← Beranda
7 Tanda Orang yang Krisis Finansial Tapi Tak Mau Mengakuinya, Apa Saja?
Mohammad Maulana IqbalSelasa, 30 Juni 2026 | 03.29 WIB
Tanda mengalami krisis finansial tapi tak mau mengakui menurut Psikologi./Freepik/freepik

JawaPos.com – Tidak semua orang bersedia terbuka ketika menghadapi masalah keuangan. Dalam banyak kasus, seseorang justru memilih menyembunyikan kondisi finansialnya, bahkan dari keluarga atau orang-orang terdekat.

Menurut psikologi, situasi tersebut dapat tercermin melalui berbagai perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Meski berusaha mempertahankan kesan bahwa semuanya baik-baik saja, ada sejumlah tanda yang dapat menunjukkan bahwa seseorang sedang mengalami tekanan akibat persoalan finansial.

Memahami ciri-ciri tersebut dapat membantu kita lebih peka terhadap kondisi orang lain, sehingga mampu memberikan dukungan yang tepat tanpa terburu-buru menghakimi.

Mengutip geediting.com pada Senin (29/6), terdapat tujuh tanda yang menurut psikologi dapat mengindikasikan seseorang sedang mengalami krisis finansial, meski mereka memilih untuk tidak mengakuinya.

Baca Juga: Memiliki 7 Hal Ini Saat Kecil? Masa Kecil Anda Lebih Baik daripada Masa Kecil Anak-Anak Zaman Sekarang Menurut Psikologi

1. Menghindari pembayaran bersama

Seringkali dalam situasi pembayaran bersama, ada seseorang yang selalu mencari cara untuk menghindari membayar bagiannya. Orang tersebut mungkin beralasan lupa membawa dompet, tiba-tiba menghilang saat waktu pembayaran tiba, atau dengan antusias menawarkan diri menghitung bagian masing-masing sambil secara misterius mengecualikan bagiannya sendiri.

Perilaku ini bukanlah tentang pelit atau pelupa, melainkan bisa jadi merupakan tanda bahwa mereka sedang mengalami kesulitan keuangan namun enggan mengakuinya. Tawa canggung atau senyum malu yang menyertai perilaku ini mungkin adalah sinyal tersembunyi dari permintaan tolong.

2. Menjadi orang rumahan

Perubahan drastis dari seseorang yang biasanya aktif bersosialisasi di luar menjadi lebih suka berdiam diri di rumah bisa menjadi indikator masalah keuangan. Mereka mulai menolak undangan keluar, lebih memilih mengadakan acara potluck di rumah daripada makan di restoran, atau menonton film di rumah ketimbang pergi ke bioskop.

Ini bukan sekadar tentang menjadi anti-sosial, tapi lebih kepada upaya menghindari pengeluaran yang terkait dengan aktivitas bersosialisasi. Mereka mungkin masih ingin bergaul, namun kondisi keuangan memaksa mereka membatasi aktivitas yang membutuhkan biaya.

3. Terlalu fokus pada harga

Seseorang yang mulai terobsesi dengan harga barang-barang sederhana mungkin sedang mengalami tekanan finansial. Mereka bisa menghabiskan waktu lama membandingkan harga di supermarket atau mempermasalahkan harga secangkir kopi yang relatif murah.

Penelitian dari Universitas Cambridge menunjukkan bahwa orang-orang yang mengalami tekanan finansial cenderung mengalami stres lebih tinggi saat menghadapi keputusan pengeluaran, sekecil apapun nominalnya. Kepekaan berlebihan terhadap harga ini bisa menjadi tanda halus dari pergulatan finansial yang tidak terucapkan.

4. Pakaian yang tidak pernah berganti

Ketika seseorang tidak pernah memperbarui lemari pakaiannya dalam waktu lama, ini mungkin lebih dari sekadar pilihan gaya. Meskipun beberapa orang memang memilih gaya minimalis dalam berpakaian, namun tidak adanya item baru sama sekali dalam jangka waktu panjang bisa mengindikasikan penghematan pada pengeluaran non-esensial.

Hal ini terutama mencurigakan jika sebelumnya mereka adalah seseorang yang peduli dengan fashion tetapi tiba-tiba berhenti memperlihatkan pembelian baru atau terus-menerus mengenakan pakaian yang sama selama berbulan-bulan.

5. Menghilangkan kesenangan kecil

Ketika seseorang tiba-tiba berhenti menikmati hal-hal kecil yang biasanya mereka sukai, seperti kopi pagi di kedai favorit, perawatan kuku bulanan, atau makanan pesan antar mingguan, ini bisa menjadi tanda mereka sedang mengencangkan ikat pinggang.

Perubahan kebiasaan ini sering kali merupakan langkah pertama dalam upaya menghemat uang. Pengorbanan kesenangan-kesenangan kecil ini bisa menjadi indikator bahwa mereka sedang mengalami kesulitan finansial namun berusaha mengatasinya secara diam-diam.

6. Menghindari pembicaraan tentang uang

Seseorang yang biasanya terbuka namun tiba-tiba menghindari percakapan tentang keuangan mungkin sedang menyembunyikan masalah finansial. Penghindaran ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti mengalihkan pembicaraan ketika topik keuangan muncul, atau menunjukkan ketidaknyamanan bahkan kejengkelan saat masalah uang dibahas.

Ini adalah mekanisme pertahanan umum ketika menghadapi situasi yang menekan, dan bisa menjadi tanda halus bahwa mereka sedang bergulat dengan masalah keuangan yang tidak ingin mereka ungkapkan.

7. Selalu terlihat stres atau tidak fokus

Masalah keuangan tidak hanya berdampak pada dompet tetapi juga kesehatan mental seseorang. Tanda-tandanya bisa berupa kecemasan yang terus-menerus, kurang konsentrasi, atau bahkan kesulitan tidur.

Kekhawatiran tentang uang bisa mengambil alih pikiran, menyebabkan perubahan perilaku yang signifikan seperti mudah tersinggung atau sulit berkonsentrasi. Pergulatan finansial bisa menjadi beban mental yang berat, mempengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang mulai dari interaksi sosial hingga performa kerja.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho