JawaPos.com - Jika Anda pernah mengakhiri hari dengan perasaan aneh, lelah, kesal, atau tidak enak badan, meskipun tidak terjadi apa-apa, Anda tidak sendirian.
Kebahagiaan jarang hancur hanya karena satu peristiwa besar. Sering kali, kebahagiaan perlahan terkikis oleh kebiasaan yang Anda ulangi tanpa sadar.
Dilansir expert editor, psikologi menyebut enam kebiasaan yang diam-diam menyedot energi dan kebahagiaan tanpa Anda sadari.
1. Sering bandingkan diri sendiri dengan orang lain
Membandingkan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan modern sehingga kebanyakan dari Anda hampir tidak menyadarinya.
Terkadang hal ini memotivasi Anda, tetapi lebih sering membuatmu merasa tidak mampu atau tertinggal.
2. Mengatakan ya ketika Anda ingin menolaknya
Menjadi people pleaser dapat menguras kebahagiaan Anda.
Misalnya Anda selalu mengiyakan setiap bantuan, tugas tambahan, ajakan, dan kolaborasi. Anda tidak ingin mengecewakan siapa pun.
Namun nyatanya ini dapat membuat Anda lelah dan menguras energi.
3. Terlalu banyak berpikir
Orang yang terlalu banyak berpikir sering dihubungkan dengan kecemasan, depresi, dan rendahnya kesejahteraan secara keseluruhan.
Menciptakan jarak sekecil apa pun akan memutus siklus dan memberi otak Anda kesempatan untuk mengatur ulang.
Berpikir berlebihan menjadi kebiasaan yang dapat Anda hentikan, bukannya menjadi sifat kepribadian yang melekat pada dirimu.
4. Selalu aktif dan tidak pernah benar-benar beristirahat
Di antara email, proyek sampingan, teks, dan notifikasi, banyak orang tidak pernah memberikan waktu bagi diri mereka untuk benar-benar beristirahat.
Bahkan saat sedang istirahat, mereka masih melakukan sesuatu, menggulir, menonton, memeriksa.
Namun, kebahagiaan butuh ruang. Kreativitas juga butuh ruang. Kedamaian jelas butuh ruang.
5. Mengharapkan kesempurnaan dari diri sendiri
Perfeksionisme kedengarannya seperti suatu kekuatan, tetapi pada kenyataannya, ia menciptakan tekanan dan kekecewaan yang konstan.
Penderitaan bertambah ketika Anda melawan kenyataan dan perfeksionisme adalah perjuangan panjang melawan kenyataan bahwa manusia memang bisa salah.
6. Menghindari emosi yang tidak nyaman
Kebiasaan ini memang halus, tetapi menguras kebahagiaan lebih dari yang disadari orang.
Beberapa orang menghindari emosi dengan berbagai cara, entah berusaha sibuk, menggulir layar tanpa henti, bahkan bekerja hingga larut malam.
Namun, emosi yang dihindari tidak hilang. Tubuh menyimpan apa yang coba diabaikan oleh pikiran.