JawaPos.com - Di tengah dunia yang penuh tren, tekanan sosial, dan keinginan untuk “menjadi seperti orang lain”, menjadi pribadi yang benar-benar orisinal adalah sesuatu yang langka. Banyak orang mengira bahwa orisinalitas hanya dimiliki oleh seniman, penulis, atau para jenius. Padahal, menurut berbagai penelitian psikologi, orisinalitas lebih berkaitan dengan cara berpikir dan kebiasaan sehari-hari daripada bakat bawaan.
Orang yang sangat orisinal tidak selalu tampil nyentrik atau berbeda secara mencolok. Justru, mereka memiliki sejumlah kebiasaan yang bagi kebanyakan orang tampak tidak biasa. Menariknya, kebiasaan-kebiasaan ini sering dianggap aneh, padahal menjadi fondasi kreativitas dan pemikiran yang lebih mendalam.
Dilansir dari Expert Editor pada Senin (22/6), terdapat delapan hal tidak konvensional yang menunjukkan bahwa Anda mungkin lebih orisinal daripada 99% orang.
1. Anda Tidak Takut Berubah Pikiran
Banyak orang menganggap mengubah pendapat sebagai tanda kelemahan atau ketidakkonsistenan. Namun psikologi menunjukkan sebaliknya.
Orang yang orisinal cenderung memiliki cognitive flexibility, yaitu kemampuan untuk menyesuaikan cara berpikir ketika menemukan informasi baru. Mereka tidak terlalu terikat pada ego atau kebutuhan untuk selalu benar.
Jika Anda pernah berkata, “Saya dulu salah, sekarang saya melihatnya dari sudut pandang berbeda,” itu bukan tanda bahwa Anda mudah dipengaruhi. Justru itu menunjukkan keterbukaan intelektual yang tinggi.
Orang-orang kreatif memahami bahwa mempertahankan keyakinan yang salah hanya demi gengsi akan menghambat perkembangan mereka.
2. Anda Menikmati Kesendirian
Banyak orang takut sendirian dan selalu mencari distraksi. Sebaliknya, individu yang sangat orisinal justru merasa nyaman menghabiskan waktu sendiri.
Menurut psikologi, kesendirian yang sehat memungkinkan otak memasuki kondisi reflektif yang penting untuk menghasilkan ide-ide baru. Tanpa kebisingan sosial yang terus-menerus, seseorang dapat mendengar pikirannya sendiri dengan lebih jelas.
Ini bukan berarti antisosial. Mereka hanya memahami bahwa kreativitas sering tumbuh dalam keheningan.
Banyak ide besar dalam sejarah lahir ketika seseorang sedang berjalan sendiri, membaca, atau sekadar duduk tanpa gangguan.
3. Anda Sering Mempertanyakan Hal yang Dianggap Normal
Kebanyakan orang menerima sesuatu karena “memang sudah begitu”. Orang yang orisinal memiliki kebiasaan bertanya:
Mengapa kita melakukan ini?
Apakah ada cara yang lebih baik?
Siapa yang mengatakan bahwa ini satu-satunya pilihan?
Dalam psikologi, sikap ini berkaitan dengan pemikiran divergen, yaitu kemampuan melihat berbagai kemungkinan daripada hanya menerima satu jawaban.
Mungkin orang lain menganggap Anda terlalu banyak bertanya atau terlalu kritis. Padahal, rasa ingin tahu semacam inilah yang melahirkan inovasi.
4. Anda Tidak Terobsesi Menyenangkan Semua Orang
Keinginan untuk diterima adalah naluri manusia. Namun orang yang terlalu bergantung pada persetujuan orang lain sering kehilangan identitasnya sendiri.
Orang yang lebih orisinal memahami bahwa tidak semua orang akan menyukai pilihan atau pandangan mereka. Dan itu tidak masalah.
Mereka tetap mendengarkan masukan, tetapi tidak menjadikan opini orang lain sebagai penentu utama hidup mereka.
