← Beranda
3 Kebiasaan yang Dianggap Malas Padahal Tanda Kecerdasan Seseorang
Rabbany WanadrianiSelasa, 9 Juni 2026 | 20.24 WIB
ilustrasi orang yang tidur. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Beberapa tindakan manusia sering kali disalahartikan sebagai tanda kemalasan atau kurangnya kemauan untuk aktif.

Namun, psikologi menemukan bahwa setidaknya terdapat kebiasaan yang sebenarnya merupakan tanda orang cerdas.

Melansir psychologytoday, mari simak tiga kebiasaan yang sering dianggap malas padahal ternyata tanda kecerdasan seseorang.

Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Buat Seseorang Jauh Lebih Bahagia dan Meningkatkan Kesejahteraan Secara Psikologi

1. Seseorang tidak berusaha melakukan pekerjaan yang tidak perlu

Kebiasaan ini mungkin terdengar agak provokatif. Secara umum diyakini bahwa orang cerdas bekerja lebih keras daripada orang lain.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan tidak selalu menyebabkan pengeluaran energi yang berlebihan.

Terdapat sebuah hipotesis yang disebut efisiensi saraf.

Hipotesis ini menyatakan selama tugas-tugas kompleks, otak orang dengan kemampuan kognitif yang lebih tinggi mungkin menggunakan lebih sedikit sumber daya.

Dalam kehidupan nyata, hal ini tampak sangat sederhana.

Seseorang mungkin mengambil sepuluh langkah yang tidak perlu dan menghabiskan tiga jam untuk suatu tugas.

Itulah mengapa sebagian orang tidak suka mengulangi tindakan, mengotomatiskan tugas sehari-hari, mempertanyakan aturan yang aneh, atau mencari jalan pintas.

Terkadang ini tampak seperti kemalasan, tetapi sering kali hanyalah kebijaksanaan.

2. Seseorang banyak tidur dan istirahat di siang hari

Orang yang suka tidur sering dikritik. Hal ini terutama berlaku untuk tidur siang, pagi yang santai, atau kebiasaan tidak mengorbankan istirahat untuk bekerja.

Namun, ilmu saraf telah lama berhenti memandang tidur sebagai waktu yang terbuang.

Selama tidur, otak terus bekerja aktif yakni memproses informasi, membentuk ingatan, membantu mengkonsolidasi pengetahuan, dan memulihkan perhatian.

Para ilmuwan telah menetapkan hubungan antara pola tidur dan pemrosesan kognitif yang lebih efisien.

3. Seseorang mudah melepaskan dan tidak bereaksi terhadap hal kecil

Ini adalah ciri lain yang sering disalahartikan sebagai ketidakpedulian.

Psikolog mengatakan bahwa kecerdasan emosional yang tinggi sering kali terlihat dalam kemampuan untuk tidak terpaku pada hal-hal yang tidak layak mendapat perhatian.

Misalnya dua orang setelah percakapan yang tidak menyenangkan dengan seorang manajer.

Yang satu menganalisis setiap kata selama tiga hari. Yang lain mengambil pelajaran berharga dan melanjutkan hidup.

Orang kedua mungkin tampak terlalu tenang. Namun kenyataannya, hal ini sering kali mencerminkan kemampuan untuk melindungi sumber daya batin seseorang.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho