← Beranda
Meski Tampak Kalem, 6 Kebiasaan Ini Bisa Menjadi Tanda Seseorang Sering Overthinking
Leni Setya WatiKamis, 9 Juli 2026 | 03.25 WIB
Ilustrasi orang yang terlihat tenang tapi sebenarnya overthinking (freepik)

JawaPos.com - Ada orang yang terlihat selalu santai, mampu mengendalikan emosi, dan tetap tenang dalam berbagai situasi. Namun, di balik sikap tersebut, terkadang tersimpan banyak pikiran yang terus berputar dan sulit dihentikan.

Dari luar, mereka mungkin terlihat tidak mudah panik atau selalu mampu menghadapi tekanan dengan baik. Bahkan, orang-orang di sekitar bisa saja menganggap mereka sebagai pribadi yang kuat dan penuh kendali.

Padahal, ketenangan yang terlihat belum tentu menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi dalam pikiran mereka. Beberapa orang justru menyimpan kekhawatiran, menganalisis berbagai kemungkinan, atau memikirkan hal-hal kecil secara berlebihan tanpa diketahui orang lain.

Lantas, perilaku apa saja yang dapat menunjukkan seseorang diam-diam mengalami overthinking? Berikut enam tanda yang dirangkum dari The Vessel.

Baca Juga: 4 Zodiak yang Dikenal Mandiri dan Nyaman Menjalani Waktu Sendiri, Apa Saja?

1. Selalu mempersiapkan diri untuk setiap kemungkinan skenario

Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana sebagian orang tampaknya selalu memiliki rencana B, C, dan bahkan D untuk hampir segala hal? Mungkin Anda salah satunya.

Saat traveling, mereka mungkin akan membawa perlengkapan untuk setiap situasi yang terbayangkan, mulai dari koper yang penuh dengan pakaian yang mungkin akan dikenakan, hingga barang-barang yang sebenarnya tidak begitu penting.

Jenis persiapan ini, meski bermanfaat jika dilakukan secukupnya, sering kali menutupi ketakutan yang lebih dalam akan ketidakpastian. 

Orang yang terlalu banyak berpikir merasa nyaman dengan persiapan yang berlebihan karena hal itu memberikan ilusi kendali sementara.

2. Meluangkan waktu ekstra sebelum mengambil keputusan yang sederhana sekalipun

Orang yang overthinking, bahkan yang tampak tenang, cenderung terlalu mempertimbangkan pro dan kontra. Kita ingin setiap pilihan menjadi pilihan terbaik.

Perilaku ini sering kali muncul karena keinginan untuk menghindari penyesalan atau kritik. Kita meyakinkan diri sendiri bahwa jika kita berpikir cukup lama, kita akan menghindari hasil negatif apa pun.

3. Memutar ulang percakapan secara diam-diam beberapa jam (atau beberapa hari) kemudian

Pernahkah Anda mendapati diri Anda mengingat kembali percakapan santai beberapa waktu lalu, menganalisa setiap katanya, dan bertanya-tanya apakah Anda mengatakan sesuatu yang aneh?

Mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi terus-menerus memutar ulang percakapan masa lalu dapat membuat Anda terperangkap dalam lingkaran kritik diri yang tidak perlu.

4. Mengajukan pertanyaan yang meyakinkan (tanpa terkesan membutuhkan)

Perilaku ini memang halus, tetapi begitu Anda menyadarinya, Anda tidak akan bisa mengabaikannya.

Apakah Anda atau seseorang yang Anda kenal sering meminta kepastian yang halus, yang disamarkan sebagai pertanyaan yang tidak berbahaya?

Pertanyaan seperti, "Apakah itu masuk akal?" atau "Apakah itu cukup jelas?" tampak sederhana, tetapi sering kali merupakan cara yang tenang untuk menenangkan keraguan batin. Perilaku ini bisa jadi merupakan mekanisme penanggulangan.

Orang yang overthinking dan pendiam menggunakan pemeriksaan halus ini untuk menenangkan kecemasan bahwa pikiran batin mereka lebih jelas bagi orang lain daripada yang sebenarnya.

5. Kesulitan tidur, meskipun tampak tenang di siang hari

Pernahkah Anda terbangun pada pukul 2 pagi, dan tiba-tiba pikiran Anda memutuskan untuk mengingat kembali setiap momen canggung atau tugas yang belum selesai? Namun, saat pagi tiba, Anda masih tampak segar dan tenang.

Overthinking dapat mengganggu tidur secara signifikan, karena kekhawatiran bertambah dalam kesunyian malam hari. Mereka yang tampak tenang dari luar sering kali ahli menyembunyikan kelelahan ini di siang hari.

6. Menghindari meminta bantuan untuk mempertahankan ilusi ketenangan

Terakhir, ciri orang yang pendiam dan overthinking adalah keraguan mereka untuk meminta bantuan, bahkan saat mereka kewalahan.

Orang yang suka overthinking cenderung menghindari untuk mengakui ketika mereka sedang stres atau berjuang karena hal itu mengancam citra kendali yang mereka buat dengan hati-hati.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho