← Beranda
Orang yang Sulit Melihat Kebaikan Orang Lain Biasanya Memiliki 7 Perilaku Ini
Rabbany WanadrianiSelasa, 14 Juli 2026 | 01.13 WIB
ilustrasi dua teman yang membicarakan orang lain.

JawaPos.com - Ada sebagian orang yang secara alami lebih mudah menemukan kekurangan atau hal negatif dari orang-orang di sekitarnya. Bukan selalu karena mereka berniat buruk, tetapi bisa jadi hal tersebut telah menjadi cara pandang yang terbentuk dalam diri mereka.

Menariknya, banyak dari mereka tidak menyadari bahwa kebiasaan tersebut memengaruhi cara mereka berinteraksi dan membangun hubungan dengan orang lain.

Dalam psikologi, pola perilaku seperti ini dapat mencerminkan cara berpikir yang cenderung negatif dan berpotensi membuat seseorang kesulitan menjalin koneksi yang sehat.

Dilansir dari Baseline, berikut tujuh perilaku yang sering terlihat pada orang yang secara naluriah cenderung mencari sisi terburuk dari orang lain.

Baca Juga: Sering Kesal Saat Lapar? Psikologi Menjelaskan 7 Perilaku yang Bakal Muncul

1. Kritik terus menerus

Tidak ada pencapaian yang terlalu besar, tidak ada keberhasilan yang terlalu hebat sehingga mereka tidak dapat menemukan sesuatu untuk dikritik.

Ini adalah tanda klasik seseorang yang secara naluriah mencari sisi terburuk orang lain.

Mereka tidak bermaksud menjatuhkan orang lain atau menyebarkan kenegatifan, tetapi pandangan pesimistis yang dimiliki mewarnai persepsinya.

2. Mengharapkan kegagalan

Perilaku selalu mengharapkan kegagalan adalah sifat umum lainnya di antara orang-orang yang secara naluriah mencari hal terburuk dalam diri orang lain.

Mereka begitu terbiasa melihat hal-hal negatif sehingga mulai mengharapkannya di mana-mana.

Itu adalah perilaku bawah sadar yang bahkan banyak orang tidak menyadarinya.

3. Menganalisis situasi secara berlebihan

Orang yang secara naluriah mencari sisi terburuk orang lain sering kali mempunyai kebiasaan menganalisis situasi secara berlebihan.

Mereka cenderung terlalu menafsirkan komentar biasa atau pandangan sekilas, menganggapnya sebagai tanda niat yang lebih dalam dan gelap.

Kecenderungan untuk berpikir berlebihan dan menganalisis berlebihan dapat menimbulkan stres dan kecemasan yang tidak perlu.

4. Cepat menghakimi

Perilaku lain yang sering ditunjukkan oleh orang yang secara naluriah mencari keburukan orang lain adalah cepat menghakimi.

Mereka cenderung membentuk opini tentang seseorang atau sesuatu dengan cepat tanpa meluangkan waktu untuk memahami gambaran besarnya.

Penilaian cepat ini sering kali condong ke sisi negatif sehingga melanggengkan siklus mereka melihat sisi terburuk dalam diri orang lain.

5. Selalu dalam posisi bertahan

Orang yang secara naluriah mencari sisi terburuk orang lain sering kali merasa perlu melindungi diri sendiri.

Mereka selalu waspada, takut dikecewakan atau disakiti orang lain.

Sikap defensif ini dapat terwujud dalam berbagai cara. Mereka mungkin terlihat angkuh, ragu untuk membuka diri atau memercayai orang lain.

6. Berjuang untuk merayakan keberhasilan

Ketidakmampuan untuk menghargai sepenuhnya pencapaian seseorang dapat menimbulkan perasaan tidak mampu dan rendahnya harga diri.

Alih-alih berbangga diri atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik, mereka malah mengkhawatirkan tantangan berikutnya dan kegagalan potensial yang ditimbulkannya.

Jauh di lubuk hati, mereka mungkin mendambakan kemampuan untuk merayakan tanpa ada keraguan, tetapi sifat negatif naluriah menahan mereka.

7. Kesulitan mempercayai orang lain

Kesulitan dalam memercayai orang lain merupakan sifat umum di antara orang-orang yang secara naluriah berfokus pada hal-hal negatif.

Mereka terbiasa mengantisipasi hal terburuk sehingga sulit memercayai orang saat menunjukkan kebaikan atau menawarkan bantuan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho