JawaPos.com – Psikologi anak menjelaskan bahwa perasaan merasa tidak disukai pada orang dewasa sering berakar dari pelajaran masa kecil yang tidak disadari.
Anak-anak yang tidak merasa dihargai dan didengar cenderung tumbuh dengan kesepian yang mendalam dan terus terbawa hingga masa dewasa.
Penelitian dari Center on the Developing Child menemukan bahwa rasa memiliki arti bagi orang lain bisa mulai terbentuk sejak masa bayi.
Dilansir dari laman YourTango pada Sabtu (11/6), berikut enam tradisi kerja yang diakhiri milenial dan alasan mengapa sebagian besar karyawan enam pelajaran masa kecil yang menurut psikologi sering membentuk perasaan tidak disukai dan kesepian yang dialami orang dewasa.
1. Tidak ada yang benar-benar mendengarkan mereka
Peneliti mengidentifikasi lima fondasi agar anak merasa berarti, yaitu pengakuan, kepekaan, ketergantungan, kepentingan, dan perluasan ego.
Ketika anak-anak berbicara namun tidak ada yang mendengarkan, mereka belajar sejak dini bahwa suara mereka tidak cukup penting untuk diperhatikan.
Anak yang tidak diakui tumbuh menjadi orang dewasa yang memilih diam agar tidak terlihat sebagai beban bagi orang-orang di sekitar mereka.
2. Perasaan mereka dianggap tidak penting
Orang dewasa sering merasa kesepian ketika mereka percaya bahwa emosi yang mereka rasakan terlalu berlebihan, dan keyakinan ini biasanya bermula dari masa kecil.
Anak-anak membutuhkan orang dewasa yang bersedia mendengarkan dan memvalidasi perasaan mereka, baik itu orang tua, pengasuh, maupun guru.
Ketika perasaan anak terus-menerus diremehkan, mereka tumbuh tanpa kemampuan untuk mempercayai bahwa emosi mereka layak untuk diungkapkan.
3. Tidak ada yang membutuhkan kehadiran mereka
Psikolog Lindsey C. Burghardt dan Jennifer B. Wallace menjelaskan bahwa ketergantungan adalah bagian dari merasa berarti bagi orang lain.
Tugas-tugas kecil yang diberikan kepada anak mengajarkan bahwa mereka dibutuhkan dan kontribusi mereka penting bagi keluarga atau lingkungan.
Orang dewasa yang kesepian sering merasa tidak dibutuhkan dalam hubungan interpersonal maupun di tempat kerja mereka sehari-hari.
4. Tidak ada yang memperhatikan usaha mereka
Mendapatkan pujian atas kerja keras adalah kebutuhan dasar manusia yang bermula sejak masa kanak-kanak ketika prestasi mulai terbentuk.
Anak-anak yang tidak pernah mendapat penghargaan dari pengasuh atau guru tumbuh dengan keyakinan bahwa usaha mereka tidak cukup layak untuk diperhatikan.
Menurut Burghardt dan Wallace, merasa dihargai mendorong rasa kasih sayang pada diri sendiri yang pada gilirannya membawa gaya hidup yang lebih positif.
5. Mengambil risiko diajarkan sebagai sesuatu yang tidak berguna
Psikolog Wallace dan Burghardt menegaskan bahwa ketika anak-anak merasa berarti, hal itu membangun kepercayaan diri dan kematangan emosional.
Kepercayaan diri yang tumbuh dari rasa berarti inilah yang kemudian memungkinkan seseorang berani mengambil risiko sosial di masa dewasa.
Tanpa fondasi ini dari masa kecil, banyak orang dewasa menghindari peluang pertemanan atau koneksi baru karena takut hasilnya akan mengecewakan.
6. Berbicara tidak akan mengubah apapun
Orang yang merasa kesepian sering percaya bahwa mengungkapkan pendapat mereka tidak ada gunanya karena ide mereka tidak akan pernah benar-benar dihargai.
Konsep "serve-and-return" menggambarkan bagaimana pengasuh yang merespons sinyal bayi, seperti tangisan atau gerak, membangun rasa bahwa tindakan mereka bermakna.
Ketika respons ini tidak diberikan secara konsisten, anak belajar bahwa apapun yang mereka lakukan tidak akan membuat perbedaan, dan keyakinan ini terbawa hingga dewasa.