Psikologi menyebutnya sebagai internal locus of control, yaitu keyakinan bahwa arah hidup lebih banyak ditentukan oleh keputusan pribadi daripada tekanan eksternal.
5. Anda Memiliki Banyak Minat yang Tidak Berhubungan
Mungkin Anda menyukai sejarah, fotografi, psikologi, memasak, dan astronomi sekaligus. Sebagian orang menganggap ini sebagai tanda kurang fokus.
Namun penelitian menunjukkan bahwa kreativitas sering muncul dari kemampuan menghubungkan bidang-bidang yang berbeda.
Steve Jobs pernah mengatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan menghubungkan berbagai pengalaman.
Semakin beragam pengalaman dan minat seseorang, semakin besar kemungkinan ia menghasilkan ide yang unik.
Jadi, jika Anda memiliki banyak ketertarikan yang tampaknya tidak berkaitan, itu bisa menjadi tanda bahwa otak Anda bekerja secara lebih kreatif.
6. Anda Tidak Takut Terlihat Aneh
Salah satu hambatan terbesar terhadap orisinalitas adalah rasa takut dianggap berbeda.
Orang yang sangat orisinal memahami bahwa menjadi unik sering kali berarti tidak selalu dimengerti oleh orang lain.
Mereka mungkin memiliki cara berpakaian yang khas, hobi yang tidak umum, atau pandangan yang berbeda dari mayoritas. Namun mereka tidak mengorbankan jati diri hanya demi menyesuaikan diri.
Psikolog Abraham Maslow menemukan bahwa orang-orang yang mencapai aktualisasi diri cenderung lebih independen dari tekanan sosial dan lebih nyaman menjadi diri mereka sendiri.
7. Anda Justru Menyukai Pertanyaan Sulit
Sebagian orang menghindari ketidakpastian karena membuat mereka tidak nyaman. Namun individu yang orisinal sering tertarik pada pertanyaan yang belum memiliki jawaban jelas.
Mereka menikmati proses berpikir, mengeksplorasi kemungkinan, dan menerima bahwa tidak semua hal harus diselesaikan dengan cepat.
Dalam psikologi, kemampuan ini dikenal sebagai tolerance for ambiguity atau toleransi terhadap ketidakpastian.
Sifat ini sering ditemukan pada ilmuwan, penulis, penemu, dan orang-orang kreatif lainnya.
Alih-alih tergesa-gesa mencari jawaban, mereka lebih tertarik memahami kompleksitas masalah.
8. Anda Tidak Selalu Mengikuti Arus
Mengikuti mayoritas memang terasa aman. Namun orang yang orisinal tidak secara otomatis menerima sesuatu hanya karena semua orang melakukannya.
Mereka mengevaluasi, mempertimbangkan, lalu memutuskan sendiri apakah sesuatu sesuai dengan nilai dan keyakinan mereka.
Kadang keputusan mereka berbeda dari kebanyakan orang. Bukan karena ingin memberontak atau mencari perhatian, tetapi karena mereka lebih menghargai pemikiran independen.
Psikologi menunjukkan bahwa kemampuan mempertahankan pandangan yang diyakini, meski berbeda dari kelompok, merupakan ciri individu yang memiliki identitas diri yang kuat.
Orisinalitas Bukan Berarti Selalu Berbeda
Menjadi orisinal tidak berarti harus menolak semua aturan atau sengaja tampil eksentrik. Orisinalitas sejati adalah keberanian untuk berpikir sendiri, bersedia belajar, dan hidup sesuai nilai yang Anda yakini.
Jika Anda melakukan beberapa dari delapan hal di atas, mungkin selama ini Anda pernah dianggap terlalu berbeda, terlalu banyak berpikir, atau bahkan sedikit aneh.
Namun menurut psikologi, justru karakteristik semacam itulah yang sering dimiliki oleh orang-orang paling kreatif dan autentik.