← Beranda
8 Dampak Psikologis Ghosting dan Gaslighting yang Perlu Diketahui dalam Sebuah Hubungan
Leni Setya WatiKamis, 9 Juli 2026 | 04.16 WIB
Ilustrasi orang yang terkena dampak psikologis dari ghosting dan gaslighting (freepik)

JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, perilaku tertentu dapat meninggalkan luka emosional yang cukup mendalam. Dua di antaranya adalah ghosting dan gaslighting, yang sering menjadi penyebab seseorang merasa bingung, terluka, bahkan kehilangan kepercayaan terhadap dirinya sendiri.

Ghosting terjadi ketika seseorang tiba-tiba menghentikan komunikasi tanpa memberikan penjelasan, sehingga pihak lain merasa ditinggalkan dan tidak mendapatkan kepastian. Sementara itu, gaslighting merupakan bentuk manipulasi yang membuat seseorang mulai meragukan ingatan, perasaan, atau penilaiannya terhadap suatu situasi.

Meski terkadang dianggap sebagai bagian dari dinamika hubungan modern, kedua perilaku tersebut dapat memberikan pengaruh besar terhadap kondisi psikologis seseorang.

Lantas, apa saja dampak yang mungkin muncul akibat ghosting dan gaslighting? Berikut delapan efek psikologis yang dirangkum dari Geediting.com.

Baca Juga: 7 Cara Mengakhiri Hubungan dengan Dewasa dan Penuh Hormat, Putus Tanpa Menambah Luka!

1. Keraguan terhadap diri sendiri

Ghosting dan gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang dapat menyebabkan keraguan diri yang serius.

Bayangkan Anda sedang menjalin hubungan, dan semuanya tampak berjalan baik. Lalu, tiba-tiba, orang tersebut menghilang. Tidak ada panggilan, tidak ada pesan, tidak ada penjelasan. Ini adalah ghosting.

Hilangnya seseorang secara tiba-tiba dapat membuat Anda mempertanyakan segalanya. Apakah Anda melakukan kesalahan? Bisakah Anda mencegahnya?

Gaslighting juga tidak kalah merusaknya. Gaslighting terjadi ketika seseorang memanipulasi Anda agar meragukan persepsi dan ingatan Anda sendiri.

Mereka mungkin bersikeras bahwa sesuatu tidak terjadi padahal sebenarnya terjadi, atau sebaliknya. Bagaimana hal ini memengaruhi Anda?

Hal ini dapat membuat Anda mempertanyakan penilaian Anda sendiri dan kehilangan kepercayaan pada diri sendiri. Keraguan terhadap diri sendiri ini dapat melemahkan dan memengaruhi aspek lain dalam hidup Anda juga.

2. Kecemasan

Ghosting dan gaslighting dapat menimbulkan kecemasan. Ia bisa tiba-tiba menghilang selama berhari-hari, lalu muncul kembali seolah tidak terjadi apa-apa.

Ketidakpastian yang terus-menerus tentang kapan mereka akan menghilang berikutnya sangat menegangkan.

Lalu ada gaslighting. Mereka memutarbalikkan kejadian, membuat Anda mempertanyakan ingatan Anda sendiri.

3. Depresi

Ghosting dan gaslighting dapat berkontribusi signifikan terhadap perasaan depresi. Ketika Anda dibiarkan tanpa penyelesaian atau dibuat mempertanyakan realitas Anda sendiri, wajar jika Anda merasa rendah diri.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships, orang-orang yang pernah mengalami ghosting melaporkan tingkat depresi yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak pernah mengalaminya.

Akhir yang tiba-tiba tanpa penjelasan dapat memicu perasaan tidak berharga dan sedih. Demikian pula, gaslighting dapat menyebabkan depresi.

Gaslighting merusak kepercayaan diri dan harga diri Anda, membuat Anda merasa tidak berdaya dan putus asa, gejala klasik depresi.

Penting untuk mengenali tanda-tanda ini dan mencari bantuan jika diperlukan. Tidak seorang pun seharusnya harus menghadapi perasaan ini sendirian.

4. Ketidakpercayaan dalam hubungan

Mengalami ghosting atau gaslighting dapat memberikan dampak yang bertahan lama pada cara Anda memandang hubungan di masa mendatang.

Hal itu seperti bayangan yang membayangi setiap hubungan baru, menimbulkan keraguan dan ketakutan.

Setelah diabaikan, Anda mungkin mendapati diri Anda menunggu hal buruk terjadi. Anda mungkin menjadi terlalu berhati-hati, selalu mencari tanda-tanda bahwa sejarah mungkin terulang kembali.

Dengan gaslighting, situasinya lebih buruk. Anda dibuat meragukan realitas Anda sendiri, pengalaman Anda sendiri.

Hal ini dapat menciptakan ketakutan mendalam untuk memercayai siapa pun lagi. Lagi pula, jika seseorang yang Anda sayangi dapat memanipulasi realitas Anda, siapa yang bisa menjamin hal itu tidak akan terjadi lagi?

Ketidakpercayaan ini dapat mempersulit terbentuknya hubungan yang tulus di masa mendatang. Ini adalah dampak yang berkepanjangan dari ghosting dan gaslighting yang memerlukan waktu dan upaya untuk diatasi.

5. Kehilangan harga diri

Bayangkan jika Anda dibuat merasa tidak layak untuk diberi penjelasan atau ucapan selamat tinggal yang pantas. Itulah kenyataan pahit dari ghosting. Hal itu dapat membuat Anda merasa tidak berharga dan tidak penting.

Lalu ada gaslighting. Ini adalah taktik manipulatif yang dapat membuat Anda mempertanyakan pikiran, perasaan, dan pengalaman Anda sendiri.

Seiring waktu, ini dapat mengikis harga diri Anda, membuat Anda merasa tidak dapat mempercayai penilaian Anda sendiri.

Kerusakan harga diri akibat tindakan ini tidak hanya sesaat, namun dapat berlangsung lama setelah hubungan berakhir.

Tidak jarang Anda mempertanyakan harga diri Anda dalam hubungan atau situasi baru karena pengalaman masa lalu ini.

Namun ingatlah, cara seseorang memperlakukan Anda tidak menentukan nilai Anda. Nilai Anda tidak akan berkurang hanya karena ketidakmampuan seseorang untuk melihatnya.

6. Kelelahan emosional

Ghosting dan gaslighting dapat menguras emosi Anda. Setiap kali Anda merasa gelisah memikirkan apa yang salah, mereka muncul kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Siklus itu melelahkan.

Lalu ada gaslighting. Harus terus-menerus membela ingatan Anda tentang berbagai peristiwa itu seperti berperang melawan kekalahan. Rasanya seperti hidup dalam pusaran kebingungan dan keraguan diri.

7. Takut ditinggalkan

Ghosting dapat menimbulkan rasa takut yang mendalam akan ditinggalkan. Ketika seseorang yang Anda sayangi menghilang tanpa jejak, Anda dapat terus-menerus khawatir bahwa hal itu dapat terjadi lagi.

Ketakutan ini dapat memengaruhi hubungan di masa mendatang. Anda mungkin akan menahan diri, takut untuk berinvestasi penuh secara emosional, kalau-kalau mereka memutuskan untuk menghilang juga.

Demikian pula, gaslighting dapat memperparah ketakutan ini. Manipulasi dan penipuan yang terus-menerus menciptakan lingkungan yang tidak stabil.

Ketakutan akan ditinggalkan ini merupakan dampak psikologis yang nyata dan signifikan dari ghosting dan gaslighting.

8. Gejala stres pascatrauma

Mengalami ghosting dan gaslighting bisa sangat menyusahkan hingga menimbulkan gejala yang mirip dengan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Ini dapat mencakup pikiran atau kenangan yang mengganggu tentang kejadian tersebut, perasaan gelisah, dan menghindari situasi yang mengingatkan Anda tentang orang atau hubungan tersebut.

Ini adalah beban berat yang harus dipikul dan perlu mendapat perhatian. Jika Anda mengenali gejala-gejala ini pada diri Anda, penting untuk mencari bantuan profesional.

 
 
EDITOR: Setyo Adi Nugroho