JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak tidak berhenti ketika seorang anak tumbuh menjadi dewasa. Justru, fase dewasa menghadirkan tantangan baru yang sering kali tidak dipahami sepenuhnya oleh kedua belah pihak. Banyak orang tua masih melihat anak mereka sebagai sosok yang perlu diarahkan seperti dulu, sementara anak yang sudah dewasa berharap diperlakukan sebagai individu mandiri dengan cara pandang dan tanggung jawab yang berbeda.
Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (17/6), menurut berbagai penelitian psikologi perkembangan dan hubungan keluarga, terdapat sejumlah hal yang paling sering diharapkan oleh anak-anak yang telah dewasa agar dapat dipahami oleh orang tua mereka. Berikut delapan di antaranya.
1. Mereka Masih Membutuhkan Orang Tua, Tetapi dengan Cara yang Berbeda
Ketika masih kecil, kebutuhan utama anak adalah perlindungan dan arahan. Namun saat dewasa, kebutuhan itu berubah menjadi dukungan emosional dan kepercayaan.
Banyak orang tua menganggap bahwa karena anak sudah mandiri, mereka tidak lagi membutuhkan kehadiran keluarga. Padahal, penelitian dalam psikologi menunjukkan bahwa ikatan emosional dengan orang tua tetap memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan seseorang sepanjang hidup.
Anak yang sudah dewasa mungkin tidak lagi meminta bantuan dalam hal-hal sederhana, tetapi mereka tetap menginginkan tempat yang aman untuk berbagi cerita, meminta nasihat, atau sekadar merasa diterima tanpa dihakimi.
2. Kehidupan saat Ini Jauh Berbeda Dibandingkan Generasi Orang Tua
Banyak anak dewasa berharap orang tua memahami bahwa kondisi ekonomi, sosial, dan dunia kerja sekarang tidak sama seperti puluhan tahun lalu.
Harga rumah yang semakin mahal, persaingan kerja yang ketat, perkembangan teknologi yang cepat, serta tekanan sosial dari media digital menciptakan tantangan yang berbeda dari yang pernah dihadapi generasi sebelumnya.
Menurut psikologi sosial, konflik antargenerasi sering muncul ketika pengalaman masa lalu dijadikan satu-satunya standar untuk menilai kehidupan masa kini. Padahal, setiap generasi memiliki tantangan yang unik.
3. Mereka Ingin Didengarkan, Bukan Selalu Dinasihati
Salah satu keluhan yang paling sering disampaikan anak dewasa adalah perasaan bahwa setiap percakapan dengan orang tua berubah menjadi sesi nasihat.
Padahal, menurut psikologi komunikasi, seseorang sering kali lebih membutuhkan validasi dan empati dibandingkan solusi instan. Mendengarkan tanpa langsung mengoreksi atau membandingkan dapat memperkuat kedekatan emosional.
Terkadang, anak yang sudah dewasa hanya ingin berkata, "Hari ini sangat melelahkan," dan berharap respons yang mereka terima adalah, "Pasti berat ya," bukan daftar panjang tentang apa yang seharusnya mereka lakukan.
4. Pilihan Hidup Mereka Tidak Selalu Sama dengan Harapan Orang Tua
Setiap individu memiliki nilai, impian, dan definisi kebahagiaan yang berbeda. Ada yang memilih fokus pada karier, menunda pernikahan, tidak memiliki anak, atau mengambil profesi yang tidak umum.
Menurut teori perkembangan Erik Erikson, masa dewasa merupakan periode ketika seseorang berusaha membangun identitas dan tujuan hidup yang sesuai dengan dirinya sendiri.
Karena itu, banyak anak dewasa berharap orang tua dapat menghargai pilihan hidup mereka, meskipun pilihan tersebut berbeda dari harapan keluarga.
5. Tekanan Mental dan Emosional yang Mereka Hadapi Nyata
Generasi saat ini menghadapi tekanan dari berbagai arah: pekerjaan, keuangan, hubungan sosial, tuntutan pencapaian, hingga paparan media sosial yang terus-menerus.
Psikologi modern menunjukkan bahwa stres, kecemasan, dan kelelahan emosional bukanlah tanda kelemahan, melainkan respons alami terhadap tekanan yang berkepanjangan.
Ketika anak dewasa mengeluhkan kelelahan atau masalah kesehatan mental, mereka berharap orang tua tidak meremehkannya dengan kalimat seperti:
"Dulu juga hidup susah."
"Kamu terlalu banyak berpikir."
"Kurang bersyukur saja."
Sebaliknya, dukungan dan empati dapat membantu mereka lebih kuat menghadapi tantangan tersebut.
6. Mereka Membutuhkan Kepercayaan, Bukan Pengawasan Berlebihan
Meskipun sudah memiliki pekerjaan, pasangan, atau keluarga sendiri, sebagian anak dewasa masih merasa diperlakukan seperti anak kecil.
Psikologi perkembangan menjelaskan bahwa otonomi merupakan kebutuhan penting bagi orang dewasa. Terlalu banyak mengontrol dapat memicu konflik dan menjauhkan hubungan.
Anak dewasa berharap orang tua percaya bahwa mereka mampu membuat keputusan sendiri, termasuk belajar dari kesalahan yang mungkin terjadi.
Kepercayaan dari orang tua sering kali menjadi bentuk kasih sayang yang lebih bermakna dibandingkan pengawasan yang berlebihan.
7. Mereka Ingin Hubungan yang Lebih Setara
Saat kecil, hubungan dengan orang tua bersifat hierarkis. Namun ketika anak sudah dewasa, banyak yang menginginkan hubungan yang lebih setara dan saling menghormati.
Hal ini tidak berarti menghilangkan rasa hormat kepada orang tua, melainkan membangun komunikasi yang lebih terbuka dan dewasa.
Menurut psikologi keluarga, hubungan yang sehat pada masa dewasa ditandai oleh:
Saling menghargai pendapat.
Tidak menggunakan rasa bersalah sebagai alat kontrol.
Memberikan ruang untuk berbeda pandangan.
Menjalin komunikasi yang jujur dan hangat.
Hubungan yang lebih setara justru dapat mempererat ikatan antara orang tua dan anak.
8. Mereka Ingin Dicintai Tanpa Syarat
Pada akhirnya, hampir semua anak dewasa memiliki harapan yang sama: diterima dan dicintai apa adanya.
Prestasi, pekerjaan, status pernikahan, atau pencapaian lainnya bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan hidup. Menurut psikologi humanistik yang dikembangkan oleh Abraham Maslow dan Carl Rogers, penerimaan tanpa syarat (unconditional positive regard) merupakan salah satu kebutuhan emosional yang paling mendasar.
Anak-anak yang merasa dicintai tanpa syarat cenderung memiliki harga diri yang lebih sehat, hubungan yang lebih baik, dan kemampuan menghadapi tekanan hidup yang lebih kuat.
Penutup
Menjadi dewasa tidak berarti seseorang berhenti menjadi anak bagi orang tuanya. Namun, cara mereka membutuhkan kasih sayang dan dukungan berubah seiring waktu. Banyak anak dewasa tidak mengharapkan orang tua yang sempurna. Mereka hanya berharap dapat dipahami, dipercaya, dan diterima sebagai individu yang sedang berusaha menjalani kehidupan dengan segala tantangannya.
Pada akhirnya, hubungan yang hangat antara orang tua dan anak dewasa bukan dibangun dari seberapa sering mereka sepakat dalam segala hal, melainkan dari kemampuan untuk saling mendengarkan, menghormati perbedaan, dan tetap hadir satu sama lain dalam berbagai fase kehidupan.
Baca Juga: 10 Pelajaran Hidup Pahit dari Orang Baik yang Kini Punya Sedikit Teman Menurut Psikologi