← Beranda
7 Tanda Anda Adalah Orang Tua yang Lebih Baik dari yang Anda Kira, Meskipun Terkadang Anda Meragukan Diri Sendiri Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahKamis, 4 Juni 2026 | 22.49 WIB
Ilustrasi seseorang yang menjadi orang tua yang baik (Magnific/Freepik)

JawaPos.com - Menjadi orang tua adalah salah satu peran paling menantang sekaligus paling bermakna dalam kehidupan. Tidak ada buku panduan yang sempurna, tidak ada orang tua yang selalu melakukan segala sesuatu dengan benar, dan tidak ada anak yang tumbuh tanpa menghadapi tantangan. Karena itu, wajar jika banyak orang tua sesekali bertanya pada diri sendiri, "Apakah saya sudah menjadi orang tua yang baik?"

Ironisnya, menurut psikologi, keraguan semacam itu sering kali bukan tanda bahwa Anda gagal. Justru sebaliknya. Orang tua yang benar-benar tidak peduli terhadap dampak perilaku mereka pada anak biasanya tidak menghabiskan waktu untuk mempertanyakan kualitas pengasuhan mereka. Sementara itu, orang tua yang penuh perhatian sering kali terlalu keras pada diri sendiri dan lebih fokus pada kesalahan-kesalahan kecil daripada keberhasilan yang telah mereka capai.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (4/6), jika Anda sering merasa belum cukup baik sebagai orang tua, mungkin sudah saatnya melihat tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Anda sebenarnya melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik daripada yang Anda sadari.

Baca Juga: 8 Hal yang Tidak Perlu Dijelaskan oleh Orang yang Punya Harga Diri Sejati kepada Siapa Pun Menurut Psikologi

1. Anda Meminta Maaf ketika Melakukan Kesalahan

Banyak orang tumbuh dalam lingkungan di mana orang tua dianggap harus selalu benar. Akibatnya, mengakui kesalahan kepada anak dianggap sebagai tanda kelemahan.

Namun, psikologi modern menunjukkan hal yang berbeda. Ketika orang tua mampu mengakui kesalahan dan meminta maaf, mereka memberikan contoh penting tentang tanggung jawab, kerendahan hati, dan kemampuan memperbaiki hubungan.

Tidak ada orang tua yang bisa selalu sabar. Ada kalanya Anda meninggikan suara, bereaksi berlebihan, atau membuat keputusan yang kurang tepat. Yang membedakan orang tua yang sehat secara emosional adalah kesediaan mereka untuk berkata, "Maaf, tadi Ayah atau Ibu salah."

Tindakan sederhana ini mengajarkan anak bahwa kesalahan adalah bagian dari kehidupan dan hubungan yang baik selalu bisa diperbaiki melalui komunikasi yang jujur.

2. Anda Khawatir tentang Kesejahteraan Anak

Mungkin Anda pernah terjaga di malam hari memikirkan masa depan anak. Mungkin Anda sering bertanya-tanya apakah keputusan yang Anda ambil sudah tepat.

Meskipun kecemasan berlebihan tidak sehat, tingkat kekhawatiran yang wajar menunjukkan bahwa Anda peduli. Menurut psikolog perkembangan, perhatian terhadap kebutuhan emosional, sosial, dan akademik anak merupakan salah satu ciri utama pengasuhan yang terlibat (engaged parenting).

Orang tua yang baik tidak selalu memiliki semua jawaban. Mereka hanya terus berusaha mencari cara terbaik untuk membantu anak berkembang.

Baca Juga: 9 Tanda Bahwa Anda Menjauhkan Orang Lain Tanpa Menyadarinya Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?

3. Anda Mendengarkan Anak, Bukan Hanya Memberi Perintah

Anak-anak membutuhkan arahan, tetapi mereka juga membutuhkan seseorang yang mau mendengar mereka.

Ketika anak bercerita tentang masalah di sekolah, ketakutan, atau bahkan hal-hal kecil yang menurut orang dewasa tidak penting, Anda berusaha memberikan perhatian. Mungkin Anda tidak selalu punya solusi yang tepat, tetapi Anda hadir dan mendengarkan.

Psikologi menunjukkan bahwa anak-anak yang merasa didengarkan cenderung memiliki harga diri yang lebih tinggi dan hubungan yang lebih kuat dengan orang tua mereka.

Mendengarkan bukan berarti selalu setuju. Mendengarkan berarti memberikan ruang bagi anak untuk merasa dipahami.

4. Anda Menetapkan Batasan yang Jelas

Sebagian orang tua merasa bersalah ketika harus mengatakan "tidak" kepada anak. Mereka takut dianggap terlalu keras atau tidak cukup pengertian.

Padahal, penelitian psikologi selama beberapa dekade menunjukkan bahwa anak berkembang paling baik ketika mereka tumbuh dalam lingkungan yang hangat tetapi tetap memiliki batasan yang konsisten.

Anak membutuhkan struktur untuk merasa aman. Mereka perlu mengetahui perilaku apa yang dapat diterima dan apa yang tidak.

