← Beranda
10 Hal yang Dilakukan Orang yang Cerdas secara Emosional ketika Mereka Tidak Dihargai Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahKamis, 18 Juni 2026 | 05.08 WIB
Ilustrasi seseorang yang tetap tenang saat tidak dihargai (Magnific/Freepik)

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang tentu ingin dihargai dan diakui. Namun, kenyataannya tidak semua usaha, perhatian, atau kebaikan yang diberikan akan selalu mendapatkan respons yang sepadan. Situasi seperti ini sering menimbulkan rasa kecewa, marah, bahkan membuat seseorang mempertanyakan nilai dirinya sendiri.

Menariknya, menurut psikologi, orang yang memiliki kecerdasan emosional (emotional intelligence) tinggi cenderung mampu menghadapi kondisi tersebut dengan lebih sehat. Mereka tidak membiarkan perlakuan orang lain menentukan harga diri mereka. Sebaliknya, mereka memilih respons yang lebih bijaksana dan konstruktif.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (16/6), terdapat sepuluh hal yang biasanya dilakukan oleh orang yang cerdas secara emosional ketika mereka merasa tidak dihargai.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Jatuh Cinta pada Seseorang yang Tidak Membalas Cintamu Menurut Psikologi

1. Mereka Tidak Langsung Bereaksi secara Emosional

Saat merasa diremehkan atau diabaikan, reaksi spontan seperti marah atau tersinggung memang sangat manusiawi. Namun, orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi tidak membiarkan emosi sesaat mengambil alih.

Dalam psikologi, kemampuan ini dikenal sebagai self-regulation atau pengendalian diri. Mereka memberi waktu pada diri sendiri untuk memahami situasi sebelum mengambil tindakan. Dengan begitu, mereka dapat merespons secara lebih rasional dan menghindari penyesalan akibat keputusan yang diambil dalam keadaan emosi memuncak.

2. Mereka Memahami bahwa Tidak Semua Orang Mampu Menghargai Orang Lain

Orang yang cerdas secara emosional menyadari bahwa perilaku orang lain sering kali lebih mencerminkan kondisi internal orang tersebut daripada nilai diri mereka sendiri.

Kurangnya penghargaan bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti stres, rasa iri, ketidakmatangan emosional, atau bahkan ketidakmampuan seseorang untuk menunjukkan apresiasi. Karena itu, mereka tidak terburu-buru menyalahkan diri sendiri.

Pemahaman ini membantu mereka menjaga kesehatan mental dan mengurangi kecenderungan untuk terlalu memikirkan penilaian orang lain.

3. Mereka Tidak Mencari Validasi dari Semua Orang

Psikologi menunjukkan bahwa individu yang sehat secara emosional tidak menggantungkan harga dirinya pada pengakuan eksternal semata.

Ketika tidak dihargai, mereka tidak memaksakan diri untuk terus menyenangkan orang lain demi mendapatkan pujian atau penerimaan. Mereka memahami bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh seberapa banyak orang mengakui keberadaan mereka.

Sebaliknya, mereka membangun rasa percaya diri dari dalam diri melalui pencapaian, prinsip hidup, dan hubungan yang sehat.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Perempuan yang Mendapatkan Rasa Hormat secara Diam-Diam di Setiap Ruangan yang Mereka Masuki Menurut Psikologi

4. Mereka Mengomunikasikan Perasaan dengan Tenang

Orang yang cerdas secara emosional tidak memendam rasa kecewa terlalu lama. Mereka juga tidak memilih untuk meledak dalam kemarahan.

Jika situasinya memungkinkan, mereka akan menyampaikan perasaan secara jujur dan asertif. Misalnya dengan mengatakan:

"Saya merasa kurang dihargai ketika pendapat saya diabaikan. Saya berharap kita bisa saling mendengarkan dengan lebih baik."

Cara komunikasi seperti ini membantu menyelesaikan masalah tanpa memperkeruh hubungan.

5. Mereka Menetapkan Batasan yang Sehat

Menurut psikologi, kemampuan menetapkan batasan (boundaries) merupakan salah satu tanda kedewasaan emosional.

Ketika seseorang terus-menerus meremehkan atau memanfaatkan mereka, orang yang cerdas secara emosional tidak ragu untuk menjaga jarak atau mengurangi keterlibatan.

Mereka memahami bahwa menghormati diri sendiri sama pentingnya dengan menghormati orang lain. Menetapkan batasan bukanlah tindakan egois, melainkan bentuk perlindungan terhadap kesehatan emosional.

Baca Juga: 7 Perilaku yang Dihentikan oleh Orang Percaya Diri yang Mengubah Segalanya Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?

6. Mereka Memilih Pertempuran yang Layak Diperjuangkan

Tidak semua masalah harus dibalas atau diperdebatkan. Orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi tahu kapan harus berbicara dan kapan lebih baik melepaskan.

Mereka tidak menghabiskan energi untuk membuktikan diri kepada orang-orang yang memang tidak berniat menghargai mereka. Fokus mereka adalah menjaga kedamaian batin dan menggunakan energi untuk hal-hal yang lebih penting.

Kemampuan memilih prioritas ini membantu mereka terhindar dari konflik yang tidak perlu.

7. Mereka Melakukan Introspeksi Tanpa Menyalahkan Diri Sendiri

Ketika menghadapi perlakuan yang kurang menyenangkan, mereka tetap bersedia mengevaluasi diri. Mereka bertanya:

Apakah ada hal yang bisa saya perbaiki?
Apakah saya telah mengomunikasikan kebutuhan saya dengan jelas?
Apakah ekspektasi saya terlalu tinggi?

Namun, proses refleksi ini dilakukan secara objektif, bukan dengan menyalahkan diri secara berlebihan. Mereka memahami bahwa introspeksi bertujuan untuk bertumbuh, bukan untuk menghukum diri sendiri.

8. Mereka Mengarahkan Energi pada Hal-Hal yang Lebih Bermakna

Daripada terus memikirkan orang yang tidak menghargai mereka, individu yang cerdas secara emosional memilih menginvestasikan waktu dan tenaga pada hal-hal yang lebih positif.

Mereka fokus pada:

Pengembangan diri.
Karier dan tujuan hidup.
Kesehatan fisik dan mental.
Hubungan yang saling mendukung.
Aktivitas yang memberi makna dan kebahagiaan.

Sikap ini membuat mereka tidak terjebak dalam rasa kecewa yang berkepanjangan.

Baca Juga: 8 Alasan Mengapa Orang Baik Akhirnya Merasa Kesepian meskipun Mereka Baik dan Penuh Perhatian Menurut Psikologi

9. Mereka Mengelilingi Diri dengan Orang-Orang yang Menghargai Mereka

Psikologi sosial menunjukkan bahwa lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap kesejahteraan emosional seseorang.

Karena itu, orang yang cerdas secara emosional lebih memilih mempertahankan hubungan yang sehat daripada memaksakan hubungan yang terus membuat mereka merasa tidak dihargai.

Mereka membangun lingkaran sosial yang terdiri dari orang-orang yang mampu memberikan rasa hormat, empati, dan dukungan. Bagi mereka, kualitas hubungan jauh lebih penting daripada jumlah teman atau relasi.

10. Mereka Tetap Melangkah dan Tidak Membiarkan Pengalaman Itu Mendefinisikan Diri Mereka

Hal terpenting yang membedakan orang dengan kecerdasan emosional tinggi adalah kemampuan untuk bangkit.

Mereka memahami bahwa tidak semua orang akan memahami atau menghargai diri mereka. Namun, mereka tidak menjadikan pengalaman tersebut sebagai ukuran nilai pribadi.

Alih-alih tenggelam dalam kekecewaan, mereka memilih untuk terus berkembang, belajar, dan melangkah maju. Mereka percaya bahwa penghargaan yang paling penting berasal dari kemampuan menghormati dan menerima diri sendiri.

Penutup

Merasa tidak dihargai adalah pengalaman yang hampir tidak bisa dihindari dalam kehidupan. Namun, menurut psikologi, respons seseorang terhadap situasi tersebut jauh lebih penting daripada perlakuan yang diterimanya.

Orang yang cerdas secara emosional tidak membalas dengan kemarahan atau terus-menerus mencari pengakuan. Mereka mengelola emosi dengan baik, menetapkan batasan yang sehat, serta memilih untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang benar-benar bernilai.

Pada akhirnya, kedewasaan emosional bukan berarti tidak pernah terluka, melainkan kemampuan untuk tetap tenang, menjaga harga diri, dan terus bertumbuh meskipun tidak selalu mendapatkan penghargaan dari orang lain.

Baca Juga: 11 Ucapan yang Menunjukkan Orang Tua Tidak Mengajarkan Literasi Finansial soal Nilai Uang Menurut Psikologi

EDITOR: Candra Mega Sari