JawaPos.com - Sebagian orang memilih memakai suara bising layar sebagai pengantar tidur atau white noise. Cara itu dianggap ampuh untuk mengusir kesunyian kamar.
Namun, kebiasaan unik ini menyimpan alarm tersembunyi tentang kondisi kesehatan yang tidak baik. Banyak orang heran kenapa tetap bangun lelah dan lemas meski TV menemani tidur sepanjang malam.
Suara latar tersebut justru jadi indikasi otak tak beristirahat dengan tenang. Alih-alih segar, orang seperti itu terjebak siklus gangguan tidur kronis yang melelahkan fisik.
"Ada beberapa alasan medis mengapa seseorang mungkin merasa lelah meskipun sudah cukup tidur," ujar Dr. Chirag Shah, dokter spesialis gangguan tidur.
Ketergantungan layar kaca ini refleksikan masalah mendasar metabolisme tubuh Anda.
Dilansir dari YourTango, pakar psikologi dan kesehatan temukan kebiasaan ini tak muncul tanpa sebab. Orang yang butuh TV menyala untuk tidur biasanya tunjukkan 6 perilaku dan gangguan kesehatan berikut.
1. Kondisi Hormon di Dalam Tubuh Anda Mungkin Tidak Seimbang
Ketidakseimbangan hormon jadi pemicu utama energi terkuras habis di siang hari dan susah tidur malam. Pria yang alami penurunan zat kimia alami tubuh punya stamina dan kualitas istirahat yang terganggu.
Masalah diperparah oleh usia dan fase hidup baru seperti menjadi ayah. Saat energi menurun tajam karena hormon, tubuh cari stimulasi visual seperti cahaya TV untuk alihkan rasa tidak nyaman.
Kondisi batin gelisah akibat fluktuasi hormon membuat otak tolak kegelapan total. Akibatnya, Anda jadi sangat bergantung pada perangkat elektronik untuk terlelap.
Perubahan gaya hidup menyeluruh mutlak diperlukan untuk stabilkan sistem endokrin Anda. Mulai dari pola makan sehat dan olahraga rutin bisa jadi solusi alami sangat efektif.
Langkah ini membantu tekan kelelahan ekstrem yang ganggu jam biologis. "Memeriksa kadar testosteron bisa jadi langkah awal baik untuk temukan penyebab rendah energi siang hari," saran Shah.
Pemeriksaan medis berkala buka tabir apakah kebiasaan tidur tak lazim berakar dari masalah hormonal atau bukan.
2. Anda Kurang Mendapatkan Paparan Cahaya Alami di Siang Hari
Perilaku ini melekat pada orang yang jarang interaksi dengan lingkungan dan sinar matahari. Banyak pekerja modern di ruangan kantor minim pencahayaan alami sepanjang hari.
Lingkungan kerja redup ini manipulasi jam biologis tubuh secara negatif tanpa disadari. Kurangnya sinar matahari buat otak bingung bedakan waktu kerja dan istirahat.
Saat malam, sistem saraf Anda tak dapat sinyal kuat produksi hormon kantuk alami. TV jadi alat bantu buatan picu rasa kantuk palsu lewat pancaran layar.
Studi Journal of Pineal Research tunjukkan hubungan kurang paparan cahaya alami dan ketergantungan pada TV untuk tidur. Gangguan ritme sirkadian tubuh muncul dari cahaya biru layar kaca sepanjang malam.
"Paparan cahaya menstimulasi otak dan tubuh, membuat kita lebih terjaga dan waspada," jelas perawat terdaftar Rebecca Lee. Oleh karena itu, rutin jalan keluar ruangan di siang hari penting agar tubuh kenali ritme alami. Hal ini bantu Anda bebas dari ketergantungan layar TV saat tidur.
3. Adanya Potensi Masalah Serius pada Saluran Pernapasan Anda
Kesulitan tidur tanpa kebisingan TV bisa tandai gangguan pernapasan parah saat berbaring. Penyumbatan dinding saluran napas memicu jeda napas sesaat yang sering tak disadari.