Jika Anda menetapkan aturan, memberikan konsekuensi yang masuk akal, dan tetap menunjukkan kasih sayang, itu bukan tanda bahwa Anda terlalu ketat. Itu adalah tanda bahwa Anda sedang membantu anak belajar tanggung jawab dan pengendalian diri.

5. Anda Berusaha Terus Belajar

Orang tua yang baik tidak menganggap dirinya sudah mengetahui segalanya.

Anda mungkin membaca buku tentang pengasuhan, mencari informasi dari sumber terpercaya, mengikuti seminar, atau mencoba memahami kebutuhan anak sesuai usianya. Bahkan ketika Anda merasa bingung, Anda tetap berusaha belajar.

Psikologi menyebut pola pikir ini sebagai growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat terus berkembang melalui pembelajaran dan pengalaman.

Anak mendapat manfaat besar ketika melihat orang tuanya terbuka terhadap pengetahuan baru dan tidak takut memperbaiki cara mereka menjalani hidup.

6. Anak Merasa Aman Datang kepada Anda saat Menghadapi Masalah

Salah satu indikator terkuat dari hubungan orang tua dan anak yang sehat bukanlah seberapa jarang anak melakukan kesalahan, melainkan kepada siapa mereka pergi ketika melakukan kesalahan.

Jika anak merasa cukup aman untuk menceritakan ketakutan, kegagalan, kesedihan, atau masalah yang mereka hadapi, itu merupakan pencapaian besar.

Kepercayaan seperti ini tidak muncul dalam semalam. Kepercayaan dibangun melalui ribuan interaksi kecil ketika orang tua menunjukkan bahwa mereka siap mendengarkan tanpa langsung menghakimi atau mempermalukan anak.

Mungkin anak tidak selalu terbuka tentang segala hal, terutama saat memasuki masa remaja. Namun jika mereka tetap melihat Anda sebagai tempat yang aman untuk mencari dukungan, itu adalah tanda bahwa fondasi hubungan yang kuat telah terbentuk.

Baca Juga: 8 Tanda Halus Seseorang Diam-Diam Tidak Menyukaimu, Meskipun Mereka Tersenyum di Depanmu Menurut Psikologi

7. Anda Mencintai Anak Apa Adanya, Bukan Hanya saat Mereka Berprestasi

Setiap orang tua tentu bangga ketika anak mendapatkan nilai bagus, memenangkan kompetisi, atau mencapai target tertentu. Namun cinta yang paling berdampak bagi perkembangan psikologis anak adalah cinta yang tidak bergantung pada pencapaian.

Anak perlu mengetahui bahwa nilai diri mereka tidak ditentukan oleh prestasi semata.

Ketika Anda tetap menunjukkan kasih sayang setelah anak gagal, melakukan kesalahan, atau mengecewakan Anda, Anda membantu mereka membangun rasa aman emosional yang sangat penting sepanjang hidup.

Psikolog menyebutnya sebagai unconditional positive regard, yaitu penerimaan yang tidak bergantung pada performa atau keberhasilan seseorang. Anak yang tumbuh dengan perasaan diterima cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik dan hubungan sosial yang lebih sehat di masa dewasa.

Mengapa Orang Tua yang Baik Sering Meragukan Diri Sendiri?

Salah satu alasan terbesar adalah standar yang tidak realistis. Media sosial sering menampilkan gambaran keluarga yang tampak sempurna: rumah selalu rapi, anak selalu bahagia, dan orang tua selalu sabar.

Kenyataannya jauh berbeda. Pengasuhan yang sehat bukan tentang kesempurnaan. Menurut banyak ahli psikologi perkembangan, anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Mereka membutuhkan orang tua yang "cukup baik" yang selalu hadir, peduli, mau belajar, dan terus memperbaiki diri ketika melakukan kesalahan.

Justru kemampuan untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan apakah Anda sudah melakukan yang terbaik sering kali merupakan tanda bahwa Anda benar-benar peduli terhadap kesejahteraan anak.

Kesimpulan

Jika Anda sesekali merasa gagal sebagai orang tua, ingatlah bahwa perasaan tersebut tidak selalu mencerminkan kenyataan. Menurut psikologi, tanda-tanda seperti mau meminta maaf, mendengarkan anak, menetapkan batasan yang sehat, terus belajar, menjadi tempat yang aman, dan mencintai anak tanpa syarat merupakan indikator kuat bahwa Anda sedang melakukan pekerjaan yang baik.

Tidak ada orang tua yang sempurna. Akan selalu ada hari-hari yang melelahkan, keputusan yang disesali, dan momen ketika kesabaran terasa habis. Namun selama Anda terus hadir, peduli, dan berusaha memberikan yang terbaik untuk anak, kemungkinan besar Anda adalah orang tua yang jauh lebih baik daripada yang Anda kira.

Baca Juga: 4 Tanda Seseorang Workaholic yang Melelahkan Akibat Kerja Berlebihan Menurut Psikologi

EDITOR: Candra Mega Sari