← Beranda
8 Kebiasaan Unik yang Mungkin Membuat Orang Langsung Menyukai Anda Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahJumat, 10 Juli 2026 | 20.49 WIB
seseorang yang membuat langsung disukai./Magnific/freepik

JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu seseorang yang baru beberapa menit berbicara, tetapi rasanya sudah nyaman dan ingin terus berinteraksi dengannya? Sebaliknya, ada pula orang yang memiliki penampilan menarik, namun sulit menciptakan kesan hangat di mata orang lain.

Dalam psikologi, rasa suka terhadap seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh penampilan fisik. Cara berbicara, bahasa tubuh, kebiasaan kecil, hingga bagaimana seseorang memperlakukan orang lain memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dalam membangun kesan pertama.

Menariknya, beberapa kebiasaan sederhana ini sering kali dilakukan secara alami oleh orang-orang yang mudah disukai. Kabar baiknya, kebiasaan tersebut juga bisa dipelajari dan dilatih.

Dilansir dari Hack Spirit pada Kamis (9/7), terdapat delapan kebiasaan unik yang menurut berbagai penelitian psikologi dapat membuat orang lain lebih cepat menyukai Anda.

1. Mengingat dan Menyebut Nama Lawan Bicara

Bagi kebanyakan orang, nama adalah bagian penting dari identitas mereka. Ketika seseorang mengingat dan menyebut nama kita saat berbicara, muncul perasaan bahwa kita dihargai dan dianggap penting.

Psikolog menjelaskan bahwa penggunaan nama dapat meningkatkan kedekatan emosional karena otak memberikan perhatian khusus terhadap identitas diri.

Misalnya, dibandingkan berkata:

"Terima kasih sudah datang."

Akan terasa lebih hangat jika mengatakan:

"Terima kasih sudah datang, Rina."

Tentu saja, jangan mengulang nama terlalu sering karena justru dapat terdengar tidak alami. Gunakan seperlunya agar percakapan tetap nyaman.

2. Meniru Bahasa Tubuh Secara Halus (Mirroring)

Salah satu fenomena menarik dalam psikologi sosial adalah mirroring, yaitu kecenderungan seseorang meniru gerakan tubuh, ekspresi wajah, atau intonasi lawan bicaranya secara tidak sadar.

Ketika dilakukan secara alami, mirroring menciptakan rasa bahwa kedua orang memiliki kesamaan sehingga hubungan terasa lebih akrab.

Contohnya:

Jika lawan bicara berbicara dengan nada tenang, Anda juga menjaga nada bicara tetap lembut.
Jika ia sedikit condong ke depan saat mendengarkan, Anda dapat melakukan gerakan serupa secara natural.

Yang perlu diingat, mirroring bukan berarti meniru setiap gerakan secara berlebihan. Jika terlalu jelas, orang lain justru merasa tidak nyaman.

3. Menjadi Pendengar yang Aktif

Banyak orang berpikir agar disukai mereka harus banyak berbicara. Faktanya, psikologi menunjukkan bahwa orang lebih menyukai mereka yang mampu menjadi pendengar yang baik.

Pendengar aktif tidak sekadar diam, tetapi benar-benar menunjukkan perhatian melalui:

Kontak mata yang wajar.
Anggukan kecil.
Memberikan tanggapan singkat seperti "ya", "benar", atau "saya mengerti".
Mengajukan pertanyaan lanjutan yang relevan.

Saat seseorang merasa didengar, ia akan mengasosiasikan perasaan nyaman tersebut dengan orang yang mendengarkannya.

4. Tersenyum dengan Tulus

Senyum merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang paling kuat.

Senyum yang tulus melibatkan tidak hanya bibir, tetapi juga mata. Dalam psikologi, senyum seperti ini sering dianggap sebagai sinyal bahwa seseorang aman untuk diajak berinteraksi.

Senyum mampu:

Mengurangi ketegangan.
Membuat suasana lebih santai.
Meningkatkan rasa percaya.
Menularkan emosi positif.

Namun, senyum akan kehilangan maknanya jika dipaksakan. Karena itu, lebih baik tersenyum sewajarnya daripada terus-menerus memasang senyum yang terlihat dibuat-buat.

5. Memberikan Pujian yang Spesifik

Semua orang senang diapresiasi. Namun, pujian yang paling berkesan bukanlah pujian umum, melainkan yang spesifik.

Bandingkan dua kalimat berikut:

"Kamu hebat."

Dengan:

"Saya suka cara kamu menjelaskan ide tadi. Penjelasannya sederhana tetapi sangat mudah dipahami."

Pujian yang spesifik menunjukkan bahwa Anda benar-benar memperhatikan usaha atau kualitas orang tersebut, bukan sekadar berbasa-basi.

Dalam psikologi hubungan interpersonal, apresiasi yang tulus dapat meningkatkan rasa kedekatan dan kepercayaan.

6. Menunjukkan Sedikit Kerentanan

Banyak orang berusaha terlihat sempurna agar disukai. Ironisnya, psikologi menemukan bahwa sedikit menunjukkan sisi manusiawi justru membuat seseorang terasa lebih dekat.

Fenomena ini sering dikaitkan dengan Pratfall Effect, yaitu kecenderungan orang lebih menyukai individu yang kompeten tetapi sesekali menunjukkan kekurangan kecil.

Misalnya:

Mengakui pernah melakukan kesalahan.
Menceritakan pengalaman lucu saat gagal.
Mengatakan bahwa Anda juga pernah merasa gugup.

Hal-hal kecil seperti ini membuat Anda terlihat autentik dan lebih mudah dihubungkan secara emosional.

7. Memberikan Perhatian Penuh Saat Berinteraksi

Di era digital, perhatian penuh menjadi sesuatu yang semakin langka.

Ketika berbicara dengan seseorang, banyak orang masih sesekali melihat ponsel, mengecek notifikasi, atau mengalihkan pandangan ke tempat lain.

Padahal, memberikan perhatian penuh adalah bentuk penghargaan yang sangat besar.

Beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

Menyimpan ponsel selama percakapan.
Menatap lawan bicara dengan nyaman.
Tidak memotong pembicaraan.
Mengingat hal-hal penting yang pernah ia ceritakan.

Perhatian seperti ini menciptakan rasa dihargai dan memperkuat hubungan interpersonal.

8. Membuat Orang Lain Merasa Penting

Pada akhirnya, orang cenderung mengingat bagaimana perasaan mereka setelah bertemu dengan seseorang.

Orang yang mudah disukai biasanya memiliki kebiasaan membuat orang lain merasa dihargai. Mereka tidak selalu menjadi pusat perhatian, tetapi justru memberi ruang bagi orang lain untuk bersinar.

Contohnya:

Mengucapkan terima kasih dengan tulus.
Menghargai pendapat orang lain.
Mengingat pencapaian kecil mereka.
Memberikan dukungan saat diperlukan.

Kebiasaan sederhana ini membuat orang merasa keberadaan mereka berarti, sehingga hubungan menjadi lebih hangat.

Mengapa Kebiasaan-Kebiasaan Ini Efektif?

Dari sudut pandang psikologi, manusia memiliki kebutuhan dasar untuk diterima, dihargai, dan dipahami. Ketika seseorang memberikan sinyal-sinyal positif melalui perhatian, empati, senyum, dan penghargaan, otak cenderung mengaitkan pengalaman tersebut dengan perasaan nyaman.

Akibatnya, muncul kesan bahwa orang tersebut menyenangkan untuk diajak berinteraksi, meskipun pertemuan baru berlangsung singkat.

Perlu diingat bahwa tujuan dari kebiasaan-kebiasan ini bukanlah memanipulasi orang lain agar menyukai Anda. Justru sebaliknya, kebiasaan tersebut akan memberikan hasil terbaik jika dilakukan dengan niat tulus untuk membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai.

Penutup

Disukai banyak orang bukan berarti harus menjadi pribadi yang sempurna, selalu lucu, atau selalu setuju dengan semua orang. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana Anda membuat orang lain merasa nyaman saat berada di dekat Anda.

Mulailah dari kebiasaan-kebiasaan kecil seperti mengingat nama, mendengarkan dengan sungguh-sungguh, tersenyum dengan tulus, memberikan pujian yang spesifik, hingga menunjukkan perhatian penuh saat berbicara. Seiring waktu, kebiasaan tersebut akan membentuk kesan positif yang kuat dan membantu Anda membangun hubungan yang lebih hangat, baik dalam kehidupan pribadi maupun dunia profesional.

Pada akhirnya, orang mungkin lupa apa yang Anda katakan, tetapi mereka akan lebih lama mengingat bagaimana Anda membuat mereka merasa.

EDITOR: Hanny Suwindari