← Beranda
9 Kebiasaan Orang yang Tidak Tergesa-gesa untuk Hidup Lebih Tenang Menurut Psikologi
Mohammad Maulana IqbalSabtu, 4 Juli 2026 | 19.23 WIB
Kebiasaan orang yang tidak tergesa-gesa untuk hidup lebih tenang menurut psikologi / foto : Magnific/ benzoix

JawaPos.com – Psikologi menjelaskan bahwa hurry sickness atau penyakit tergesa-gesa adalah fenomena nyata yang menyebar luas di masyarakat modern saat ini.

Orang yang tidak tergesa-gesa memiliki kebiasaan yang sangat berbeda dalam menjalani kehidupan sehari-hari dibandingkan kebanyakan orang lainnya.

Hidup tenang dan tidak terburu-buru ternyata membawa dampak nyata pada kesehatan fisik dan mental yang jarang disadari banyak orang.

Dilansir dari laman YourTango pada Sabtu (4/7), berikut sembilan kebiasaan spesifik yang dilakukan orang yang tidak pernah tampak tergesa-gesa dalam menjalani kehidupan mereka yang tenang.

Baca Juga: Perlu Waspada, 9 Kebiasaan Digital Ini Bisa Merusak Kesehatan Mental Menurut Psikologi

1. Berjalan dengan langkah yang santai

Berjalan dengan kecepatan lebih lambat terbukti dapat menurunkan kadar kortisol dan mengurangi risiko demensia berdasarkan berbagai penelitian.

Langkah santai juga membantu menjernihkan pikiran dan memberi kesempatan untuk memperhatikan hal-hal menarik yang ada di sekitar.

Kebiasaan terburu-buru saat berjalan adalah salah satu tanda hurry sickness yang paling terlihat dalam keseharian orang modern.

2. Memberikan energi tubuh di pagi hari dengan tenang

Sarapan yang dinikmati dengan tenang di rumah alih-alih terburu-buru di perjalanan adalah kebiasaan yang membedakan orang santai dari yang lainnya.

Memulai hari dengan benar memberikan tingkat produktivitas yang lebih tinggi untuk jam-jam berikutnya dan motivasi yang lebih kuat.

Meluangkan waktu di pagi hari adalah prioritas bagi mereka yang menjalani hidup secara lebih bermakna dan penuh kesadaran.

3. Mengambil istirahat saat merasa lelah

Orang yang tidak stres dengan waktu lebih sabar terhadap diri sendiri saat merasa kelelahan dan secara aktif memilih beristirahat.

Sebuah survei menemukan bahwa 14 persen pekerja tidak pernah mengambil waktu makan siang meski istirahat terbukti meningkatkan produktivitas.

Kembali bekerja dengan pikiran yang segar setelah istirahat singkat 30 menit jauh lebih efektif daripada terus bekerja tanpa henti.

4. Menikmati momen-momen hening dan tenang

Orang yang tidak terburu-buru membiarkan diri mereka merasa bosan sesekali alih-alih terus-menerus menghibur diri dengan berbagai media digital.

Duduk dalam keheningan tanpa stimulasi apapun terbukti menurunkan tekanan darah dan mengurangi ketegangan otot secara signifikan.

Membersihkan pikiran dari kebisingan mental yang biasanya memenuhinya adalah bentuk meditasi tidak terpandu yang sangat bermanfaat.

5. Mengerjakan satu tugas dalam satu waktu

Mencurahkan perhatian penuh pada satu tugas menghasilkan pekerjaan yang jauh lebih efisien dan berkualitas lebih tinggi.

Multitasking sering menimbulkan lebih banyak kesalahan yang membutuhkan waktu lebih untuk diperbaiki daripada menyelesaikannya dengan benar sejak awal.

Orang yang tidak terburu-buru menikmati apa yang sedang dikerjakan sebagaimana adanya, tanpa merasa harus menyelesaikan segalanya sekaligus.

6. Menjalankan urusan dengan santai tanpa terburu-buru

Memblokir waktu yang cukup untuk setiap urusan membuat setiap kegiatan tidak terasa seperti perlombaan yang harus dimenangkan.

Melambat justru membuka kesempatan untuk menemukan hal-hal baru dan menarik yang terlewatkan saat berjalan dengan terburu-buru.

Berjalan lambat seharusnya dipandang sebagai kemewahan, bukan sebagai ketidakefisienan atau pemborosan waktu yang berharga.

7. Memutuskan hubungan dengan teknologi untuk waktu yang cukup panjang

Teknologi yang terus hadir di latar belakang adalah salah satu alasan utama mengapa banyak orang merasa terus-menerus dalam kondisi tegang.

Orang yang santai membiasakan diri mematikan perangkat mereka ketika ada kesempatan, memberikan ruang untuk pikiran yang lebih jernih.

Menetapkan waktu bebas teknologi setiap hari memberi ruang untuk hobi yang lama ditinggalkan atau pekerjaan penting yang terus ditunda.

8. Tidak terlalu khawatir tentang menjadi yang pertama selesai

Orang yang tidak terburu-buru memahami bahwa tidak ada hadiah spesial untuk menyelesaikan sesuatu paling cepat dari semua orang.

Otak modern telah terprogram untuk mengasosiasikan menjadi yang terbaik dengan menjadi yang tercepat, jauh dari prinsip bahwa lambat dan stabil memenangkan perlombaan.

Yang terpenting sebenarnya adalah manajemen waktu dan produktivitas yang baik, bukan kecepatan yang sering mengorbankan kualitas.

9. Menulis surat tangan yang penuh perhatian

Seni mengirim surat tangan hampir seluruhnya hilang di era komunikasi digital yang mengutamakan kecepatan di atas segalanya.

Menulis kartu adalah proses yang memungkinkan seseorang untuk benar-benar memikirkan penerima secara lebih dalam dan tulus.

Orang yang tidak terburu-buru tidak perlu pesan mereka diterima secara instan karena mereka lebih peduli pada kedalaman hubungan daripada kecepatan komunikasi.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho