← Beranda
Jangan Dianggap Sepele! 6 Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Tanpa Disadari
Rabbany WanadrianiSenin, 15 Juni 2026 | 17.19 WIB
Ilustrasi stres dalam pekerjaan. (www.freepik.com)

JawaPos.com – Kanker merupakan penyakit yang berkembang akibat berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari faktor genetik, lingkungan, hingga pola hidup sehari-hari.

Meskipun tidak semua faktor risiko dapat dikendalikan, ada sejumlah kebiasaan yang tanpa disadari dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker seiring berjalannya waktu.

Banyak dari kebiasaan tersebut kerap dianggap sepele atau tidak berbahaya, padahal jika dilakukan terus-menerus dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Memahami berbagai faktor risiko ini dapat membantu seseorang mengambil keputusan yang lebih bijak untuk menjaga kesehatan dan mengurangi potensi munculnya penyakit di masa depan.

Baca Juga: 11 Kebiasaan Buruk yang Menguras Energi dan Menghambat Kemajuan Hidup Menurut Psikologi

Mengutip English Jagran, berikut enam kebiasaan yang sering luput dari perhatian, tetapi dapat meningkatkan risiko kanker secara bertahap.

1. Gaya hidup kurang gerak

Duduk dalam waktu lama dan kurangnya olahraga tidak hanya dapat menyebabkan obesitas, tetapi juga peradangan ringan dan perubahan profil hormonal.

Hal ini pada gilirannya menciptakan lingkungan biologis yang mendukung inisiasi dan perkembangan kanker.

2. Kebiasaan tidur yang buruk

Kurang tidur atau tidur yang tidak teratur merupakan salah satu penyebab penurunan produksi melatonin.

Melatonin adalah hormon dengan efek antikanker dan perlindungan.

Pola tidur-bangun yang terganggu mengakibatkan sistem kekebalan tubuh yang terganggu sehingga regulasi berkurang dan sel-sel ganas lebih leluasa berkembang biak.

3. Stres kronis

Stres yang berkepanjangan berdampak pada kortisol serta kekuatan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, paparan stres yang berlebihan akan mengubah seseorang menjadi pasien kanker karena kondisi sistem kekebalan tubuh yang terganggu.

4. Konsumsi alkohol

Bahkan jumlah alkohol yang sedang pun dapat menjadi faktor risiko kanker.

Mekanisme konversi alkohol yang lama mengubahnya menjadi asetaldehida, karsinogen yang sangat berbahaya yang sering ditemukan pada kanker payudara, kanker hati, dan kanker mulut.

5. Penggunaan tembakau

Baik dihisap atau dikunyah, tembakau tetap menjadi salah satu agen penyebab kanker yang paling ampuh.

Ini adalah salah satu alasan utama mengapa risiko kanker meningkat di berbagai sistem organ sebagai akibat dari tindakannya langsung pada kerusakan DNA seluler.

6. Melewatkan pemeriksaan pencegahan

Dengan menunda pemeriksaan kesehatan dan skrining yang diperlukan secara teratur, sebagian besar orang baru mendiagnosis penyakit pada stadium lanjut ketika situasinya sudah rumit.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho