JawaPos.com – Gaya hidup masyarakat di berbagai negara ternyata sangat memengaruhi tingkat kebahagiaan yang dirasakan penduduknya sehari-hari.
Denmark dikenal sebagai salah satu negara paling bahagia di dunia berkat konsep hidup yang disebut hygge.
Konsep ini menekankan suasana hangat serta kemampuan menikmati hal-hal baik yang ditawarkan kehidupan sehari-hari.
Dilansir dari laman YourTango pada Jumat (31/7), berikut lima kebiasaan warga Denmark yang membuat negara tersebut terus menjadi negara paling bahagia di dunia.
Baca Juga: Kabar Bahagia! Kang Ki Doong dan Istri Dikabarkan Menanti Kelahiran Anak Kembar
1. Tetap menjadi diri sendiri secara autentik
Salah satu prinsip utama dalam konsep hygge berkaitan erat dengan sikap autentik terhadap diri sendiri.
Warga Denmark tidak berpura-pura menjadi sosok yang berbeda dari dirinya yang sebenarnya di hadapan orang lain.
Mereka memilih untuk melepaskan kewaspadaan berlebihan dan membiarkan orang lain melakukan hal yang sama.
Hygge pada dasarnya menciptakan ruang interaksi yang bebas dari penilaian dan perbandingan sosial.
Ketika seseorang berhenti berusaha membuktikan sesuatu, hubungan antarmanusia dapat terbentuk secara lebih nyata dan tulus.
Sikap kompetitif, kesombongan, dan kepura-puraan justru dinilai dapat memecah kedekatan yang sedang dibangun.
Baca Juga: Pemprov DKI Ingin Terbitkan Obligasi Rp 3,5 Triliun, PSI Ungkap Ketidaksesuaian Aturan
Kejujuran terhadap diri sendiri menjadi fondasi penting bagi terciptanya hubungan sosial yang lebih bermakna.
Keaslian semacam ini menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat Denmark cenderung lebih mudah merasa terhubung satu sama lain.
2. Menghindari topik yang memicu kontroversi
Konsep hygge sangat menekankan keseimbangan dan suasana ringan dalam setiap percakapan sehari-hari.
Warga Denmark cenderung fokus untuk hadir sepenuhnya dalam momen tanpa terbebani topik yang memicu perdebatan.
Mereka tidak memiliki cukup waktu maupun energi untuk membahas hal-hal yang bersifat kontroversial atau memecah belah.
Kebiasaan ini diyakini menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat Denmark cenderung merasa lebih tenang dan bahagia.
Ketegangan yang muncul dari topik sensitif biasanya dibiarkan berlalu begitu saja tanpa perlu diperdebatkan panjang.
Mereka lebih memilih menjaga suasana tetap positif dan menikmati kebersamaan dengan orang-orang di sekitarnya.
Kesadaran bahwa membahas politik atau isu sensitif dapat merusak suasana hati turut memengaruhi kebiasaan ini.
Sikap semacam ini membantu menjaga interaksi sosial tetap nyaman tanpa menimbulkan ketegangan yang tidak perlu.
3. Mengutamakan kerja sama dalam berbagai aktivitas
Bekerja sama sebagai sebuah tim, baik di tempat kerja maupun dalam pertemanan, dapat mengurangi tingkat stres seseorang.
Kebiasaan ini juga dipercaya mampu mendorong pertumbuhan pribadi yang lebih baik bagi setiap individu yang terlibat.
Mendengarkan pendapat orang lain serta memikirkannya secara mendalam dapat memberikan sudut pandang baru yang berharga.
Melalui proses tersebut, seseorang berkesempatan menemukan konsep baru sekaligus memperluas wawasannya secara alami.
Aspek penting dari hygge bukan hanya sekadar bekerja sebagai tim, melainkan juga merasa benar-benar menjadi bagian darinya.
Kontribusi yang diberikan bersifat sukarela tanpa perlu dipaksakan oleh siapa pun dalam kelompok tersebut.
Kesadaran bahwa kebersamaan yang menyenangkan membutuhkan usaha dari setiap orang menjadi bagian penting dari nilai ini.
Semangat kerja sama semacam ini turut memperkuat ikatan sosial yang dirasakan oleh masyarakat Denmark.
4. Menjadikan percakapan sebagai ruang yang aman
Perbincangan di banyak negara sering kali berputar di sekitar masalah sosial dan ekonomi yang kompleks.
Meski banyak orang berusaha menghindari topik sulit tersebut, kenyataan pahit itu tetap sulit sepenuhnya diabaikan.
Namun bagi masyarakat Denmark, menerapkan hygge berarti menciptakan percakapan yang terasa aman bagi semua pihak.
Waktu bersama dalam suasana hygge menjadi tempat berlindung sementara dari persaingan sosial dan sikap materialistis.
Ruang tersebut dianggap sakral, sehingga berbagai masalah kehidupan dapat ditinggalkan sejenak di luar percakapan.
Dengan menjaga interaksi tetap bebas dari penilaian, hubungan antarindividu dapat terjalin dengan jauh lebih mudah.
Suasana aman ini memungkinkan setiap orang merasa nyaman untuk membuka diri tanpa rasa khawatir dihakimi.
Kebiasaan ini menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan kedekatan sosial yang tulus di antara masyarakat.
5. Menghargai setiap momen yang sedang dijalani
Banyak orang di berbagai belahan dunia kesulitan untuk benar-benar hadir dalam momen yang sedang dijalani.
Kesibukan dan tanggung jawab pribadi sering kali membuat seseorang sulit melepaskan diri sejenak dan hadir sepenuhnya.
Namun masyarakat Denmark tampaknya telah menemukan cara untuk mengatasi tantangan tersebut dengan baik.
Kemampuan ini menjadi salah satu alasan mengapa mereka jauh lebih bahagia dibanding banyak negara lain di dunia.
Menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman menjadi salah satu cara mereka menikmati momen kebersamaan tersebut.
Berada di luar ruangan pada hari yang cerah juga menjadi kesempatan untuk benar-benar menikmati keindahan sekitar.
Kesadaran bahwa waktu hidup di dunia ini terbatas mendorong mereka untuk menghargai setiap momen yang ada.
Sikap ini mengingatkan bahwa waktu yang dimiliki sebaiknya tidak dihabiskan hanya untuk mengeluh atau berdebat.