← Beranda
9 Ciri Pria yang Tetap Berselingkuh Meski Hubungannya Terlihat Bahagia, Menurut Psikologi
Rabbany WanadrianiSelasa, 7 Juli 2026 | 06.00 WIB
Ilustrasi pasangan yang berselingkuh. (Freepik)

JawaPos.com - Banyak orang meyakini bahwa perselingkuhan terjadi karena seseorang merasa tidak puas atau tidak bahagia dalam hubungannya. Namun, pandangan tersebut tidak selalu sesuai dengan kenyataan.

Dalam sejumlah kasus, ada pria yang tetap melakukan perselingkuhan meskipun hubungan dengan pasangannya tampak harmonis dan berjalan dengan baik.

Menurut psikologi, perilaku tersebut tidak semata-mata dipicu oleh ketidakpuasan dalam hubungan, tetapi juga dapat berkaitan dengan karakter serta pola kepribadian tertentu.

Mengutip GE Editing, berikut sembilan ciri yang disebut kerap dimiliki oleh pria yang berselingkuh meski menjalani hubungan yang terlihat bahagia.

Baca Juga: Orang yang Sering Menggigit Kuku Saat Gugup Umumnya Memiliki 7 Karakteristik Ini, Menurut Psikologi

1. Mereka mendambakan hal-hal baru

Beberapa pria berselingkuh bukan karena tidak bahagia, tetapi terdorong untuk mencari hal-hal baru.

Mereka senang dengan sensasi sesuatu yang berbeda, meskipun hubungan saat ini memuaskan.

Dengan kata lain, berselingkuh tidak selalu tentang ketidakpuasan, bisa juga mengejar versi diri yang terasa lebih hidup dan menantang.

2. Mereka memiliki rasa berhak yang tinggi

Beberapa pria berselingkuh bukan karena kehilangan sesuatu dalam hubungan, tetapi karena mereka yakin aturan biasa tidak berlaku baginya.

Pola pikir seperti ini bisa berbahaya dalam hubungan. Bila seseorang merasa pantas mendapatkan lebih dari apa yang sudah dimiliki, ini membuka pintu bagi pengkhianatan.

3. Mereka tidak merasa berselingkuh

Beberapa pria tidak menganggap diri mereka sebagai tukang selingkuh, bahkan ketika melakukan pengkhianatan.

Mereka memisahkan tindakan dari identitas, meyakinkan diri sendiri bahwa apa yang dilakukan tidak ada hubungannya.

Itu adalah tipuan mental, yang memungkinkan mereka mencintai pasangannya sembari berbohong kepada diri sendiri di saat bersamaan.

4. Mereka berkembang karena validasi dari orang lain

Pria yang mendambakan validasi sering mengalami kesulitan. Alih-alih menghargai apa yang dimiliki, mereka mengejar persetujuan eksternal untuk mengisi kekosongan.

Mereka butuh validasi terus-menerus, aliran keyakinan bahwa dirinya menarik dan diinginkan.

5. Mereka takut kehilangan pasangannya

Kedengarannya aneh, tetapi beberapa pria berselingkuh karena mereka sangat takut kehilangan orang terkasih.

Alih-alih mengatasi ketakutan melalui komunikasi, keterbukaan, atau refleksi diri, mereka menyabotase berbagai hal sebelum sang pasangan sempat menyakitinya.

6. Mereka tidak memiliki kendali

Beberapa pria tidak selingkuh karena mereka berencana untuk melakukannya. Mereka selingkuh karena pada saat itu, mereka tidak bisa menghentikan diri sendiri.

Mereka melihat peluang, merasakan percikan kegembiraan, dan alih-alih memikirkan konsekuensinya, akan bertindak berdasarkan dorongan hati.

7. Mereka mudah bosan

Bukan karena hubungannya buruk, pria yang berselingkuh sering mendambakan sesuatu yang baru karena mudah bosan.

Alih-alih mengatasi kegelisahan, mereka malah mengejar kesenangan dengan mengorbankan kepercayaan dan komitmen.

8. Mereka berpikir tidak akan tertangkap

Banyak pria yang berselingkuh meyakinkan diri sendiri bahwa ia tidak akan ketahuan.

Mereka terlalu berhati-hati dan pandai menutupi jejak, namun ilusi kendali membuat dirinya gegabah.

Namun, sering kali kebohongan terbongkar, kesalahan dibuat, dan akhirnya, kebenaran terungkap.

9. Mereka benar-benar mencintai pasangannya

Kedengarannya kontradiktif, tetapi beberapa pria yang selingkuh benar-benar mencintai pasangannya.

Dalam pikiran, perselingkuhan tidak menghilangkan cinta yang mereka rasakan.

Seorang pria dapat merasa sangat terhubung dengan pasangannya sambil tetap mencari hal lain di samping itu.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho