JawaPos.com – Setiap generasi percaya membawa kontribusi unik bagi dunia, dan Gen Z tidak terkecuali dalam meyakini hal tersebut.
Tumbuh dengan smartphone dan akses informasi tanpa henti membuat Gen Z merasa lebih adaptif dibanding generasi Boomer dan Gen X sebelumnya.
Keyakinan ini menciptakan perdebatan antar generasi karena Boomer dan Gen X melihat pengalaman hidup sebagai guru yang tidak bisa digantikan teknologi.
Dilansir dari laman YourTango pada Kamis (25/6), berikut sepuluh hal yang menurut Gen Z mereka lakukan jauh lebih baik dibandingkan dengan Boomer dan Gen X menurut Psikologi.
1. Mengelola keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi
Banyak generasi yang lebih tua menemukan makna dalam budaya kerja keras meski hal itu sering memuliakan kelelahan secara berlebihan dan tidak sehat.
Gen Z melihat diri mereka tetap ambisius namun dengan batasan yang jelas, menolak menjadikan kelelahan sebagai tanda kebanggaan personal.
Mereka melindungi ketenangan diri dengan menetapkan keseimbangan kerja yang ideal meski terasa mengkhawatirkan bagi atasan dari generasi sebelumnya.
2. Pola makan organik dan sehat
Studi dari Organic Trade Organization menunjukkan bahwa generasi muda mendorong sebagian besar pertumbuhan industri makanan organik saat ini.
Mereka tidak hanya mengikuti tren wellness di media sosial, tetapi juga rela mengeluarkan biaya lebih demi menjaga kesehatan jangka panjang.
Hanya sekitar 35 persen generasi lebih tua percaya makanan organik benar-benar lebih sehat, sementara anak muda yakin mereka lebih memahami hal tersebut.
3. Bersikap jujur dan terbuka
Gen Z memang sering berkonflik dengan otoritas dan menolak hierarki yang biasa membuat generasi lebih tua merasa nyaman dan stabil.
Namun mereka memiliki keberanian untuk menyuarakan pikiran dan membawa isu ke permukaan meski situasinya tidak nyaman atau mudah.
Mereka dibesarkan oleh orang tua Gen X dan milenial untuk menjadi penantang yang berani mempertanyakan status quo yang ada.
4. Literasi media yang lebih kuat
Gen Z memiliki pemahaman mendalam tentang industri pemasaran karena mereka menjadi target pemasaran digital sejak usia sangat dini.
Mereka tumbuh dengan akses internet yang terbuka tanpa banyak pengawasan, sehingga harus belajar sendiri membedakan media yang bisa dipercaya.
Kondisi ini secara tidak langsung memaksa mereka mengembangkan pemahaman media yang lebih baik dibanding generasi yang tumbuh tanpa tantangan serupa.
5. Advokasi terhadap perubahan iklim
Banyak Gen Z percaya merekalah satu-satunya generasi yang benar-benar peduli pada isu perubahan iklim secara mendalam dan emosional.
Studi dari Pew Research Center menemukan bahwa Gen Z dan milenial memang lebih khawatir tentang isu iklim dibanding Boomer dan Gen X.
Mereka juga lebih sering melakukan advokasi nyata dibandingkan generasi yang lebih tua dalam isu lingkungan dan keberlanjutan ini.
6. Berani bersuara tentang isu kontroversial
Meski sering dikritik karena cara mereka menyampaikan pendapat, Gen Z bangga karena berani menciptakan riak perubahan terhadap isu kontroversial.
Mereka percaya tindakan ini membawa perubahan budaya yang sehat meski terkadang melebar menjadi fenomena budaya pembatalan yang ekstrem.
Dari advokasi iklim hingga mendekonstruksi gagasan keluarga tradisional, mereka merasa diberdayakan oleh keberanian menyuarakan pendapat secara terbuka.
7. Berpindah pekerjaan secara aktif demi pengembangan diri
Gen Z dikenal sering berganti pekerjaan, bukan karena malas atau merasa berhak, melainkan karena memilih jalur karier yang lebih fleksibel.
Mereka berpindah dari satu peluang ke peluang lain demi mendapatkan kompensasi dan pengalaman yang lebih baik secara cepat.
Setelah menyaksikan orang tua mereka mengabdi pada perusahaan yang jarang menghargai loyalitas, mereka memilih jalan yang berbeda secara sengaja.
8. Menantang norma sosial yang sudah usang
Gen Z bangga menjadi penantang terhadap ekspektasi tradisional, baik dalam hal profesionalisme kerja maupun norma gender yang mengatur cara berpakaian.
Tumbuh besar dalam isolasi akibat pandemi membuat mereka merasa kurang terikat untuk menegakkan norma yang dilindungi oleh generasi sebelumnya.
Mereka memilih untuk mempertanyakan tradisi daripada menerimanya secara membabi buta tanpa mempertimbangkan relevansinya di masa kini.
9. Berbicara terbuka tentang kesehatan mental
Sebuah studi dalam Indian Journal of Psychiatry menemukan masih ada kesenjangan besar dalam sikap terhadap kesehatan mental antar generasi.
Gen Z secara kolektif lebih terbuka membicarakan dan mencari bantuan untuk kesehatan mental dibanding orang tua dan kakek nenek mereka.
Mereka percaya telah mengubah industri kesehatan mental secara lebih signifikan dibanding upaya yang pernah dilakukan generasi sebelumnya.
10. Mengikuti perkembangan berita secara aktif
Banyak Gen Z meyakini diri mereka sebagai generasi paling terinformasi karena terus-menerus mengikuti berita baik secara sengaja maupun tidak.
Data dari Reuters Institute menunjukkan bahwa Gen Z lebih memilih mendapatkan berita dari media sosial dibanding sumber digital atau cetak lainnya.
Kebiasaan ini membuat mereka lebih sering menemukan berita secara pasif, meski sumbernya cenderung sejalan dengan pandangan yang sudah mereka pegang.