← Beranda
5 Hal Mudah yang Sering Dilupakan Padahal Mempermudah Upaya dalam Menjaga Kesehatan Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahKamis, 16 Juli 2026 | 21.51 WIB
Ilustrasi seseorang yang berusaha menjaga kesehatan (Magnific/Drazen Zigic)

 

JawaPos.com - Menjaga kesehatan sering kali dianggap sebagai sesuatu yang rumit. Banyak orang berpikir bahwa hidup sehat harus dimulai dengan olahraga berat, diet ketat, atau mengubah seluruh gaya hidup secara drastis. Akibatnya, tidak sedikit yang menyerah bahkan sebelum memulai.

Padahal, menurut ilmu psikologi, keberhasilan menjaga kesehatan justru lebih banyak dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Cara berpikir, lingkungan, dan pola perilaku sehari-hari memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan apakah seseorang mampu mempertahankan gaya hidup sehat dalam jangka panjang.

Psikologi menjelaskan bahwa manusia cenderung lebih mudah mempertahankan perubahan yang sederhana dibanding perubahan besar yang dilakukan sekaligus. Oleh karena itu, ada beberapa hal mudah yang sering dianggap sepele, tetapi sebenarnya mampu mempermudah upaya menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (16/7), terdapat lima kebiasaan sederhana yang sering dilupakan menurut sudut pandang psikologi.

Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Kerap Diremehkan, Namun Justru Membangun Kebahagiaan Abadi dalam Hidup Menurut Psikologi

1. Memulai dari Target yang Sangat Kecil

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menetapkan target yang terlalu tinggi sejak awal. Misalnya, langsung bertekad berolahraga satu jam setiap hari atau menghilangkan seluruh makanan favorit sekaligus.

Dalam psikologi perilaku, target yang terlalu besar justru meningkatkan kemungkinan seseorang kehilangan motivasi. Ketika target terasa sulit dicapai, otak menganggap aktivitas tersebut sebagai beban sehingga muncul keinginan untuk menunda atau berhenti.

Sebaliknya, target kecil memberikan rasa berhasil lebih cepat. Misalnya:

Jalan kaki selama 10 menit setiap hari.
Minum satu gelas air putih setelah bangun tidur.
Menambah satu porsi buah setiap hari.
Tidur 15 menit lebih awal dibanding biasanya.

Keberhasilan-keberhasilan kecil tersebut membangun rasa percaya diri dan memperkuat kebiasaan sehat secara bertahap. Lama-kelamaan, aktivitas sederhana itu berkembang menjadi gaya hidup yang lebih sehat tanpa terasa memberatkan.

2. Menghubungkan Kebiasaan Baru dengan Rutinitas Lama

Psikologi mengenal konsep habit stacking, yaitu menempelkan kebiasaan baru pada aktivitas yang sudah rutin dilakukan.

Cara ini jauh lebih efektif dibanding mencoba mengingat kebiasaan baru secara terpisah. Otak lebih mudah menerima perilaku baru jika dikaitkan dengan aktivitas yang sudah otomatis dilakukan setiap hari.

Contohnya:

Setelah menyikat gigi, minum air putih.
Setelah membuat kopi pagi, lakukan peregangan selama lima menit.
Setelah makan siang, berjalan kaki sebentar.
Setelah mematikan laptop kerja, lakukan latihan pernapasan.

Karena sudah memiliki "pemicu" yang jelas, kebiasaan baru menjadi lebih mudah dijalankan tanpa perlu terus-menerus mengandalkan motivasi.

3. Menciptakan Lingkungan yang Mendukung

Sering kali orang menyalahkan kurangnya disiplin, padahal penyebab sebenarnya adalah lingkungan yang tidak mendukung.

Psikologi lingkungan menunjukkan bahwa perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh apa yang ada di sekitarnya. Kita cenderung memilih opsi yang paling mudah dijangkau.

Misalnya:

Menaruh buah di meja makan membuat kita lebih sering mengonsumsinya.
Menyimpan botol minum di meja kerja meningkatkan kebiasaan minum air putih.
Menyiapkan pakaian olahraga sejak malam membantu mengurangi alasan untuk tidak berolahraga.
Menjauhkan camilan tinggi gula dari pandangan dapat mengurangi keinginan untuk mengonsumsinya.

Dengan mengatur lingkungan, kita tidak perlu terus melawan godaan menggunakan kemauan yang besar. Pilihan sehat menjadi pilihan yang paling mudah.

Baca Juga: 8 Alasan Mengapa Kerja Jarak Jauh Lebih Merugikan Karier Awal Dibandingkan dengan Kemunculan AI Menurut Psikologi

4. Memberikan Apresiasi pada Diri Sendiri

Banyak orang hanya fokus pada hasil akhir, misalnya berat badan turun atau tubuh menjadi lebih bugar. Padahal perjalanan menuju tujuan tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Dalam psikologi, penghargaan terhadap proses membantu mempertahankan motivasi. Ketika seseorang mengakui keberhasilan kecil yang telah dicapai, otak melepaskan hormon yang berkaitan dengan rasa puas dan semangat untuk mengulangi perilaku tersebut.

Apresiasi tidak harus berupa hadiah mahal. Beberapa contoh sederhana antara lain:

Memberi tanda centang pada kalender setiap berhasil berolahraga.
Menuliskan pencapaian harian di jurnal.
Menonton film favorit setelah berhasil menjaga pola makan selama seminggu.
Mengucapkan penghargaan kepada diri sendiri atas konsistensi yang telah dijaga.

Menghargai proses membuat perjalanan hidup sehat terasa lebih menyenangkan dibanding sekadar mengejar hasil.

5. Tidak Berusaha Menjadi Sempurna

Salah satu penyebab seseorang berhenti menjalani gaya hidup sehat adalah pola pikir "semua atau tidak sama sekali". Ketika sekali gagal, mereka merasa seluruh usaha menjadi sia-sia.

Padahal menurut psikologi, kesalahan adalah bagian alami dari proses pembentukan kebiasaan.

Misalnya, seseorang yang sedang menjaga pola makan mungkin sesekali mengonsumsi makanan tinggi kalori. Hal tersebut tidak berarti seluruh usahanya gagal. Yang jauh lebih penting adalah kembali ke kebiasaan sehat pada kesempatan berikutnya.

Pola pikir yang fleksibel membantu seseorang bertahan dalam jangka panjang. Dibanding mengejar kesempurnaan, konsistensi merupakan faktor yang jauh lebih menentukan keberhasilan menjaga kesehatan.

Mengapa Kebiasaan Kecil Lebih Efektif?

Psikologi menjelaskan bahwa otak menyukai efisiensi. Aktivitas yang dilakukan berulang-ulang akan berubah menjadi kebiasaan sehingga membutuhkan energi mental yang lebih sedikit.

Ketika perilaku sehat telah menjadi kebiasaan, seseorang tidak lagi harus memaksa diri setiap hari. Aktivitas seperti berjalan kaki, minum air putih, tidur tepat waktu, atau memilih makanan sehat akan terasa lebih alami.

Inilah alasan mengapa perubahan kecil yang konsisten sering kali menghasilkan dampak yang lebih besar dibanding perubahan ekstrem yang hanya bertahan beberapa minggu.

Penutup

Menjaga kesehatan bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang memahami cara kerja pikiran dan perilaku manusia. Psikologi mengajarkan bahwa perubahan tidak harus dimulai dari langkah yang besar. Justru kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan hasil yang lebih bertahan lama.

Memulai dari target kecil, menghubungkan kebiasaan baru dengan rutinitas lama, menciptakan lingkungan yang mendukung, memberikan apresiasi kepada diri sendiri, serta menghindari tuntutan untuk selalu sempurna adalah lima langkah mudah yang sering dilupakan. Jika diterapkan secara konsisten, kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat mempermudah upaya menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

Pada akhirnya, hidup sehat bukanlah tentang menjadi sempurna setiap hari, melainkan tentang terus mengambil langkah kecil yang membawa kita menuju kondisi fisik dan mental yang lebih baik.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Sederhana yang Diam-Diam Membuat Hidup Anda Jauh Lebih Bahagia Menurut Psikologi

EDITOR: Candra Mega Sari