← Beranda
Menurut Psikologi, Orang yang Melewatkan Sarapan di Pagi Hari Biasanya Memiliki 4 Ciri Ini
Rabbany WanadrianiRabu, 22 Juli 2026 | 06.13 WIB
seseorang yang sarapan pagi./Freepik/wayhomestudio

JawaPos.com – Kita sudah sering mendengar bahwa sarapan adalah waktu makan terpenting dalam sehari.

Sayangnya, beberapa orang memilih untuk melewatkan waktu makan pertama, entah karena ingin tidur lebih lama atau malas.

Namun, kebiasaan buruk ini dapat berdampak drastis pada suasana hati dan produktivitas.

Studi menyebut orang yang biasanya melewatkan sarapan menunjukkan sifat-sifat tertentu yang berdampak negatif pada kesehatan mental mereka.

Dilansir yourtango, berikut 4 ciri orang-orang yang melewatkan sarapan menurut sudut pandang psikologi.

Baca Juga: Hartanya Makin Tumbuh! 7 Shio Istimewa yang Kekayaannya Telah Melampaui Konglomerat

1. Mereka tidak memiliki kendali impuls

Orang yang melewatkan sarapan tidak selalu memiliki pengendalian diri yang baik.

Rasa lapar dapat mempersulit pengaturan emosi dan impuls sehingga menyebabkan keputusan tergesa-gesa untuk hal-hal yang sebenarnya kecil dan tidak penting.

Sebuah studi menemukan bahwa ketika tubuh membutuhkan makanan, perut mulai memproduksi hormon ghrelin, yang membuat Anda merasa lapar.

Para peneliti menemukan bahwa hormon lapar atau sebutan untuk ghrelin, dapat menyebabkan kurangnya pengendalian impuls jika tidak terpuaskan. 

2. Mereka menunjukkan gejala depresi dan kecemasan

Penelitian menyebutkan bahwa melewatkan sarapan cenderung menunjukkan peningkatan gejala depresi dan kecemasan dibandingkan mereka yang rutin makan di pagi hari. 

Melewatkan sarapan dikaitkan dengan peningkatan gejala depresi, dengan gangguan kontrol atensi menjadi mekanisme penting dalam hubungan ini.

3. Mereka berjuang dengan produktivitas

Rasa lapar menguras tenaga. Tanpa asupan dari makanan yang baik, sulit untuk duduk dan berkonsentrasi.

Pikiran Anda tidak bisa fokus pada apa pun selain keroncongan perut. Ketika Anda tidak bisa fokus, produktivitas pun menurun. 

Hal ini juga berkaitan dengan kesejahteraan emosional karena terus-menerus melewatkan sarapan berarti Anda akan semakin stres karena tidak bisa menyelesaikan apa pun.

Alhasil ini memicu gejala depresi.

4. Mereka cenderung menarik diri dari interaksi sosial

Melewatkan sarapan tidak hanya memengaruhi suasana hati dan fokus Anda. Hal ini juga dapat memengaruhi cara Anda berinteraksi dengan orang lain.

Intinya, Anda kekurangan energi untuk bersosialisasi, ini pun dapat meningkatkan perasaan depresi dan kecemasan.

Manusia membutuhkan komunitas untuk berkembang dan melewatkan sarapan bukanlah alasan yang tepat untuk mengorbankan kesehatan mental dan emosional Anda.

EDITOR: Hanny Suwindari