← Beranda
Hatinya Sangat Lembut, 8 Perilaku Ini Dimiliki oleh Orang yang Merasa Bersalah Tinggalkan Hewan Peliharaan Sendirian di Rumah
Mohammad Maulana IqbalSabtu, 13 Juni 2026 | 20.20 WIB
Ilustrasi seseorang yang hatinya lembut. ( Freepik )

JawaPos.com – Meninggalkan hewan peliharaan di rumah sendirian sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sebagian pemiliknya, terutama bagi mereka yang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan hewan kesayangannya.

Dalam kajian psikologi, perasaan bersalah tersebut dapat memengaruhi cara seseorang bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Rasa itu kerap tercermin dalam berbagai kebiasaan atau perilaku tertentu yang muncul tanpa disadari.

Mengutip dari geediting.com pada Sabtu (13/6), disebutkan bahwa terdapat delapan perilaku yang umum ditunjukkan oleh orang yang merasa bersalah saat meninggalkan hewan peliharaan mereka sendirian di rumah menurut sudut pandang psikologi.

1. Menumpuk hadiah dan perhatian berlebihan

Perilaku paling umum yang sering terlihat adalah memberikan hadiah dan perhatian berlebihan kepada hewan peliharaan saat pemiliknya harus meninggalkan mereka sendiri di rumah.

Pemilik hewan akan memanjakan peliharaannya dengan mainan baru, camilan spesial, dan kasih sayang yang melimpah sebagai kompensasi atas ketidakhadiran mereka.

Meskipun niat ini baik, perilaku seperti ini justru dapat membuat hewan peliharaan menjadi terlalu bergantung pada hadiah dan perhatian ekstra untuk kebahagiaan mereka. Hal ini pada akhirnya bisa membuat mereka lebih sulit mengatasi situasi ketika pemiliknya tidak ada di rumah.

2. Menghindari aktivitas sosial

Rasa bersalah karena meninggalkan hewan peliharaan sendirian bisa mempengaruhi kehidupan sosial pemiliknya secara signifikan. Mereka cenderung menolak undangan makan malam, acara malam hari, atau perjalanan akhir pekan karena tidak ingin meninggalkan hewan peliharaan sendirian terlalu lama.

Meski pemikiran ini dapat dipahami, penting untuk tetap menjaga keseimbangan antara waktu bersama hewan peliharaan dan kehidupan sosial yang sehat.

3. Mengalami kecemasan berpisah

Kecemasan berpisah ternyata tidak hanya dialami oleh hewan peliharaan, tetapi juga oleh pemiliknya. Pemilik akan terus-menerus memikirkan kondisi hewan peliharaannya di rumah, mengecek kamera pengawas berulang kali, atau menghubungi orang di rumah untuk memastikan keadaan mereka.

Pemilik bahkan bisa mengalami gejala fisik seperti gelisah, jantung berdebar, atau sulit berkonsentrasi karena terlalu khawatir.

4. Merasa bersalah saat bersenang-senang

Ketika sedang berada di luar rumah dan menikmati waktu bersama teman atau berlibur, pemilik hewan sering merasa bersalah karena bersenang-senang. Perasaan ini bisa mengganggu kegembiraan mereka saat bersama orang lain atau bahkan membuat mereka memutuskan untuk pulang lebih awal.

Seringkali mereka berpikir bahwa seharusnya mereka berada di rumah menemani hewan peliharaan mereka daripada menikmati waktu di luar.

5. Terlalu memikirkan perilaku hewan

Pemilik yang merasa bersalah cenderung berlebihan dalam menginterpretasikan setiap perubahan kecil pada perilaku hewan peliharaan mereka.

Makanan yang tidak dihabiskan atau bantal yang rusak bisa langsung dianggap sebagai tanda bahwa hewan mereka sedang sedih atau kesepian.

Padahal, terkadang perubahan perilaku ini bisa jadi hanya karena hewan sedang tidak enak badan atau sekadar merasa bosan.

6. Membawa pekerjaan ke rumah

Untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan hewan peliharaan, beberapa orang memilih untuk membawa pekerjaan kantor ke rumah.

Alih-alih lembur di kantor, mereka lebih memilih menyelesaikan pekerjaan di rumah dengan pemikiran setidaknya bisa berada di ruangan yang sama dengan hewan peliharaan mereka.

Meskipun terlihat seperti solusi yang baik, hal ini bisa mengaburkan batas antara waktu kerja dan waktu pribadi.

7. Mengabaikan kebutuhan pribadi

Ketika terlalu fokus mengkhawatirkan hewan peliharaan, pemilik sering melupakan kebutuhan diri sendiri. Mereka mungkin melewatkan waktu makan, kurang tidur, atau tidak berolahraga karena terlalu sibuk memikirkan hewan peliharaan yang ditinggal sendirian.

Padahal, mengabaikan kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri justru akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam merawat hewan peliharaan dengan baik.

8. Melupakan bahwa ini wajar

Pemilik hewan perlu mengingat bahwa meninggalkan hewan peliharaan sendirian di rumah adalah hal yang normal dan wajar. Hewan peliharaan sebenarnya memiliki kemampuan beradaptasi yang baik dan bisa mengatasi situasi ketika ditinggal sendirian untuk beberapa waktu.

Rasa bersalah yang berlebihan justru bisa menciptakan stres tambahan bagi kedua belah pihak, baik pemilik maupun hewan peliharaan itu sendiri.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho