JawaPos.com - Mengenali seseorang dengan kecenderungan narsis tidak selalu bisa dilakukan hanya melalui ucapan atau cara mereka berbicara.
Beberapa orang mungkin terlihat percaya diri karena sering menonjolkan diri, membicarakan pencapaian pribadi, atau merasa kisah hidupnya paling menarik dibandingkan orang lain.
Namun, di balik perilaku tersebut, bahasa tubuh juga dapat memberikan petunjuk tertentu.
Berdasarkan kajian psikologi, ada beberapa gerakan dan sikap nonverbal yang kerap dikaitkan dengan karakter narsis, sebagaimana dilansir Geediting.
Baca Juga: 7 Sinyal Bahasa Tubuh yang Membuat Seseorang Terlihat Lebih Dapat Dipercaya Menurut Psikologi
1. Penggunaan gestur yang berlebihan
Orang narsis yang sombong sering melambaikan tangannya, membuat gerakan besar, dan secara umum mendominasi ruang fisik.
Mereka selalu ingin menjadi pusat perhatian, cara mencapainya dengan menggunakan bahasa tubuh yang berlebihan.
Dengan mengisi ruang fisik di sekitar, mereka bertujuan untuk menegaskan dominasi dan mengendalikan percakapan.
2. Kurangnya kontak mata
Orang narsis sering kali menunjukkan kurangnya kontak mata karena mereka tidak benar-benar tertarik dengan apa yang dikatakan orang lain.
Mereka lebih fokus pada diri sendiri dan kisah hidupnya sendiri.
3. Pemeriksaan konstan di cermin atau permukaan reflektif
Anda mungkin pernah bertemu orang yang selalu mengecek bayangannya di jendela atau cermin kala mengobrol.
Nah, kaum narsis terus-menerus mencari validasi diri dan konfirmasi atas daya tarik atau kesuksesan mereka.
Permukaan yang memantulkan cahaya menjadi sahabat terbaik mereka.
4. Bahasa tubuh superioritas
Orang narsis sering kali menggunakan tubuh untuk mengekspresikan superioritas yang mereka rasakan atas orang lain.
Hal ini dapat dilakukan dengan berdiri lebih tegak, membusungkan dada, atau mengangkat dagu tinggi-tinggi.
Mereka menggunakan bahasa tubuh untuk menegaskan dominasi dan keunggulan.
5. Menyerang ruang pribadi
Mereka mungkin berdiri terlalu dekat, bersentuhan tanpa alasan, atau mencondongkan tubuh melebihi batas yang nyaman.
Orang-orang yang mempunyai kecenderungan narsis sering kali kurang peka terhadap jarak interpersonal.
6. Kurangnya ekspresi wajah yang responsif
Mendengarkan dengan baik berarti terlibat dan tertarik dengan apa yang lawan bicara katakan.
Hal ini sering kali melibatkan anggukan, senyuman, atau menunjukkan empati melalui ekspresi wajah.
Namun pada orang narsis, mereka tidak memiliki ekspresi wajah responsif.
Mereka sering kali kesulitan menunjukkan empati atau pengertian melalui ekspresi wajah karena terlalu fokus pada diri sendiri.
7. Mendominasi percakapan
Orang narsis gemar mendominasi pembicaraan.
Mereka akan membicarakan prestasi, pandangan, cerita dirinya sendiri tanpa memedulikan masukan lawan bicara.
Mereka mungkin menyela pembicaraan, berbicara di belakang, atau mengalihkan pembicaraan kembali ke diri sendiri.