← Beranda
Tumbuh di Keluarga Berantakan? Ini 8 Perilaku yang Sering Muncul Saat Dewasa
Rabbany Wanadriani• Kamis, 16 Juli 2026 | 03.38 WIB
Ilustrasi kebiasaan yang sering dimiliki oleh orang-orang yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kurang harmonis. (Freepik)

JawaPos.com - Pengalaman masa kecil sering kali memberi pengaruh besar terhadap cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku saat dewasa.

Mereka yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh konflik atau kurang harmonis dapat membawa pola tertentu ke dalam kehidupan mereka di kemudian hari.

Hal ini bukan untuk menyalahkan latar belakang keluarga, melainkan sebagai upaya memahami bagaimana pengalaman tersebut membentuk kepribadian dan respons seseorang.

Mengutip Geediting, psikologi mengungkap delapan perilaku yang umum ditemukan pada orang dewasa yang dibesarkan dalam keluarga berantakan.

Baca Juga: Jika Anda Ingin Menemukan Lebih Banyak Tawa, Harapan, dan Kesenangan, Mulailah 7 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

1. Kepekaan terhadap konflik

Tumbuh dalam keluarga yang berantakan kerap kali menimbulkan banyak konflik, perselisihan, dan ketegangan.

Sebagai orang dewasa, mereka yang mengalami kekacauan semacam ini di masa kecil mungkin memiliki kepekaan tinggi terhadap konflik.

Mereka mungkin terlalu berhati-hati atau cemas dalam situasi yang sedikit saja menunjukkan ketidaksetujuan atau perselisihan.

2. Mencari stabilitas

Tumbuh dalam lingkungan yang selalu berubah dan tidak pasti, mereka mencari apa pun yang menawarkan rasa stabilitas dan kepastian.

Hal itu bisa dalam hubungan, karier, atau bahkan rutinitas sehari-hari.

Pencarian stabilitas ini bukan tentang rasa takut terhadap perubahan atau tantangan, namun upaya menemukan landasan, sesuatu yang sering kali hilang di masa kecil.

3. Berjuang dengan kepercayaan

Perilaku signifikan yang sering ditunjukkan oleh orang dewasa yang tumbuh dalam keluarga berantakan adalah pergumulan mendasar dengan rasa percaya.

Hal ini tidak hanya berlaku untuk hubungan pribadi, tetapi dapat merasuki semua aspek kehidupan mulai dari hubungan profesional hingga keputusan hidup secara umum.

Akar dari perilaku ini sering kali dapat ditelusuri kembali ke lingkungan yang tidak konsisten dan tidak dapat diandalkan yang mereka alami saat masih anak-anak.

4. Kesulitan dalam membentuk hubungan

Perilaku umum lainnya yang terlihat pada orang dewasa yang berasal dari keluarga berantakan adalah kesulitan dalam membentuk dan mempertahankan hubungan.

Orang-orang ini mungkin mendapati diri menjaga jarak dengan orang lain, takut akan kerentanan dan keintiman emosional.

Namun, bukan tentang bersikap dingin atau menjaga jarak, tetapi mempertahankan diri.

5. Ketahanan yang kuat

Meskipun menghadapi tantangan dan perjuangan karena tumbuh dalam keluarga yang berantakan, ada hikmahnya.

Salah satu perilaku paling menyentuh hati yang terlihat pada orang dewasa dari keluarga yang berantakan adalah ketahanan.

Kehidupan mengajarkan mereka sejak dini bahwa segala sesuatu tidak selalu berjalan sesuai rencana dan kesulitan adalah bagian dari perjalanan.

6. Kompensasi berlebihan dalam pengasuhan anak

Ketika menjadi orangtua, mereka terdorong oleh keinginan kuat untuk memberi anak rumah yang stabil dan harmonis, yang tidak mereka miliki saat tumbuh dewasa.

Dorongan ini umum di antara orang dewasa yang berasal dari keluarga yang berantakan.

7. Kemandirian yang tinggi

Perilaku lain yang sering ditunjukkan oleh individu yang tumbuh dalam keluarga berantakan adalah rasa kemandirian.

Mereka telah belajar sejak usia dini untuk bergantung pada diri sendiri.

Kemandirian ini dapat terwujud dalam berbagai cara, mereka mungkin sangat mandiri, lebih suka melakukan sesuatu sendiri, atau ragu untuk meminta bantuan bahkan ketika membutuhkannya.

8. Kemampuan berempati

Setelah mengalami rasa sakit dan pergolakan di usia muda, mereka sering kali mengembangkan pemahaman unik tentang perjuangan orang lain.

Empati ini bukan tentang berkutat pada trauma masa lalu, tetapi mengubah pengalaman pribadi menjadi alat untuk terhubung dan memahami.

Empati adalah sifat kuat yang dapat menciptakan ikatan, menyembuhkan luka, dan menumbuhkan hubungan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho