← Beranda
5 Hal yang Sebaiknya Anda Lakukan di Malam Hari agar Lebih Bahagia keesokan Paginya Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahMinggu, 5 Juli 2026 | 06.43 WIB
seseorang yang melakukan refleksi sebelum tidur./Magnific/faststocklv

JawaPos.com - Banyak orang berpikir bahwa kebahagiaan esok hari ditentukan oleh apa yang terjadi di siang hari. Padahal, psikologi modern menunjukkan bahwa kualitas malam hari—terutama rutinitas sebelum tidur—memiliki pengaruh besar terhadap suasana hati, regulasi emosi, dan tingkat stres keesokan harinya.

Otak manusia tidak “mati” saat kita tidur. Ia justru melakukan proses penting seperti konsolidasi memori, pemrosesan emosi, dan pemulihan hormon stres. Karena itu, apa yang Anda lakukan sebelum tidur dapat “menentukan nada” psikologis untuk hari berikutnya.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (4/7), terdapat lima hal yang secara ilmiah dan psikologis dapat membantu Anda bangun dengan perasaan lebih tenang, stabil, dan bahagia.

1. Menutup Hari dengan “Emotional Closure” (Pelepasan Emosi)

Dalam psikologi, ada konsep yang disebut emotional completion atau penutupan emosi. Otak cenderung menyimpan “urusan yang belum selesai”, termasuk konflik kecil, kekhawatiran, atau penyesalan.

Jika hal ini dibawa ke tempat tidur, sistem saraf tetap dalam keadaan siaga (hyperarousal), yang membuat tidur kurang nyenyak dan emosi lebih reaktif keesokan harinya.

Apa yang bisa dilakukan?
Tulis 3 hal yang mengganggu pikiran Anda, lalu tulis juga kemungkinan solusinya (jika ada).
Jika tidak bisa diselesaikan, tulis kalimat: “Ini akan saya tangani besok.”
Hindari mengulang percakapan atau konflik dalam kepala berulang-ulang.
Mengapa ini penting?

Penelitian dalam psikologi kognitif menunjukkan bahwa “menutup” siklus pikiran yang terbuka membantu otak mengurangi beban kognitif dan meningkatkan kualitas tidur REM, yang berhubungan dengan stabilitas emosi.

2. Melakukan Digital Detox Minimal 30–60 Menit Sebelum Tidur

Salah satu faktor terbesar yang mengganggu kebahagiaan pagi hari adalah overstimulasi dari layar gadget sebelum tidur.

Paparan cahaya biru dari layar dapat menekan produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur. Selain itu, konten media sosial sering memicu perbandingan sosial, yang dapat menurunkan mood tanpa disadari.

Dampak psikologis:
Meningkatkan kecemasan ringan
Memicu FOMO (fear of missing out)
Membuat otak sulit “berpindah mode” ke istirahat
Alternatif yang lebih sehat:
Membaca buku fisik
Mendengarkan musik santai
Menulis jurnal
Peregangan ringan

Tujuannya bukan sekadar menghindari gadget, tetapi memberi ruang bagi sistem saraf untuk masuk ke mode parasimpatik (relaksasi).

3. Melakukan Refleksi Positif: “3 Hal Baik Hari Ini”

Psikologi positif (positive psychology) menemukan bahwa kebiasaan sederhana seperti mencatat hal-hal baik setiap hari dapat secara signifikan meningkatkan kebahagiaan jangka panjang.

Metode ini dikenal sebagai gratitude practice atau latihan rasa syukur.

Cara melakukannya:

Sebelum tidur, tuliskan:

3 hal kecil yang berjalan baik hari ini
Bisa sesederhana “makan enak”, “cuaca bagus”, atau “berhasil menyelesaikan tugas”
Kenapa ini efektif?

Otak manusia memiliki negativity bias, yaitu kecenderungan lebih mudah mengingat hal buruk dibanding baik. Latihan ini membantu “melatih ulang” otak agar lebih seimbang dalam memproses pengalaman.

Studi menunjukkan bahwa praktik rasa syukur secara rutin dapat meningkatkan kepuasan hidup dan mengurangi gejala depresi ringan.

4. Mempersiapkan Hari Esok dengan Ringan (Bukan Overplanning)

Banyak orang justru merasa lebih cemas karena memikirkan hari esok sebelum tidur. Namun, ada cara yang lebih sehat: persiapan ringan tanpa beban mental berlebih.

Bentuk persiapan yang disarankan:
Siapkan pakaian untuk besok
Tulis 1–3 prioritas utama hari esok
Rapikan area kerja atau kamar sedikit saja
Yang harus dihindari:
Membuat to-do list panjang yang membuat stres
Memikirkan semua kemungkinan masalah besok
Overthinking skenario negatif
Penjelasan psikologis:

Otak merasa lebih aman ketika ada “struktur ringan” untuk esok hari. Ini mengurangi anticipatory anxiety (kecemasan terhadap masa depan), sehingga tidur lebih nyenyak dan bangun lebih segar.

5. Menenangkan Sistem Saraf dengan Ritual Relaksasi

Kebahagiaan pagi hari sangat dipengaruhi oleh kualitas sistem saraf saat tidur. Jika tubuh masuk ke tidur dalam keadaan tegang, pemulihan emosional tidak optimal.

Ritual relaksasi yang terbukti membantu:
Teknik pernapasan 4-7-8 (tarik 4 detik, tahan 7 detik, buang 8 detik)
Stretching ringan selama 5–10 menit
Mandi air hangat
Meditasi singkat atau mindfulness
Apa yang terjadi secara biologis?

Aktivitas ini membantu menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik (fight or flight) dan meningkatkan sistem parasimpatik (rest and digest). Hasilnya, tubuh lebih siap masuk ke fase tidur dalam (deep sleep).

Penutup

Kebahagiaan di pagi hari bukan hanya soal keberuntungan atau kondisi eksternal, tetapi sangat dipengaruhi oleh bagaimana Anda menutup hari sebelumnya.

Dengan:

Menutup emosi yang mengganggu
Mengurangi paparan digital
Melatih rasa syukur
Mempersiapkan hari esok secara ringan
Menenangkan sistem saraf

Anda sedang “mengatur ulang” kondisi psikologis otak untuk bangun dalam keadaan lebih stabil dan positif.

Perubahan ini mungkin terlihat kecil, tetapi dalam psikologi kebiasaan, efeknya bersifat kumulatif—semakin konsisten dilakukan, semakin besar dampaknya pada kualitas hidup.

EDITOR: Hanny Suwindari