JawaPos.com - Perjalanan menggunakan maskapai penerbangan berbiaya rendah (low-cost carrier/LCC) telah menjadi pilihan jutaan orang.
Harga tiket yang lebih terjangkau membuat semakin banyak masyarakat dapat bepergian dengan pesawat, baik untuk urusan pekerjaan, liburan, maupun mengunjungi keluarga.
Namun, di balik keuntungan tersebut, terdapat fenomena sosial yang menarik. Kabin pesawat menjadi ruang publik yang sempit, di mana puluhan hingga ratusan orang dengan latar belakang, kepribadian, dan kebiasaan berbeda harus berbagi ruang selama beberapa jam. Dalam kondisi seperti ini, kebiasaan kecil yang tampaknya sepele bisa memicu rasa kesal bagi penumpang lain.
Dari sudut pandang psikologi, perilaku tersebut sering kali bukan dilakukan dengan niat buruk. Banyak orang tidak menyadari bahwa tindakan mereka mengganggu kenyamanan orang lain.
Faktor seperti stres perjalanan, kelelahan, kecemasan terbang, hingga keinginan mendapatkan kenyamanan lebih dapat memengaruhi perilaku seseorang.
Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (8/7), terdapat sepuluh kebiasaan unik penumpang maskapai penerbangan murah yang sering membuat penumpang lain merasa jengkel beserta penjelasan psikologinya.
1. Berebut Berdiri Saat Pesawat Baru Berhenti
Fenomena ini hampir selalu terjadi. Begitu roda pesawat menyentuh landasan dan lampu tanda sabuk pengaman belum padam, beberapa penumpang sudah berdiri, membuka kompartemen bagasi, bahkan mencoba maju ke lorong.
Penjelasan Psikologi
Dalam psikologi dikenal konsep urgency bias, yaitu kecenderungan seseorang merasa harus segera bertindak meskipun tindakan tersebut belum memberikan manfaat nyata. Berdiri lebih awal sebenarnya jarang membuat seseorang keluar pesawat lebih cepat, tetapi memberi ilusi bahwa mereka lebih unggul dibanding penumpang lain.
Selain itu terdapat efek fear of missing out (FOMO) terhadap antrean. Penumpang khawatir menjadi orang terakhir keluar sehingga secara otomatis memilih berdiri lebih dulu.
2. Menguasai Sandaran Tangan
Di kursi ekonomi, sandaran tangan menjadi "wilayah sengketa". Ada penumpang yang menggunakan kedua sandaran sekaligus sehingga orang di sebelahnya kehilangan ruang.
Penjelasan Psikologi
Perilaku ini berkaitan dengan territorial behavior, yaitu kecenderungan manusia mempertahankan ruang pribadi. Ketika ruang fisik sangat terbatas, seseorang secara tidak sadar memperluas wilayahnya agar merasa lebih nyaman.
Sayangnya, tindakan tersebut sering dianggap sebagai bentuk kurangnya empati terhadap orang lain.
3. Menendang atau Mendorong Kursi di Depan
Beberapa penumpang tidak sadar bahwa setiap gerakan kaki mereka membuat kursi di depan bergoyang terus-menerus.
Penjelasan Psikologi
Banyak kasus terjadi karena habituation, yaitu seseorang terbiasa menggoyangkan kaki ketika gugup atau bosan. Aktivitas tersebut menjadi otomatis sehingga pelakunya bahkan tidak menyadari dampaknya terhadap orang lain.
4. Memutar Video atau Musik Tanpa Headset
Walaupun sudah banyak tersedia earphone murah, masih ada penumpang yang menonton video atau mendengarkan musik melalui pengeras suara ponsel.
Penjelasan Psikologi
Fenomena ini dapat dijelaskan melalui egocentric bias, yaitu kecenderungan seseorang lebih fokus pada kebutuhannya sendiri dibanding kenyamanan lingkungan sekitar.
Pelaku sering berpikir volume tersebut tidak terlalu keras, padahal persepsi orang lain bisa sangat berbeda.
5. Membuka Sepatu dan Mengangkat Kaki
Tidak sedikit penumpang melepas sepatu bahkan meletakkan kaki di kursi atau dinding kabin.
Penjelasan Psikologi
Saat seseorang memasuki ruang yang dianggap relatif aman, otak mulai memperlakukan lingkungan tersebut seperti rumah sendiri. Psikolog menyebutnya sebagai context adaptation, yaitu perubahan perilaku sesuai persepsi terhadap lingkungan.
Masalahnya, pesawat tetap merupakan ruang publik sehingga standar kenyamanan pribadi tidak selalu cocok diterapkan.
6. Mengobrol dengan Suara Sangat Keras
Percakapan yang terdengar hingga beberapa baris kursi sering menjadi sumber gangguan.
Penjelasan Psikologi
Suara mesin pesawat membuat orang cenderung berbicara lebih keras. Fenomena ini dikenal sebagai Lombard Effect, yaitu refleks alami manusia meningkatkan volume suara ketika lingkungan bising.
Jika tidak disadari, percakapan bisa menjadi jauh lebih keras daripada yang diperlukan.
7. Membuka Bagasi Kabin Terlalu Lama
Ada penumpang yang membutuhkan waktu cukup lama mencari barang di bagasi atas sehingga menghambat antrean.
Penjelasan Psikologi
Ketika berada dalam tekanan waktu, kemampuan mengambil keputusan bisa menurun. Psikologi menyebutnya sebagai decision overload, yaitu kondisi ketika seseorang kesulitan menentukan pilihan karena terlalu banyak barang atau opsi.
Akibatnya, proses sederhana menjadi terasa sangat lama.
8. Merebahkan Kursi Tanpa Melihat Belakang
Sebagian penumpang langsung merebahkan kursi secara penuh tanpa memastikan apakah orang di belakang sedang makan, bekerja, atau menggunakan laptop.
Penjelasan Psikologi
Perilaku ini sering dipengaruhi oleh self-serving bias, yaitu kecenderungan mengutamakan kenyamanan pribadi dibanding mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain.
Bukan berarti tindakan merebahkan kursi selalu salah, tetapi melakukannya tanpa memperhatikan kondisi sekitar dapat memicu konflik kecil.
9. Antusias Berlebihan Saat Boarding
Sebagian penumpang sudah mengantre sangat panjang meskipun nomor kelompok boarding mereka belum dipanggil.
Penjelasan Psikologi
Hal ini dipicu oleh scarcity mindset, yaitu pola pikir bahwa sesuatu yang terbatas harus segera diamankan.
Pada maskapai berbiaya rendah, penumpang sering khawatir kehabisan ruang bagasi kabin sehingga memilih mengantre lebih awal, meskipun akhirnya harus berdiri lebih lama.
10. Mengabaikan Instruksi Awak Kabin
Masih ada penumpang yang menggunakan ponsel saat instruksi keselamatan diberikan, enggan mengenakan sabuk pengaman, atau tetap berjalan di lorong ketika pesawat belum benar-benar aman.
Penjelasan Psikologi
Psikologi mengenal fenomena optimism bias, yaitu keyakinan bahwa hal buruk kemungkinan besar tidak akan menimpa diri sendiri.
Karena merasa penerbangan adalah aktivitas rutin dan aman, sebagian orang menganggap aturan keselamatan tidak terlalu penting. Padahal, prosedur tersebut dibuat untuk melindungi seluruh penumpang apabila terjadi situasi darurat.
Mengapa Kebiasaan Ini Lebih Sering Terlihat di Maskapai Berbiaya Rendah?
Penting untuk dipahami bahwa perilaku tersebut bukan berarti hanya dimiliki oleh penumpang maskapai murah. Kebiasaan serupa juga dapat ditemukan pada maskapai layanan penuh.
Namun, beberapa faktor membuat perilaku tersebut lebih mudah terlihat pada penerbangan berbiaya rendah, antara lain:
Jumlah penumpang yang tinggi dalam satu kabin.
Ruang kaki yang relatif lebih terbatas.
Waktu boarding yang singkat.
Tingginya frekuensi penerbangan jarak pendek.
Penumpang dengan latar belakang pengalaman terbang yang sangat beragam.
Kombinasi faktor-faktor tersebut meningkatkan peluang terjadinya gesekan kecil antarpenumpang.
Cara Menjadi Penumpang yang Lebih Menyenangkan
Menjaga etika selama penerbangan sebenarnya tidak sulit. Beberapa kebiasaan sederhana dapat membuat perjalanan lebih nyaman bagi semua orang, seperti menggunakan headset saat menikmati hiburan, menjaga volume suara, memperhatikan ruang pribadi penumpang lain, tidak terburu-buru berdiri sebelum diizinkan awak kabin, serta selalu mengikuti instruksi keselamatan.
Empati juga menjadi kunci utama. Dengan menyadari bahwa setiap penumpang memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda, kita dapat menciptakan suasana kabin yang lebih tenang dan menyenangkan.
Kesimpulan
Pesawat merupakan ruang publik yang menuntut setiap orang untuk saling menghargai. Banyak kebiasaan yang dianggap mengganggu sebenarnya bukan muncul karena niat buruk, melainkan akibat bias psikologis, stres perjalanan, atau kurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar.
Memahami alasan psikologis di balik perilaku tersebut membantu kita melihat bahwa solusi terbaik bukan sekadar menghakimi, tetapi meningkatkan kesadaran dan empati.
Pada akhirnya, penerbangan yang nyaman bukan hanya bergantung pada maskapai, melainkan juga pada sikap setiap penumpang dalam menghormati ruang bersama.