← Beranda
Kenali 5 Langkah Tepat Melepaskan Amarah untuk Jaga Kesehatan Mental dan Emosi Tetap Stabil
Risma Azzah FatinSabtu, 25 Juli 2026 | 21.01 WIB
Ilustrasi sedang dilanda amarah (Freepik)

JawaPos.com – Kemarahan merupakan emosi yang wajar dirasakan setiap orang, tetapi perlu dikelola dengan cara yang sehat agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain.

Pakar kesehatan mental menilai bahwa mengendalikan amarah bukan berarti menekan emosi, melainkan menyalurkannya secara tepat.

Berikut 5 cara yang dapat dilakukan untuk melepaskan amarah secara lebih sehat, seperti dilansir dari laman Daily Motivation.

Baca Juga: Studi Ungkap Dampak Remote Work terhadap Kesehatan Mental, Ada Fakta yang Tak Terduga 

1.     Menenangkan Diri Terlebih Dahulu

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menenangkan diri sebelum bereaksi terhadap situasi yang memicu kemarahan. Teknik pernapasan dalam, meditasi, atau relaksasi dapat membantu tubuh kembali rileks dan mengurangi ketegangan emosional. Dengan kondisi yang lebih tenang, seseorang dapat berpikir lebih rasional sebelum mengambil keputusan atau bertindak.

2.     Sampaikan Perasaan dengan Tenang

Setelah emosi mulai mereda, sampaikan kekhawatiran atau perasaan kepada pihak yang bersangkutan dengan bahasa yang baik. Hindari menyalahkan orang lain dan fokuslah pada penyampaian perasaan serta solusi yang diharapkan. Komunikasi yang tenang akan lebih efektif dalam menyelesaikan masalah dibandingkan meluapkan kemarahan.

3.     Salurkan Emosi Melalui Aktivitas Fisik

Berolahraga menjadi salah satu cara efektif untuk mengurangi stres dan melepaskan energi negatif. Aktivitas seperti berjalan kaki, berlari, atau melakukan latihan ringan dapat membantu memperbaiki suasana hati. Setelah tubuh bergerak, tingkat ketegangan emosional biasanya berkurang sehingga pikiran menjadi lebih jernih.

4.     Ekspresikan Perasaan Melalui Gambar

Menggambar dapat menjadi media untuk menyalurkan emosi tanpa harus melukai perasaan orang lain. Cara ini membantu seseorang mengekspresikan kemarahan secara kreatif sekaligus meredakan ketegangan yang dirasakan. Setelah emosi tersalurkan, seseorang cenderung lebih mudah melihat masalah dari sudut pandang yang lebih objektif.

5.     Beri Waktu untuk Beristirahat

Mengambil jeda sejenak dari situasi yang memicu kemarahan dapat membantu mengendalikan emosi. Waktu istirahat memberikan kesempatan bagi pikiran untuk kembali tenang dan memperoleh perspektif yang lebih luas. Dengan demikian, seseorang dapat menghadapi permasalahan secara lebih terkendali, bijaksana, dan produktif.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho