JawaPos.com - Kepribadian pasif-agresif biasanya ditunjukkan melalui ucapan yang terdengar netral, namun sebenarnya mengandung sindiran atau rasa tidak puas yang tersembunyi.
Dalam kajian psikologi, kondisi ini berkaitan dengan kesulitan seseorang dalam mengekspresikan emosi secara terbuka, sehingga perasaan negatif cenderung disampaikan secara tidak langsung.
Akibatnya, individu dengan kecenderungan pasif-agresif sering meluapkan emosinya melalui kalimat tersirat atau komentar bernada sindiran.
Mengutip dari geediting.com pada Rabu (1/7), terdapat delapan frasa yang umum digunakan oleh seseorang dengan kepribadian pasif-agresif menurut perspektif psikologi.
1. Terserah kamu saja
Sebuah ungkapan klasik yang sering digunakan oleh orang dengan kepribadian pasif-agresif adalah “terserah kamu saja.” Meski terdengar seperti persetujuan, frasa ini sebenarnya menyembunyikan ketidaksetujuan di balik topeng kepatuhan yang palsu.
Ketika seseorang menggunakan frasa ini, misalnya saat kamu mengusulkan tempat makan malam, mereka sebenarnya tidak nyaman dengan pilihan tersebut namun memilih untuk tidak mengungkapkannya secara terbuka.
Ekspresi ini bersifat manipulatif karena dirancang untuk membuat kamu merasa bersalah atau meragukan keputusan sendiri, tanpa orang tersebut harus bertanggung jawab atas perasaan atau pendapat mereka.
2. Tidak apa-apa, sungguh
Ungkapan yang terdengar meyakinkan ini seringkali memiliki makna yang bertentangan dengan apa yang diucapkan oleh seseorang dengan kepribadian pasif-agresif. Ketika mereka mengatakan “tidak apa-apa, sungguh,” biasanya justru ada masalah yang tidak diungkapkan.
Frasa ini menjadi alat untuk menekan perasaan atau keluhan mereka yang sebenarnya, sambil secara halus memberi tahu bahwa ada masalah yang tersembunyi. Ini bisa membuat kamu terjebak dalam permainan menebak-nebak apa yang sebenarnya mengganggu mereka, karena mereka tidak mengkomunikasikan masalahnya secara jelas.
3. Aku tidak marah
Ketika seseorang mengatakan bahwa mereka tidak marah, padahal tindakan atau bahasa tubuh mereka menunjukkan sebaliknya, ini merupakan tanda yang jelas dari perilaku pasif-agresif. Penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang benar-benar tidak marah, mereka jarang merasa perlu untuk menyatakannya secara eksplisit.
Orang dengan kecenderungan pasif-agresif menggunakan frasa ini untuk mengekspresikan perasaan negatif mereka tanpa harus mengakuinya secara terbuka, sekaligus menjadi cara tidak langsung untuk mengkomunikasikan ketidakpuasan mereka.
4. Sudah, tidak usah dipikirkan
Ucapan yang tampak seperti bentuk kepedulian ini seringkali memiliki makna berbeda dalam konteks perilaku pasif-agresif. Frasa ini biasanya digunakan untuk menunjukkan ketidakpuasan atau frustrasi terhadap sesuatu yang kamu lakukan atau tidak lakukan, namun mereka menghindari konfrontasi langsung.
Ungkapan ini bisa membuat hubungan menjadi rumit karena pesan yang disampaikan tidak jelas dan berpotensi menimbulkan kebingungan. Bahkan dalam beberapa kasus, ini bisa menjadi cara halus untuk membuat kamu merasa bersalah.
5. Aku tidak marah, hanya kecewa
Ungkapan ini terasa seperti pukulan ke perut yang menyakitkan bagi siapa pun yang mendengarnya. Orang dengan kepribadian pasif-agresif menggunakan frasa ini sebagai alat untuk mengekspresikan ketidaksenangan tanpa secara terbuka mengakui kemarahan mereka.
Kalimat ini sering muncul setelah perselisihan atau kesalahan terjadi, dan meskipun terkesan kurang konfrontatif, tetap membawa beban kritik yang memicu rasa bersalah. Tujuan penggunaan frasa ini adalah untuk memberikan tekanan emosional tanpa harus bertanggung jawab atas perasaan yang sebenarnya.
6. Kupikir kamu sudah tahu
Frasa ini merupakan taktik klasik dalam buku pedoman pasif-agresif untuk mengalihkan kesalahan atau tanggung jawab tanpa terlihat konfrontatif secara langsung. Misalnya dalam situasi merencanakan pesta kejutan untuk teman bersama, ketika rencana tidak berjalan mulus, mereka mungkin mengatakan “Kupikir kamu sudah tahu aku punya rencana lain.”
Ungkapan ini menjadi cara halus untuk menggeser tanggung jawab dan membuat seolah-olah kesalahpahaman adalah kesalahan kamu karena tidak mengetahui atau memahami situasi.
7. Aku hanya bercanda
Ungkapan ini bisa menjadi serigala berbulu domba dalam dunia pasif-agresif. Frasa ini sering digunakan sebagai samaran untuk kritik terselubung atau sindiran yang sama sekali tidak lucu.
Ketika kamu membagikan pencapaian yang membanggakan dan mereka merespons dengan komentar sinis yang diikuti “aku hanya bercanda,” sebenarnya mereka sedang mencoba meremehkan prestasi kamu dengan dalih humor. Ini adalah bentuk manipulasi untuk menghindari tanggung jawab atas komentar yang menyakitkan.
8. Terserah menurutmu yang terbaik
Meski terdengar seperti memberikan kebebasan penuh, frasa ini seringkali menjadi cara pasif-agresif untuk mengungkapkan ketidaksetujuan atau kekesalan. Mereka tidak benar-benar memberikan otoritas kepada kamu, tetapi secara halus mengisyaratkan ketidakpuasan mereka dengan keputusan yang diambil.
Ungkapan ini bisa membuat suasana menjadi tidak nyaman dan menimbulkan keraguan dalam diri kamu saat mengambil keputusan. Tujuan sebenarnya adalah membuat kamu mempertanyakan pilihan sendiri tanpa harus menghadapi konfrontasi langsung.