JawaPos.com – Psikologi mengungkap bahwa kepribadian seseorang yang tidak bisa dipercaya menyimpan tanda-tanda yang bisa dikenali sebelum pengkhianatan benar-benar terjadi.
Tanda-tanda ini sering muncul dalam perilaku sehari-hari dan kepribadian yang terlihat sejak awal hubungan jika kita cukup jeli mengamatinya.
Memahami pola kepribadian yang berkaitan dengan rendahnya kepercayaan dapat membantu seseorang membuat keputusan yang lebih bijak dalam hubungan mereka.
Dilansir dari laman YourTango pada Rabu (3/6), berikut tujuh tanda kepribadian yang cepat terlihat pada orang yang tidak bisa dipercaya berdasarkan sudut pandang psikologi.
1. Selalu menjadikan segalanya tentang diri sendiri
Narsisme bisa sulit dikenali di awal hubungan, namun tanda-tandanya mencakup sikap egoistis, kurang empati, dan perilaku manipulatif yang berulang.
Seseorang yang sangat terfokus pada diri sendiri dan kebutuhannya tidak memiliki kapasitas emosional untuk benar-benar menjaga kepentingan orang lain.
Keterlibatan romantis dengan orang seperti ini membutuhkan kewaspadaan tinggi karena mereka berpotensi melakukan hampir apa saja demi kepentingan pribadi.
2. Terlalu sering menggoda orang lain
Menjadi perhatian dan menawan adalah hal yang wajar, namun perilaku menggoda yang terus-menerus bisa menjadi indikator kuat potensi pengkhianatan di masa depan.
Orang yang sangat suka menggoda menikmati memberi dan menerima perhatian, kadang tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap perasaan pasangannya.
Meskipun flirting sesekali tidak perlu diartikan terlalu serius, pola ini patut diwaspadai ketika hubungan sudah menunjukkan tanda-tanda bermasalah lainnya.
3. Memiliki rasa berhak yang tinggi
Pasangan yang menunjukkan keserakahan dalam banyak aspek kehidupannya bisa menjadi tanda potensi pengkhianatan yang perlu diwaspadai.
Sifat ini menjadi lebih mengkhawatirkan ketika dipadukan dengan mentalitas rumput tetangga selalu lebih hijau yang membuat mereka selalu merasa kurang puas.
Orang yang percaya mereka berhak mendapatkan lebih dari orang lain adalah pasangan yang tidak seharusnya dipercaya begitu saja tanpa alasan yang kuat.
4. Memiliki rasa tidak aman yang sangat dalam
Rasa tidak aman yang mendalam dalam diri seseorang terbukti melalui riset berkaitan erat dengan potensi pengkhianatan, terutama dalam bentuk perselingkuhan.
Ketidakamanan yang besar sering berakar pada rasa sakit yang belum sembuh, dan beberapa orang rela menyakiti pasangan demi meredakan rasa sakit mereka sesaat.
Insekuritas saja tidak menjamin seseorang akan berkhianat, namun kombinasi dengan sifat-sifat lain dalam daftar ini bisa menjadi peringatan yang serius.
5. Tidak bisa mengendalikan impuls
Kurangnya kontrol impuls adalah ciri khas yang sering ditemukan pada pasangan yang tidak dapat dipercaya dalam hubungan jangka panjang.
Orang yang sangat impulsif kadang tidak memiliki kedisiplinan yang cukup untuk membuat pilihan yang penuh kasih dan bertanggung jawab secara konsisten.
Riset tentang kontrol impuls menegaskan perbedaan besar antara menjadi spontan yang menyenangkan dan kurangnya kontrol impuls yang bisa menjadi tanda patologi.
6. Bersikap permisif terhadap ketidaksetiaan
Pasangan yang menunjukkan toleransi berlebihan terhadap perselingkuhan bisa menjadi alasan kecurigaan yang perlu dipertimbangkan secara serius.
Jika sikap permisif ini melampaui sekadar tidak menghakimi dan masuk ke ranah praktis, itu bisa menjadi pertanda nyata tentang nilai-nilai yang mereka pegang.
Orang selalu menunjukkan siapa mereka melalui sikap, kata-kata, dan tindakan mereka, sehingga bijaksana untuk benar-benar mendengarkan apa yang disampaikan pasangan.
7. Selalu curiga terhadap orang lain
Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa orang yang berkhianat cenderung berpikir semua orang lain juga berkhianat.
Jika pasangan terus-menerus mencurigai tanpa dasar yang jelas atau kecemburuan menjadi tema dominan dalam hubungan, ini bisa menjadi tanda yang sangat penting.
Pasangan yang jujur tidak akan menuduh pengkhianatan karena mereka tidak merasakan kecenderungan menipu itu bergolak dalam hati mereka sendiri.
***