← Beranda
Melakukan 8 Hal Ini di Depan Umum Tanpa Merasa Tidak Nyaman? Anda Memiliki Kepercayaan Diri yang Tenang
Irfan Ferdiansyah• Rabu, 15 Juli 2026 | 17.46 WIB
seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang tenang./Magnific/pressfoto

JawaPos.com - Kepercayaan diri sering kali disalahartikan sebagai kemampuan untuk tampil paling menonjol, berbicara paling lantang, atau menjadi pusat perhatian.

Padahal, menurut psikologi, bentuk kepercayaan diri yang paling kuat justru sering kali terlihat tenang. Orang yang benar-benar percaya pada dirinya sendiri tidak selalu membutuhkan validasi dari orang lain. Mereka merasa nyaman menjadi diri sendiri, bahkan ketika berada di tengah keramaian.

Kepercayaan diri yang tenang atau quiet confidence bukan berarti seseorang tidak pernah gugup. Mereka tetap bisa merasakan cemas atau tidak nyaman, tetapi emosi tersebut tidak mengendalikan tindakan mereka.

Mereka mampu bertindak sesuai nilai dan keyakinannya tanpa terlalu memikirkan bagaimana orang lain akan menilai.

Baca Juga: Sempat Dirawat Karena Infeksi Bakteri, Syifa Hadju Rayakan Ultah ke-26 dengan Kejutan Romantis El Rumi

Dilansir dari Hack Spirit pada Minggu (12/7), jika Anda mampu melakukan beberapa hal berikut di depan umum tanpa merasa terlalu canggung atau malu, kemungkinan besar Anda memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi daripada kebanyakan orang.

1. Tidak Takut Berjalan atau Makan Sendirian

Banyak orang merasa makan di restoran sendirian adalah pengalaman yang memalukan. Mereka khawatir dianggap tidak memiliki teman atau terlihat kesepian.

Namun, orang dengan kepercayaan diri yang tenang memahami bahwa menikmati waktu sendiri bukanlah sesuatu yang perlu disembunyikan. Mereka bisa duduk santai di kafe, membaca buku, atau menikmati makanan tanpa merasa harus terus memainkan ponsel agar terlihat sibuk.

Psikologi menjelaskan bahwa kemampuan menikmati kesendirian menunjukkan tingkat penerimaan diri yang sehat. Mereka tidak bergantung pada kehadiran orang lain untuk merasa berharga.

2. Berani Mengakui Kesalahan

Di depan banyak orang, mengakui kesalahan sering terasa memalukan. Ego mendorong kita untuk mencari alasan atau menyalahkan keadaan.

Sebaliknya, orang yang percaya diri tidak merasa harga dirinya runtuh hanya karena melakukan kesalahan. Mereka mampu berkata, "Ya, itu kesalahan saya," kemudian fokus mencari solusi.

Kemampuan ini menunjukkan bahwa identitas mereka tidak bergantung pada citra sempurna. Mereka memahami bahwa setiap orang bisa melakukan kekeliruan.

3. Tidak Takut Mengajukan Pertanyaan

Banyak orang memilih diam saat rapat, seminar, atau kelas karena takut pertanyaannya dianggap bodoh.

Padahal, orang dengan kepercayaan diri yang sehat justru berani bertanya ketika memang belum memahami sesuatu. Mereka lebih menghargai proses belajar daripada menjaga gengsi.

Psikologi menunjukkan bahwa rasa ingin tahu merupakan tanda pola pikir berkembang (growth mindset), yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat terus berkembang melalui pembelajaran.

4. Mampu Berkata "Tidak" dengan Sopan

Mengatakan "tidak" sering kali menjadi tantangan karena kita takut mengecewakan orang lain.

Namun, individu yang memiliki kepercayaan diri yang tenang memahami bahwa menetapkan batasan merupakan bagian dari menjaga kesehatan mental. Mereka bisa menolak permintaan dengan tetap menghormati lawan bicara.

Misalnya:

"Maaf, saya tidak bisa membantu kali ini karena sedang memiliki prioritas lain."

Jawaban sederhana seperti ini menunjukkan rasa hormat terhadap diri sendiri sekaligus kepada orang lain.

5. Tidak Terobsesi Menjadi Pusat Perhatian

Ada anggapan bahwa orang percaya diri selalu ingin tampil paling menonjol.

Faktanya, banyak orang yang benar-benar percaya diri justru nyaman berada di latar belakang. Mereka tidak merasa harus mendominasi setiap percakapan atau selalu menjadi orang yang paling didengar.

Mereka berbicara ketika memang memiliki sesuatu yang bernilai untuk disampaikan dan mendengarkan ketika orang lain berbicara.

Kemampuan ini menunjukkan kematangan emosional serta rasa aman terhadap identitas diri.

6. Tetap Menjadi Diri Sendiri Meski Pendapat Berbeda

Di lingkungan sosial, tekanan untuk mengikuti mayoritas sering kali sangat kuat.

Orang dengan kepercayaan diri yang tenang mampu menyampaikan pendapat yang berbeda tanpa bersikap agresif. Mereka tidak merasa perlu menyerang orang lain agar opininya diterima.

Mereka memahami bahwa perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dan tidak selalu harus berakhir dengan konflik.

Sikap ini menunjukkan adanya keamanan psikologis dalam diri sendiri.

7. Tidak Malu Mencoba Hal Baru Meski Berpotensi Gagal

Belajar menari, mencoba olahraga baru, berbicara menggunakan bahasa asing, atau memulai hobi baru di depan orang lain sering membuat banyak orang takut terlihat buruk.

Namun, orang yang memiliki kepercayaan diri yang stabil lebih fokus pada proses dibanding penilaian orang lain.

Mereka memahami bahwa setiap ahli pernah menjadi pemula.

Karena itu, mereka tidak membiarkan rasa malu menghalangi kesempatan untuk berkembang.

8. Menerima Pujian Tanpa Merendahkan Diri

Ketika dipuji, banyak orang langsung menjawab:

"Ah, biasa saja."

"Saya cuma beruntung."

"Sebenarnya hasilnya masih jelek."

Respons seperti ini sering muncul karena seseorang merasa tidak nyaman menerima penghargaan.

Sebaliknya, orang yang percaya diri cukup menjawab:

"Terima kasih, saya sangat menghargainya."

Jawaban sederhana tersebut menunjukkan bahwa mereka mampu menerima apresiasi tanpa merasa sombong maupun merendahkan diri.

Ini merupakan tanda penerimaan diri yang sehat.

Mengapa Kepercayaan Diri yang Tenang Lebih Kuat?

Psikologi membedakan antara kepercayaan diri yang berasal dari validasi eksternal dan yang berasal dari penerimaan diri.

Orang yang terus-menerus mencari pengakuan biasanya lebih mudah goyah ketika mendapat kritik. Sebaliknya, mereka yang memiliki kepercayaan diri yang tenang tidak terlalu bergantung pada pujian maupun penilaian orang lain.

Mereka memahami bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh jumlah pengikut di media sosial, banyaknya pujian, atau seberapa sering menjadi pusat perhatian.

Mereka merasa cukup dengan menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri setiap hari.

Kepercayaan diri seperti inilah yang cenderung bertahan dalam jangka panjang karena dibangun dari dalam, bukan dari pengakuan luar.

Penutup

Kepercayaan diri bukanlah tentang menjadi orang paling berani atau paling vokal. Justru, bentuk kepercayaan diri yang paling kuat sering kali hadir dalam ketenangan, kesederhanaan, dan kemampuan menerima diri apa adanya.

Jika Anda mampu makan sendirian tanpa malu, berani mengakui kesalahan, tidak takut bertanya, menetapkan batasan, tidak haus perhatian, nyaman dengan perbedaan pendapat, berani mencoba hal baru, dan mampu menerima pujian dengan tulus, kemungkinan Anda telah memiliki kepercayaan diri yang tenang yang tidak dimiliki banyak orang.

Pada akhirnya, kepercayaan diri sejati bukan tentang membuat semua orang terkesan. Melainkan tentang tetap merasa nyaman menjadi diri sendiri, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang memberikan pengakuan.

EDITOR: Hanny Suwindari