← Beranda
Jika Anda Telah Berhasil Melewati 10 Pengalaman Hidup Ini, Anda Lebih Tangguh daripada yang Disadari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahJumat, 26 Juni 2026 | 01.56 WIB
seseorang yang lebih tangguh daripada kebanyakan orang / foto: Magnific/blackbangan

JawaPos.com - Banyak orang menganggap ketangguhan mental hanya dimiliki oleh mereka yang terlihat kuat, percaya diri, atau mampu menghadapi tekanan tanpa menunjukkan emosi. Padahal, menurut psikologi, ketangguhan tidak selalu tampak dari luar. Sering kali, orang yang paling tangguh adalah mereka yang telah melalui berbagai pengalaman sulit, tetap bertahan, dan terus melangkah meskipun tidak pernah merasa dirinya luar biasa.

Ketangguhan bukan berarti tidak pernah jatuh. Ketangguhan adalah kemampuan untuk bangkit, beradaptasi, dan menemukan makna di tengah kesulitan.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (24/6), jika Anda pernah melewati beberapa pengalaman berikut, kemungkinan Anda jauh lebih kuat daripada yang selama ini Anda sadari.

1. Mengalami kegagalan besar tetapi tetap mencoba lagi

Kegagalan bisa menghancurkan kepercayaan diri. Kehilangan pekerjaan, bisnis yang bangkrut, tidak diterima di tempat yang diinginkan, atau impian yang runtuh sering kali membuat seseorang ingin menyerah.

Namun, psikologi menunjukkan bahwa kemampuan untuk bangkit setelah kegagalan merupakan ciri utama resiliensi. Orang yang tangguh tidak selalu berhasil dalam setiap usaha, tetapi mereka tidak membiarkan kegagalan mendefinisikan siapa diri mereka.

Jika Anda pernah jatuh dan masih memiliki keberanian untuk memulai lagi, itu adalah tanda kekuatan yang luar biasa.

2. Pernah kehilangan seseorang yang sangat berarti

Kehilangan orang yang dicintai adalah salah satu pengalaman paling menyakitkan dalam hidup. Tidak ada cara mudah untuk menghadapinya.

Meski rasa kehilangan mungkin tidak pernah benar-benar hilang, belajar menjalani kehidupan sambil membawa kenangan dan melanjutkan hari demi hari menunjukkan ketangguhan emosional yang mendalam.

Anda tidak harus "baik-baik saja" setiap saat untuk dianggap kuat. Bertahan di tengah duka saja sudah merupakan bentuk keberanian.

3. Melewati masa-masa ketika hidup terasa sangat tidak pasti

Mungkin Anda pernah mengalami masa ketika tidak tahu bagaimana membayar tagihan bulan depan, tidak tahu apakah pekerjaan akan bertahan, atau bingung mengenai masa depan.

Ketidakpastian sering kali memicu kecemasan dan rasa takut. Namun, jika Anda berhasil melewati masa itu, bahkan dengan banyak kekhawatiran, Anda telah membuktikan bahwa Anda mampu bertahan dalam situasi yang tidak nyaman.

Kemampuan menghadapi ketidakpastian merupakan salah satu aspek penting dari ketahanan psikologis.

4. Bertahan setelah dikhianati atau dikecewakan oleh orang yang dipercaya

Pengkhianatan dari pasangan, teman, keluarga, atau rekan kerja dapat meninggalkan luka emosional yang dalam.

Namun, jika Anda berhasil memulihkan diri, belajar mempercayai lagi, atau setidaknya tidak membiarkan pengalaman tersebut membuat hati Anda sepenuhnya tertutup, itu menunjukkan kekuatan yang luar biasa.

Psikologi menyebut kemampuan ini sebagai emotional recovery, yaitu proses bangkit kembali setelah mengalami luka emosional.

5. Pernah harus memulai dari nol

Tidak semua orang mengalami titik di mana mereka harus membangun kembali hidupnya. Namun bagi sebagian orang, kehilangan pekerjaan, pindah ke tempat baru, atau mengalami perubahan besar memaksa mereka untuk memulai dari awal.

Memulai dari nol membutuhkan keberanian, kesabaran, dan keyakinan bahwa masa depan masih bisa diperbaiki.

Jika Anda pernah melewati fase tersebut, Anda mungkin jauh lebih tangguh daripada yang Anda kira.

6. Tetap melanjutkan hidup meskipun sedang berjuang secara emosional

Banyak orang mengira ketangguhan berarti tidak pernah sedih, tidak pernah cemas, dan tidak pernah merasa lelah.

Padahal, psikologi melihatnya secara berbeda.

Seseorang bisa merasa sedih, kecewa, bahkan kehilangan semangat, tetapi tetap menjalani tanggung jawabnya, tetap bangun setiap pagi, dan terus berusaha. Itu bukan tanda kelemahan, melainkan bukti bahwa ia memiliki daya tahan mental yang kuat.

Bertahan ketika semuanya terasa berat adalah bentuk keberanian yang sering tidak dihargai.

7. Mampu menerima bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan

Salah satu pelajaran hidup yang paling sulit adalah menerima bahwa kita tidak bisa mengendalikan semua orang, semua keadaan, atau semua hasil.

Orang yang matang secara psikologis memahami bahwa mereka hanya bisa mengendalikan sikap, tindakan, dan respons mereka sendiri.

Jika Anda telah belajar melepaskan hal-hal yang berada di luar kendali Anda, berarti Anda telah mengembangkan ketangguhan yang berasal dari kebijaksanaan.

8. Pernah menghadapi penolakan tetapi tidak berhenti percaya pada diri sendiri

Penolakan dapat datang dalam berbagai bentuk: tidak diterima bekerja, ditolak oleh seseorang yang dicintai, atau merasa tidak dihargai.

Penolakan memang menyakitkan. Namun, orang yang tangguh tidak menjadikan penolakan sebagai ukuran nilai dirinya.

Jika Anda pernah mengalami penolakan dan masih terus maju, itu menunjukkan bahwa identitas Anda tidak ditentukan oleh pendapat orang lain.

9. Belajar memaafkan diri sendiri atas kesalahan masa lalu

Banyak orang lebih mudah memaafkan orang lain daripada memaafkan dirinya sendiri.

Rasa bersalah yang berkepanjangan dapat menguras energi mental dan menghambat pertumbuhan pribadi. Menurut psikologi, self-compassion atau kemampuan memperlakukan diri sendiri dengan pengertian dan kasih sayang merupakan faktor penting dalam kesehatan mental.

Jika Anda sudah belajar menerima bahwa Anda manusia biasa yang pernah melakukan kesalahan, maka Anda telah mencapai tingkat kedewasaan emosional yang tinggi.

10. Tetap memiliki harapan setelah melewati masa-masa sulit

Mungkin inilah tanda ketangguhan terbesar.

Setelah mengalami kegagalan, kehilangan, kekecewaan, dan berbagai tantangan, masih mampu percaya bahwa hari esok bisa menjadi lebih baik merupakan kekuatan yang tidak dimiliki semua orang.

Harapan bukanlah bentuk kepolosan. Harapan adalah keputusan untuk tetap melihat kemungkinan baik meskipun hidup pernah memberikan banyak alasan untuk menyerah.

Menurut psikologi positif, harapan berperan penting dalam membantu seseorang bertahan dan berkembang setelah mengalami kesulitan.

Ketangguhan yang Sering Tidak Disadari

Ketangguhan bukan berarti tidak pernah menangis.

Bukan pula berarti selalu terlihat kuat atau mampu menghadapi segalanya sendirian.

Ketangguhan sering hadir dalam bentuk yang sederhana:

Tetap bangun setiap pagi meski hati sedang lelah.
Mencoba lagi setelah gagal.
Tetap mencintai setelah pernah disakiti.
Tetap berharap setelah mengalami kekecewaan.
Memilih untuk terus berjalan, bahkan ketika langkah terasa berat.

Jadi, jika Anda telah berhasil melewati beberapa dari sepuluh pengalaman hidup di atas, jangan meremehkan diri sendiri. Menurut psikologi, kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan terus melangkah adalah tanda bahwa Anda memiliki kekuatan yang mungkin bahkan belum sepenuhnya Anda sadari.

Kadang-kadang, orang yang paling tangguh bukanlah mereka yang tidak pernah terluka, melainkan mereka yang tetap memilih untuk melanjutkan hidup dengan hati yang masih terbuka dan harapan yang masih menyala.***
EDITOR: Setyo Adi Nugroho