JawaPos.com – ADHD pada perempuan sering tidak terdiagnosis karena gejalanya berbeda dari pria, dan secara psikologi hal ini meninggalkan banyak perempuan berjuang tanpa pemahaman yang memadai.
Salah satu tanda paling umum dari ADHD tidak terdiagnosis adalah ucapan-ucapan spontan yang keluar tanpa filter sebelum mereka sempat memikirkannya.
Memahami frasa-frasa ini penting agar perempuan dan orang-orang di sekitar mereka bisa mengenali pola yang selama ini disalahpahami sebagai kelemahan karakter.
Dilansir dari laman YourTango pada Jumat (5/6), berikut sebelas ucapan yang paling sering diucapkan tanpa sadar oleh perempuan yang kemungkinan besar memiliki ADHD yang belum terdeteksi.
Baca Juga: 11 Ucapan Orang Canggung yang Membuat Percakapan Terasa Aneh Secara Psikologi
1. "Maaf, aku lupa lagi"
Perempuan dengan ADHD yang belum terdiagnosis sering menghadapi masalah disorganisasi dan lupa yang membuat mereka bekerja dua kali lebih keras dari orang lain.
Tanpa diagnosis yang membantu mereka memahami kondisinya, mereka cenderung menyalahkan diri sendiri secara berlebihan atas sesuatu yang sebenarnya di luar kendali mereka.
2. "Tadi kamu bilang apa?"
Studi dalam jurnal Frontiers in Psychiatry menemukan bahwa inattention adalah salah satu ciri ADHD yang paling sering terlewatkan pada perempuan.
Pikiran mereka mudah mengembara bahkan di tengah percakapan, sehingga frasa ini sering muncul bukan karena tidak peduli, melainkan karena cara kerja otak mereka yang berbeda.
3. "Aku nggak tahu kenapa aku nangis"
Studi dalam Frontiers in Integrative Neuroscience menemukan bahwa perempuan dengan ADHD lebih responsif terhadap informasi sensoris sehingga lebih mudah kewalahan secara emosional.
Mereka bisa menyadari bahwa sebenarnya tidak ada ancaman nyata, namun tetap kesulitan mengendalikan respons emosional yang terasa begitu kuat dan membingungkan.
4. "Aku lebih produktif kalau dikejar deadline"
Perempuan dengan ADHD kesulitan fokus di lingkungan yang monoton dan sering mengalami task paralysis yang membuat memulai pekerjaan terasa hampir mustahil.
Frasa ini biasanya bukan strategi yang disengaja, melainkan justifikasi atas perilaku menunda yang tidak bisa mereka hentikan meskipun sudah berusaha keras.
5. "Aku emang susah balas pesan"
Kesulitan dengan object permanence membuat perempuan dengan ADHD mudah melupakan pesan yang tidak langsung terlihat di depan mata mereka.
Frasa "aku emang susah balas pesan" sering diucapkan sebagai pembenaran atas keterlambatan yang sebenarnya berakar dari kesulitan atensi dan memori yang nyata.
6. "Aku butuh istirahat sebentar"
Perempuan dengan ADHD sering hidup dalam kondisi overstimulasi di mana terlalu banyak input sensoris bisa terasa sangat kewalahan bahkan di situasi yang normal.
Mereka membutuhkan ruang untuk mengatur sistem sarafnya karena gangguan kecil sekalipun bisa menyapu konsentrasi dan ketenangan mereka dengan sangat cepat.
7. "Kamu nggak ngerti"
Studi dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry menemukan bahwa perempuan dengan ADHD menghadapi lebih banyak kesalahpahaman sosial dan perjuangan mental dibandingkan laki-laki.
Ucapan ini bukan dramatisasi, melainkan cerminan nyata dari pengalaman unik yang memang sulit dipahami oleh orang yang tidak pernah mengalaminya sendiri.
8. "Aku lagi terobsesi sama ini"
Perempuan dengan ADHD bisa memasuki periode hiperfokus yang intens terhadap satu hal, hanya untuk merasa bosan dan kehilangan minat dengan sangat tiba-tiba.
Tanpa konteks diagnosis, siklus obsesi yang cepat padam ini membuat mereka kesulitan memahami minat sejati mereka dan merasa bingung tentang identitas diri sendiri.
9. "Aku agak bingung nih"
Kesulitan memproses bahasa lisan dan kecenderungan mudah teralihkan membuat banyak perempuan dengan ADHD sering merasa tertinggal meskipun sudah berusaha memperhatikan.
Rasa malu dan takut dianggap malas membuat mereka berpura-pura mengerti padahal sebenarnya mereka benar-benar kebingungan dan butuh panduan yang lebih jelas.
10. "Aku banyak banget yang harus dikerjain"
Task paralysis adalah perjuangan nyata yang membuat daftar tugas terasa semakin panjang sementara motivasi untuk memulai tidak kunjung datang.
Perempuan yang belum terdiagnosis sering merasa malu dengan pola ini dan tidak menyadari bahwa kesulitan memulai tugas adalah gejala nyata dari kondisi yang mereka alami.
11. "Aduh, aku terlambat lagi"
Studi tahun 2019 menemukan bahwa individu dengan ADHD sering mengalami time blindness, yaitu kesulitan memperkirakan berapa lama sebuah tugas atau perjalanan akan memakan waktu.
Keterlambatan yang terus berulang bukan cerminan dari ketidakhormatan terhadap waktu orang lain, melainkan konsekuensi dari perjuangan neurologis yang nyata dan sulit dikendalikan.
Baca Juga: 7 Fakta Psikologis Tentang Kesehatan Mental Gen Z yang Sulit Diabaikan