← Beranda
Mokondo! Ini 10 Tanda Pria Memanfaatkan Keuangan Pasangan di Awal Hubungan
Mohammad Maulana Iqbal• Selasa, 28 Juli 2026 | 18.06 WIB
Tanda pria mokondo memanfaatkan keuangan pasangan di awal hubungan./Magnific/ pressfoto

JawaPos.com – Sebagian pria diam-diam berusaha memanfaatkan keuangan pasangan sejak awal hubungan mereka terjalin.

Perilaku mokondo ini biasanya muncul lewat kebiasaan kecil yang sering luput dari perhatian.

Beberapa tanda tertentu dapat membantu mengenali pola tersebut sebelum hubungan berjalan terlalu jauh.

Dilansir dari laman YourTango pada Selasa (28/7), berikut sepuluh tanda pria yang cenderung memanfaatkan keuangan pasangan di awal hubungan.

Baca Juga: Jadwal Waktu Shalat Hari Ini Selasa, 28 Juli 2026 Untuk Wilayah Garut dan Sekitarnya

1. Hanya mengajak kencan tanpa biaya

Sebagian pria hanya mengajak pasangannya pada kencan yang hampir tidak memerlukan biaya sama sekali.

Kencan semacam piknik, jalan santai, atau menonton di rumah sebenarnya tidak menjadi masalah jika sesekali dilakukan.

Namun ini menjadi tanda peringatan ketika hanya jenis kencan itu yang pernah ditawarkan.

Sebaliknya, saat giliran pasangan membayar, ia justru mengusulkan restoran atau tempat hiburan yang jauh lebih mahal.

Baca Juga: Gubernur BI Mundur Diduga karena Rupiah Gagal Stabil, Suku Bunga Naik 2 Kali

2. Selalu hadir saat kamu memasak

Ada pria yang selalu muncul tepat waktu setiap kali pasangannya sedang memasak di rumah.

Ia datang tanpa membawa bahan makanan maupun uang untuk membantu belanja kebutuhan dapur.

Kebiasaan ini menunjukkan bahwa ia mengincar makanan gratis setiap kali ada kesempatan.

Pola semacam ini sering menjadi tanda bahwa ia lebih suka memanfaatkan daripada berkontribusi.

3. Selalu 'lupa' membawa dompet

Beberapa pria kerap lupa membawa dompet setiap kali diajak makan atau bepergian bersama.

Akibatnya pasangannya yang selalu terpaksa membayar seluruh tagihan tanpa penjelasan yang jelas.

Kartu kreditnya juga sering ditolak secara tiba-tiba pada momen-momen tertentu yang mencurigakan.

Alih-alih mengakui kekurangan uang, ia justru berpura-pura terkejut dan membiarkan pasangannya membayar.

4. Meminta dibelikan kebutuhan pribadinya

Sebagian pria terbiasa meminta pasangannya membeli barang tertentu saat sedang berbelanja.

Permintaan itu biasanya berupa barang perawatan diri atau makanan yang hanya ia sukai.

Kebiasaan meminta dibelikan kebutuhan pribadi seperti ini sebenarnya menjadi tanda peringatan yang jelas.

5. Menitipkan cucian ke tempatmu

Cucian pasangan yang semula hanya berisi barang pribadinya kini mulai bercampur dengan miliknya.

Kemeja maupun jas miliknya tiba-tiba ikut terselip di antara pakaian yang dicuci atau di-dry clean.

Data menunjukkan perempuan cenderung menanggung lebih banyak pekerjaan rumah tangga dibanding laki-laki.

Kebiasaan berpura-pura tidak bisa mengerjakan tugas rumah tangga sering digunakan untuk menghindari tanggung jawab.

6. Terkejut saat disebut sebagai pemanfaat

Sebagian pria justru terkejut ketika teman-teman pasangannya mulai menyebutnya sebagai seorang pemanfaat.

Ketika hubungan dihitung secara adil, kontribusinya terhadap hubungan tersebut nyaris tidak terlihat.

Ia mungkin mengalami kendala keuangan, tetapi tetap enggan membantu pekerjaan rumah atau memasak.

Ia justru lebih memilih menghabiskan waktu tanpa memberi kontribusi nyata pada hubungan tersebut.

7. Ingin pindah ke tempat tinggalmu

Beberapa pria pindah ke tempat tinggal pasangannya tanpa pernah membahas keputusan itu bersama.

Ia perlahan menempati ruang di rumah pasangannya hingga akhirnya tinggal secara permanen tanpa biaya.

Keputusan tinggal bersama semestinya dibicarakan secara matang sebelum benar-benar dijalankan bersama pasangan.

Banyak pasangan justru melewatkan pembahasan penting ini ketika memutuskan tinggal serumah bersama.

8. Mencari cara cepat mendapat uang

Sebagian pria selalu mencari celah untuk mendapatkan sesuatu tanpa harus bekerja keras.

Ia bahkan menjadi orang pertama yang tertarik mengikuti gugatan hukum demi keuntungan instan.

Ia jarang merasa bangga terhadap penghasilan yang benar-benar diperoleh dari usahanya sendiri.

9. Hidup melebihi kemampuan finansialnya

Pria semacam ini sering makan di restoran mahal atau bepergian bersama teman tanpa pasangannya.

Ia juga tidak segan membeli barang mewah seperti jam tangan meski keuangannya terbatas.

Namun untuk kebutuhan dasar sehari-hari, ia justru sepenuhnya bergantung pada pasangannya.

10. Selalu punya alasan tanpa akhir

Ia kerap berjanji bahwa keadaan akan segera berubah menjadi lebih baik.

Janji tersebut terus diulang tanpa pernah benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata.

Alasan demi alasan terus muncul setiap kali pasangannya mempertanyakan situasi keuangan mereka.

EDITOR: Hanny Suwindari