← Beranda
Menurut Psikologi, Orang yang Merasa Canggung Saat Kontak Mata Tanpa Biasanya Menunjukkan 9 Ciri Kepribadian
Irfan FerdiansyahSabtu, 25 Juli 2026 | 10.35 WIB
seseorang yang canggung saat bertemu dengan anda./Freepik/Wavebreak Media

JawaPos.com - Kontak mata merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang paling kuat. 

Dalam banyak budaya, kemampuan menjaga kontak mata dianggap sebagai tanda kepercayaan diri, keterbukaan, dan ketulusan. 

Namun, tidak semua orang merasa nyaman melakukannya. 

Ada sebagian individu yang merasa gugup, canggung, atau bahkan tertekan saat harus bertatapan mata terlalu lama. 

Menurut psikologi, kesulitan dalam mempertahankan kontak mata bisa menjadi petunjuk tentang kepribadian seseorang secara lebih dalam.

Dilansir dari Geediting, terdapat 9 ciri kepribadian yang sering kali dimiliki oleh orang-orang yang tidak mampu mempertahankan kontak mata tanpa merasa canggung:

1. Pemalu atau Introvert

Orang pemalu atau yang memiliki kepribadian introvert cenderung menarik diri dari pusat perhatian dan merasa tidak nyaman ketika diperhatikan secara langsung. 

Kontak mata yang intens bisa membuat mereka merasa terekspos, seolah-olah lawan bicara sedang mengupas lapisan dalam diri mereka.

Mereka lebih nyaman dengan interaksi yang tidak terlalu menekan secara sosial.

2. Sensitif terhadap Penilaian

Individu yang merasa canggung dalam mempertahankan kontak mata sering kali sangat sadar diri (self-conscious). 

Mereka merasa seolah-olah sedang dinilai atau dihakimi setiap kali bertatapan. 

Ini bisa muncul dari pengalaman masa lalu yang membuat mereka merasa tidak cukup baik atau sering dikritik, sehingga mereka menjadi sangat sensitif terhadap ekspresi wajah orang lain.

3. Rendah Diri atau Kurang Percaya Diri

Orang yang memiliki harga diri rendah cenderung menghindari tatapan langsung karena merasa dirinya tidak pantas untuk dilihat atau dihargai.

Kontak mata bisa terasa seperti tantangan bagi mereka—seolah menegaskan eksistensi yang mereka sendiri ragukan. 

Mereka lebih nyaman mengalihkan pandangan agar tidak merasa ditelanjangi secara emosional.

4. Tertutup dan Menyimpan Banyak Hal

Beberapa orang merasa canggung melakukan kontak mata karena mereka menyimpan banyak hal dalam pikirannya—baik itu rahasia, luka emosional, atau perasaan yang belum diselesaikan.

Mereka khawatir kontak mata bisa membuka tabir yang selama ini mereka jaga rapat-rapat. Dengan menghindari tatapan, mereka menjaga jarak emosional dari orang lain.

5. Cenderung Overthinking

Orang dengan kecenderungan overthinking sering kali tidak bisa rileks saat berkomunikasi. 

Alih-alih fokus pada percakapan, mereka sibuk menganalisis ekspresi wajah, nada suara, atau bahkan mikir, “Apa saya terlihat aneh?” atau “Apakah dia menilai saya sekarang?” 

Ini menyebabkan mereka gugup saat harus menatap mata orang lain secara langsung.

6. Tinggi Empati Tapi Takut Terhubung Emosional

Beberapa individu yang kesulitan melakukan kontak mata justru sangat berempati. 

Mereka bisa merasakan emosi orang lain dengan mudah hanya dari tatapan mata. 

Namun, karena empati itu sangat kuat, mereka cenderung kewalahan dengan intensitas perasaan yang muncul saat bertatapan, sehingga mereka memilih untuk menghindari kontak mata demi menjaga kestabilan emosi.

7. Mengalami Trauma Sosial atau Pengalaman Buruk di Masa Lalu

Mereka yang memiliki trauma sosial, seperti pernah dibully, dipermalukan di depan umum, atau diremehkan secara verbal, mungkin mengalami kesulitan untuk merasa aman dalam interaksi sosial. 

Kontak mata bisa memicu kembali rasa takut atau tidak berdaya yang pernah mereka alami, membuat mereka merasa tidak nyaman bahkan dalam percakapan santai.

8. Penuh Perhatian, Tapi dalam Mode “Hati-hati”

Tidak semua orang yang menghindari kontak mata berarti tidak peduli. 

Sebagian dari mereka justru sangat penuh perhatian dan waspada, namun mereka menggunakan pengamatan periferal atau memperhatikan gerak tubuh daripada menatap mata langsung. 

Ini bisa jadi mekanisme pertahanan untuk memahami situasi tanpa terlalu “terbuka” terhadap orang lain.

9. Sulit Mengekspresikan Diri Secara Emosional

Orang-orang yang tidak terbiasa menunjukkan emosi atau mengalami kesulitan dalam mengekspresikan perasaan sering kali tidak nyaman dengan kontak mata. 

Mereka menganggap tatapan sebagai bentuk komunikasi emosional yang terlalu dalam. 

Karena ekspresi bukan kekuatan mereka, mereka lebih suka menjaga jarak secara visual agar tetap merasa terkendali.

Penutup: Canggung Bukan Berarti Tidak Jujur

Meskipun dalam banyak situasi ketidakmampuan menjaga kontak mata sering disalahartikan sebagai tanda kebohongan atau niat tidak tulus, kenyataannya tidak selalu demikian. 

Dalam sudut pandang psikologi, menghindari tatapan mata lebih sering berkaitan dengan rasa tidak nyaman internal daripada niat buruk eksternal.

Yang terpenting adalah memahami bahwa setiap orang memiliki cara unik untuk menunjukkan kehadiran dan keterlibatan dalam komunikasi. 

Tidak semua kejujuran harus ditunjukkan melalui kontak mata. 

Kadang, kata-kata dan perbuatan jauh lebih jujur daripada tatapan sekalipun.

Jika Anda termasuk orang yang merasa canggung melakukan kontak mata, bukan berarti Anda bermasalah. 

Mungkin Anda hanya memiliki kepribadian yang sensitif, penuh empati, atau berhati-hati dalam membangun koneksi dengan orang lain—dan itu bukan hal yang salah.

EDITOR: Hanny Suwindari