← Beranda
Tetap Tegar Saat Hidup Tak Menentu, Ini 8 Prinsip yang Perlu Dimiliki
Mohammad Maulana IqbalKamis, 23 Juli 2026 | 20.09 WIB
prinsip hidup orang yang tetap tenang dalam kekacauan kata Psikologi (Freepik/ jcomp)

JawaPos.com – Kemampuan untuk tetap tenang ketika menghadapi situasi yang penuh tekanan menjadi salah satu aspek yang banyak dikaji dalam psikologi.

Para ahli menilai bahwa ketenangan tersebut tidak muncul begitu saja, melainkan lahir dari pola pikir, nilai hidup, serta ketahanan emosional yang telah terbentuk seiring pengalaman.

Seseorang yang mampu menjaga sikap tetap terkendali di tengah kondisi yang kacau umumnya memiliki kematangan psikologis dan kestabilan mental yang baik dalam menghadapi berbagai tantangan.

Prinsip-prinsip tersebut dinilai berperan penting dalam membantu seseorang mengambil keputusan secara lebih jernih tanpa mudah dikuasai emosi.

Baca Juga: Hoki Datang Bertubi-tubi, 5 Shio Ini Disebut Paling Beruntung

Mengutip laporan yang dimuat geediting.com, terdapat delapan prinsip hidup yang diyakini membantu seseorang tetap tenang saat menghadapi berbagai bentuk kekacauan, menurut kajian psikologi.

1. Menerima hal-hal yang tak terduga

Orang yang mampu mempertahankan ketenangan saat menghadapi situasi sulit memiliki cara pandang khusus terhadap kehidupan.

Mereka menyadari bahwa kehidupan penuh dengan ketidakpastian dan tidak selalu berjalan sesuai rencana yang telah dibuat.

Alih-alih melawan atau menolak hal-hal yang tak terduga, mereka justru menerimanya sebagai bagian alamiah dari perjalanan kehidupan.

Penerimaan ini menciptakan semacam bantalan mental yang melindungi mereka dari stres dan kepanikan berlebihan.

Dengan menerima ketidakpastian, mereka dapat menavigasi situasi menantang dengan lebih anggun dan membuat keputusan yang lebih bijaksana.

2. Melatih kesadaran penuh

Kesadaran penuh atau mindfulness menjadi alat yang sangat efektif untuk menjaga ketenangan di tengah situasi yang membingungkan.

Teknik ini mengajarkan seseorang untuk fokus pada momen saat ini, bukan terjebak dalam pemikiran tentang masa lalu atau kekhawatiran masa depan.

Dengan melatih kesadaran penuh, seseorang belajar mengamati emosi dan pikiran tanpa menghakimi atau bereaksi berlebihan.

Praktik ini membantu menciptakan ruang mental yang memungkinkan seseorang untuk merespons situasi dengan lebih bijaksana daripada bereaksi secara impulsif.

Latihan pernapasan dan observasi terhadap sensasi tubuh menjadi bagian penting dari praktik kesadaran penuh yang dapat diterapkan kapan saja.

3. Menjaga perspektif yang tepat

Kemampuan untuk melihat masalah dari sudut pandang yang lebih luas merupakan keterampilan yang dimiliki oleh orang-orang yang tetap stabil dalam situasi sulit.

Mereka memahami bahwa sebagian besar masalah tidak seberbahaya atau sekritis yang terlihat pada pandangan pertama.

Perspektif yang tepat memungkinkan mereka untuk fokus pada solusi yang dapat dilakukan daripada terpaku pada masalah yang tidak dapat diubah.

Kemampuan ini tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme bertahan, tetapi juga sebagai strategi efektif untuk menyelesaikan masalah.

Dengan menjaga perspektif yang seimbang, mereka dapat mengubah situasi yang berpotensi menjadi bencana menjadi peluang untuk belajar dan berkembang.

4. Merawat kesehatan fisik

Menjaga ketenangan mental tidak dapat dipisahkan dari kondisi fisik yang sehat dan prima.

