← Beranda
Kenali Sejak Dini, 9 Perilaku Toxic yang Sering Muncul dalam Hubungan
Rabbany WanadrianiMinggu, 26 Juli 2026 | 22.31 WIB
ilustrasi orang toxic. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Berinteraksi dengan orang yang memiliki perilaku toxic dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental maupun emosional. Sikap dan kebiasaan mereka sering kali menguras energi, memicu stres, bahkan memengaruhi rasa percaya diri orang di sekitarnya.

Karena itu, mengenali ciri-ciri perilaku toxic menjadi langkah penting agar Anda dapat membangun hubungan yang lebih sehat dan menjaga keseimbangan emosional dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kajian psikologi, terdapat sejumlah pola perilaku yang kerap ditunjukkan oleh individu dengan kecenderungan toxic. Memahami karakteristik tersebut dapat membantu Anda menetapkan batasan yang tepat dan menghindari pengaruh negatif dalam hubungan sosial.

Mengutip laporan dari GE Editing, berikut sembilan perilaku toxic yang sebaiknya diwaspadai dan dihindari menurut perspektif psikologi.

Baca Juga: Orang yang Bangun Sebelum Fajar Cenderung Punya 7 Skill Ini, Kata Psikologi

1. Mereka selalu benar

Hidup atau berinteraksi dengan seseorang yang selalu benar bisa sangat melelahkan.

Orang-orang toxic cenderung percaya bahwa mereka selalu benar dan orang lain salah.

Mereka sulit menerima pendapat yang berbeda dan berjuang keras membuktikan pendapat meskipun itu berarti menyakiti perasaan orang lain.

2. Mereka terus-menerus berperan sebagai korban

Pernahkah Anda memiliki teman atau kolega yang tampaknya selalu menjadi pihak yang menerima musibah dalam hidup?

Mereka terus-menerus mengeluh tentang betapa tidak adilnya hidup dan tidak pernah bertanggung jawab atas tindakan sendiri.

Sikap terus-menerus menyalahkan diri sendiri bisa menjadi tanda bahaya besar dari kepribadian toxic.

3. Mereka selalu bersikap negatif

Sikap negatif dapat menular dan mereka yang memiliki kepribadian toxic selalu melihat gelas sebagai setengah kosong, bukan setengah penuh.

Mereka berfokus pada keburukan ketimbang kebaikan, selalu menemukan masalah dalam setiap solusi, serta pembicaraan dipenuhi keluhan dan pesimisme.

4. Mereka terlalu kritis

Kritik yang membangun sangat penting untuk pertumbuhan dan peningkatan pribadi.

Namun, ada batasan tipis antara kritik yang membangun dan kenegatifan belaka.

Individu dengan kepribadian toxic sering melewati batas ini. Mereka jarang mengatakan hal positif dan komentarnya bersifat merusak daripada membangun.

5. Mereka manipulatif

Manipulasi adalah sifat umum di antara mereka yang memiliki kepribadian toxic.

Mereka memiliki bakat untuk memutarbalikkan situasi, percakapan, dan orang-orang agar menguntungkan diri sendiri.

6. Mereka kurang empati

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Namun, mereka yang toxic kesulitan menunjukkan kepedulian tulus terhadap perasaan individu lain.

Mereka meremehkan emosi seseorang dan mempunyai level empati yang rendah.

7. Mereka tidak bisa diandalkan

Keandalan merupakan aspek krusial dari hubungan apa pun, baik pribadi maupun profesional.

Individu yang toxic sering kali menunjukkan pola tidak dapat diandalkan, di mana gagal menepati janji atau komitmen mereka.

8. Mereka terlalu mengontrol

Orang dengan kepribadian toxic memiliki kebutuhan kuat untuk mengendalikan.

Mereka mungkin mencoba mendikte perilaku, keputusan, atau bahkan hidup seseorang.

Kontrol yang berlebihan bukan hanya soal menjadi bossy atau posesif, namun bentuk manipulasi dan tanda kepribadian beracun.

9. Mereka menolak untuk berubah

Salah satu ciri paling jelas dari kepribadian toxic adalah keengganan untuk berubah.

Meskipun tindakannya berdampak negatif terhadap orang lain, mereka tidak berusaha mengubah perilaku.

Penolakan keras kepala untuk berubah dapat merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho