah seseorang meninggal dunia.

Dikutip dari Psychology Today, proses berduka bukan tentang melupakan orang yang telah pergi, melainkan belajar menjalani hidup sambil membangun hubungan baru dengan kenangan yang mereka tinggalkan.

Tidak ada batas waktu yang pasti untuk pulih dari duka. Sebagian orang mulai merasa lebih mampu menjalani aktivitas sehari-hari dalam beberapa bulan, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama.

Baca Juga: Krisis Ceuta Memburuk, Spanyol Kewalahan: Nasib 49 Ribu Migran dari Maroko Masih Menggantung

Yang terpenting adalah memberi ruang bagi diri sendiri untuk merasakan emosi tanpa memaksakan diri agar segera "baik-baik saja".

Langkah penting dalam proses pemulihan adalah menerima bahwa kehilangan akan selalu menjadi bagian dari kehidupan.

Alih-alih menghapus kenangan, banyak orang justru menemukan kekuatan dengan tetap menjaga ikatan emosional bersama orang yang telah tiada, misalnya melalui foto, cerita, tradisi keluarga, atau melakukan kegiatan yang pernah mereka sukai bersama.

Cara ini dapat membantu menghadirkan rasa kedekatan tanpa menghambat proses beradaptasi dengan kehidupan baru.

Dukungan dari keluarga, sahabat, atau komunitas juga berperan besar dalam proses penyembuhan.

Berbagi cerita tentang orang yang telah meninggal, mengungkapkan perasaan, atau sekadar ditemani saat menjalani hari-hari sulit dapat mengurangi beban emosional.

Jika kesedihan terasa sangat berat hingga mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, atau aktivitas sehari-hari dalam waktu yang lama, berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental merupakan langkah yang tepat.

Pulih dari kehilangan bukan berarti melupakan. Seiring waktu, rasa sakit biasanya berubah bentuk menjadi kenangan yang lebih tenang.

Banyak orang akhirnya mampu menemukan makna baru dalam hidup sambil tetap membawa cinta dan pengaruh orang yang telah tiada.

Berduka adalah perjalanan yang sangat personal, dan setiap orang berhak menjalani prosesnya dengan cara serta waktunya masing-masing.

EDITOR: Hanny Suwindari