Orang yang mampu tetap stabil dalam situasi menantang biasanya memprioritaskan kesehatan tubuh mereka dengan serius.

Olahraga teratur, pola makan seimbang, dan tidur yang cukup menjadi fondasi yang tidak dapat ditawar-tawar dalam rutinitas harian mereka.

Aktivitas fisik dapat membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan suasana hati melalui pelepasan endorfin alami dalam tubuh.

Tubuh yang sehat memberikan energi dan stamina yang diperlukan untuk menghadapi tantangan mental dan emosional dengan lebih baik.

5. Menumbuhkan rasa syukur

Di tengah situasi yang penuh tekanan, mudah sekali untuk terfokus pada hal-hal yang berjalan salah atau tidak sesuai harapan.

Namun, orang yang dapat mempertahankan ketenangan memiliki kebiasaan untuk menumbuhkan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.

Rasa syukur bukan berarti mengabaikan kesulitan yang ada, melainkan mengakui hal-hal baik yang masih dapat ditemukan di tengah masalah.

Dengan meluangkan waktu setiap hari untuk mengenali dan menghargai aspek positif dalam kehidupan, fokus dapat bergeser dari masalah menuju hal-hal yang berjalan dengan baik.

Praktik bersyukur ini secara signifikan dapat mengurangi tingkat stres dan meningkatkan perasaan damai serta kepuasan batin.

6. Mengembangkan kesabaran

Kesabaran merupakan kualitas yang sering diabaikan, padahal sangat penting bagi mereka yang mampu tetap stabil dalam situasi yang menantang.

Ini adalah kemampuan untuk menahan diri dari frustrasi atau kekecewaan ketika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan waktu yang diharapkan.

Kesabaran membantu seseorang untuk memahami bahwa tidak semua hal berada dalam kendali mereka dan menerima ritme alami dari peristiwa yang terjadi.

Dengan mengembangkan kesabaran, seseorang menjadi lebih terbuka terhadap solusi-solusi yang mungkin tidak terlihat jelas ketika terburu-buru.

Kesabaran bukan berarti pasif atau menyerah, tetapi lebih kepada menerima bahwa beberapa hal membutuhkan waktu untuk berkembang dengan baik.

7. Mengutamakan perawatan diri

Perawatan diri merupakan elemen penting untuk menjaga ketenangan mental dan emosional dalam situasi yang penuh tekanan.

Orang yang berhasil tetap stabil dalam masa sulit memahami pentingnya meluangkan waktu untuk mengisi ulang energi dan merawat kesejahteraan mental mereka.

Mereka menjadikan istirahat, mengejar hobi, dan melakukan aktivitas yang membawa kebahagiaan sebagai prioritas dalam jadwal harian.

Perawatan diri juga mencakup kemampuan untuk menetapkan batasan yang sehat dan mengatakan tidak ketika diperlukan agar tidak terlalu memaksakan diri.

Dengan mempraktikkan perawatan diri secara konsisten, seseorang dapat memastikan bahwa mereka berada dalam kondisi terbaik untuk menghadapi tantangan apa pun yang muncul.

8. Membangun ketahanan mental

Ketahanan mental adalah kemampuan untuk bangkit kembali dari kesulitan dan menjadi lebih kuat setelah menghadapi tantangan.

Orang yang memiliki ketahanan mental yang baik memandang masalah dan tantangan sebagai bagian alami dari perjalanan kehidupan, bukan sebagai sesuatu yang harus dihindari.

Mereka menggunakan pengalaman sulit sebagai batu loncatan untuk pertumbuhan dan perbaikan diri, bukan membiarkan diri terpuruk karenanya.

Membangun ketahanan mental membutuhkan waktu dan latihan yang konsisten, termasuk menumbuhkan pola pikir positif dan mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah.

Dengan ketahanan mental yang kuat, seseorang tidak hanya dapat bertahan dalam situasi sulit, tetapi juga berkembang dan menemukan peluang pertumbuhan di dalamnya.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho