← Beranda
Tumbuh dengan Orang Tua Bercerai? Ini 6 Perilaku yang Sering Terbawa hingga Dewasa
Rabbany WanadrianiMinggu, 19 Juli 2026 | 05.01 WIB
ilustrasi ibu dan anaknya. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Perceraian orang tua dapat meninggalkan pengaruh jangka panjang terhadap perkembangan emosional dan psikologis anak.

Pengalaman tersebut sering kali membentuk cara mereka memahami hubungan, mengelola perasaan, hingga menghadapi berbagai situasi saat memasuki usia dewasa.

Meski dampaknya berbeda pada setiap individu, psikologi menunjukkan bahwa anak yang tumbuh dengan orang tua yang bercerai cenderung memiliki sejumlah pola perilaku tertentu.

Mengutip GE Editing, berikut enam perilaku yang umum ditemukan pada mereka di kemudian hari.

Baca Juga: Jika Anda Benar-Benar Ingin Mencari Pasangan untuk Jangka Panjang, Temukan 7 Tanda Ini dalam Perilakunya Menurut Psikologi

1. Mereka sangat mandiri

Tumbuh besar dengan orang tua yang bercerai sering kali berarti belajar untuk mengandalkan diri sendiri sejak usia dini.

Ketika orang tua berpisah, sang anak mungkin harus berpindah-pindah antara dua rumah, menghadapi aturan yang berbeda, atau bahkan memikul tanggung jawab yang tidak perlu dipikirkan anak-anak lain.

Seiring waktu, hal ini membangun rasa kemandirian yang kuat.

2. Mereka pembawa damai dalam hubungan

Ketika seorang anak tumbuh besar menyaksikan orang tuanya bertengkar atau bahkan sekadar kesulitan berkomunikasi, ia akan segera belajar nilai dari menjaga perdamaian.

Ia akan menjadi sangat peka terhadap ketegangan dan berusaha meredakannya sebelum memanas.

Meskipun bisa menjadikan dirinya penengah yang hebat, hal ini juga dapat menyebabkan kecenderungan untuk menyenangkan orang lain.

3. Mereka berjuang dengan kepercayaan dalam hubungan

Banyak anak yang tumbuh besar dengan orang tua yang bercerai mengembangkan rasa takut mendalam akan ditinggalkan.

Mereka mungkin ragu untuk membuka diri sepenuhnya guna berjaga-jaga jika keadaan tidak berjalan baik.

4. Mereka lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan

Anak-anak dari orang tua yang bercerai sering kali tumbuh dalam lingkungan yang tidak dapat diprediksi seperti berpindah-pindah rumah, menyesuaikan diri dengan dinamika keluarga baru, dan belajar menghadapi ekspektasi yang berbeda-beda.

Perubahan ini memaksa mereka mengembangkan tingkat kemampuan beradaptasi, yang dapat menjadi kekuatan sekaligus tantangan di kemudian hari.

5. Mereka terlalu memikirkan konflik

Ketika anak tumbuh besar dan menyaksikan pertengkaran meningkat, ia akan belajar untuk memperhatikan dengan saksama setiap perubahan nada, jeda, perubahan kecil dalam ekspresi seseorang.

Konflik tidak sekadar terasa seperti perselisihan melainkan terasa seperti tanda peringatan bahwa segala sesuatunya bisa berantakan.

Hal ini sering kali menyebabkan analisis berlebihan, bahkan konflik terkecil sekalipun.

6. Mereka sangat berempati

Mengalami perceraian saat kecil sering kali berarti menjadi sangat peka terhadap emosi orang lain.

Entah itu merasakan kesedihan orang tua atau berusaha menjaga kedamaian dalam situasi tegang, banyak anak korban perceraian mengembangkan rasa empati yang mendalam sejak usia dini.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho