← Beranda
Lebih Menyukai Minum Teh daripada Kopi? Biasanya Mereka Memiliki 7 Kepribadian Ini Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSelasa, 21 Juli 2026 | 02.15 WIB
seseorang yang lebih menyukai teh daripada kopi / foto: Magnific/pressfoto

JawaPos.com - Di dunia yang terbagi antara pecinta kopi dan penikmat teh, preferensi minuman bukan sekadar soal rasa atau kebiasaan pagi hari. 

Menurut psikologi, pilihan antara teh dan kopi sering mencerminkan kecenderungan kepribadian yang mendalam. 

Meskipun tidak bersifat mutlak, studi dan observasi menunjukkan bahwa orang-orang yang lebih menyukai teh cenderung memiliki ciri khas tertentu dalam cara mereka berpikir, merasakan, dan menjalani hidup.

Dilansir dari Geediting, jika Anda termasuk golongan penyuka teh, mungkin Anda akan menemukan bahwa kepribadian Anda cocok dengan beberapa atau bahkan semua ciri berikut ini.

1. Cenderung Introspektif dan Reflektif

Peminum teh umumnya lebih introspektif. 

Mereka senang menyelami pikiran dan perasaan mereka sendiri. 

Kebiasaan minum teh yang sering dilakukan dalam suasana tenang mencerminkan kebutuhan untuk merenung dan memahami diri. 

Psikolog menyebut ini sebagai kecenderungan inward thinking, di mana seseorang lebih tertarik pada pemahaman batin daripada stimulasi eksternal.

2. Memiliki Pendekatan Hidup yang Lebih Tenang

Berbeda dengan peminum kopi yang identik dengan energi tinggi dan aktivitas cepat, penikmat teh seringkali memiliki kepribadian yang lebih tenang dan sabar. 

Mereka cenderung tidak terburu-buru dan lebih suka menikmati proses. 

Penelitian menunjukkan bahwa peminum teh memiliki denyut jantung yang lebih stabil dan tingkat stres yang lebih rendah, mencerminkan sikap hidup yang lebih kalem dan seimbang.

3. Lebih Suka Kedamaian daripada Kegembiraan Ekstrem

Penyuka teh biasanya bukan pencari sensasi. 

Mereka lebih menyukai kedamaian batin, rutinitas yang menenangkan, dan hubungan yang dalam daripada petualangan spontan atau kebisingan sosial. 

Mereka sering terlihat sebagai teman yang menenangkan, pendengar yang baik, dan pasangan yang stabil.

4. Cenderung Berorientasi pada Kesehatan dan Keseimbangan

Teh sering diasosiasikan dengan manfaat kesehatan: antioksidan, detoksifikasi, dan efek menenangkan. 

Karena itu, tak mengherankan jika banyak peminum teh juga memiliki gaya hidup yang lebih sadar akan kesehatan. 

Mereka cenderung lebih peduli pada pola makan, keseimbangan kerja-hidup, dan kesehatan mental mereka.

5. Sensitif terhadap Lingkungan Sekitar

Banyak peminum teh menunjukkan tingkat empati yang lebih tinggi dan kepekaan terhadap perasaan orang lain. 

Mereka lebih peka terhadap energi dan dinamika sosial di sekelilingnya.

Ini bukan berarti mereka lemah atau mudah terpengaruh, melainkan mereka memiliki kemampuan untuk membaca suasana hati orang lain dan merespons dengan bijaksana.

6. Lebih Suka Interaksi Mendalam daripada Percakapan Ringan

Orang yang menyukai teh umumnya lebih tertarik pada pembicaraan yang bermakna. 

Mereka bukan tipe orang yang menikmati obrolan basa-basi semata. 

Mereka lebih menghargai percakapan yang mendalam tentang kehidupan, filosofi, perasaan, dan pengalaman pribadi.

Teh, dengan proses penyajiannya yang tenang, sering menjadi simbol dari waktu berkualitas yang intim.

7. Cenderung Memiliki Kepribadian Kreatif dan Imajinatif

Psikologi juga menunjukkan bahwa peminum teh cenderung lebih kreatif. 

Mereka mungkin lebih menyukai seni, menulis, membaca, atau aktivitas lain yang melibatkan imajinasi. 

Kombinasi dari ketenangan, refleksi, dan kepekaan mereka menciptakan ruang yang subur untuk ekspresi diri yang mendalam.

Penutup: Lebih dari Sekadar Minuman

Preferensi terhadap teh atau kopi tentu tidak sepenuhnya menentukan siapa Anda. 

Namun, pola yang diamati dalam psikologi memberi gambaran bahwa pilihan ini sering berkorelasi dengan kepribadian dan nilai-nilai tertentu. 

Jika Anda lebih suka menyeruput teh dibandingkan kopi, kemungkinan besar Anda adalah seseorang yang tenang, reflektif, dan berjiwa damai—seseorang yang menghargai kedalaman dalam hidup, bukan hanya permukaan.

Jadi, lain kali ketika Anda menyeduh secangkir teh, sadari bahwa Anda tidak hanya mengisi cangkir, tetapi juga menyentuh sisi kepribadian yang mungkin selama ini belum Anda sadari.

EDITOR: Hanny Suwindari