Penderita sering terbangun tiba-tiba karena kekurangan oksigen di tengah malam. Kualitas tidur terganggu sebab menyempitnya napas sehingga mereka frustrasi dengan keheningan malam.
Orang ini pakai suara televisi untuk samarkan rasa cemas dan menemani saat terbangun. Pola tidur rusak ini perlahan picu lonjakan tekanan darah tinggi.
Pria lebih berisiko tinggi dibanding wanita karena struktur leher berbeda. Saluran napas pria lebih rentan tertutup saat terlentang sehingga tidur lama jadi sia-sia dengan kualitas buruk.
"Penderita apnea tidur seringkali tidur cukup lama di malam hari, tetapi mendengkur dengan keras, sering terbangun, dan juga membangunkan orang lain dengan dengkuran mereka," kata dokter keluarga Crystal Bowe tentang bahaya gangguan tidur saluran napas.
Baca Juga: Orang yang Tidur dengan Pintu Tertutup Seringkali Memiliki 8 Ciri Tersembunyi Ini Menurut Psikologi
4. Anda Mungkin Memiliki Masalah Gangguan Kelenjar Tiroid
Kelenjar berbentuk kupu-kupu di leher penting atur sistem metabolisme tubuh. Jika tiroid kurang aktif, seluruh sistem tubuh jadi lambat dan produksi energi turun drastis.
Hipotiroidisme ini memicu rasa lelah konstan yang melemahkan stamina. Efeknya tidak hanya rasa lelah, tapi juga gejala kulit kering dan rambut rontok yang mengganggu.
Kelelahan tak hilang bikin orang cemas dan sulit masuk fase tidur rileks. Mereka pakai TV menyala sebagai pelarian agar otak teralihkan dari rasa sakit.
Masalah tiroid ini lebih sering menyerang wanita dibanding pria. Rasa lelah tak tampak ini sering disangka malas biasa, padahal organ dalam bekerja ekstra keras.
"Ketika kelenjar tiroid kurang aktif, ia tidak dapat menjalankan perannya dengan baik dalam menjaga agar proses tubuh kita berjalan dengan kecepatan penuh," kata Shah. Mengenali gejala ini sejak awal akan hindarkan ketergantungan alat bantu tidur elektronik.
5. Gaya Hidup Kurang Gerak yang Membuat Tubuh Kaku
Jarang olahraga dan lama duduk diam tanpa aktivitas fisik memicu masalah ini. Kurang gerak melemahkan sistem muskuloskeletal dan kapasitas kerja jantung menurun drastis.
Tubuh tak pernah tempa aktivitas fisik selalu merasa lelah tanpa alasan jelas. Ironisnya, lelah karena malas bergerak tidak buat Anda mudah tidur nyenyak di malam hari.
Otak tidak dapat tingkat kelelahan fisik yang sehat biasa picu kantuk berkualitas. Anda hanya bisa berbaring diam di kasur sambil menatap TV untuk mengisi waktu.
Olahraga ringan secara rutin mampu tingkatkan suplai energi positif dan perbaiki jam tidur secara signifikan. Aktivitas ini lepaskan ketegangan saraf dan persiapkan tubuh regenerasi total malam hari.
Tanpa gerak, tubuh Anda tak berkembang dan malah menyusut kekuatannya. "Gaya hidup kurang gerak mungkin penyebab terbesar kelelahan," kata Lee soal bahaya fisik tak aktif dalam jangka panjang.
Baca Juga: Orang yang Tidur dengan Pintu Tertutup Seringkali Memiliki 8 Ciri Tersembunyi Ini Menurut Psikologi
6. Tubuh Anda Sedang Mengalami Dehidrasi Ringan Tanpa Disadari
Kebiasaan kurang minum air putih sering disepelekan tapi fatal bagi kualitas tidur. Banyak orang tak sadar tubuh kekurangan cairan karena tidak merasakan haus berlebih.
Penurunan volume air sedikit sudah cukup ganggu kerja organ dalam tubuh Anda. Saat kekurangan cairan, volume darah menyusut drastis sehingga jantung dan pembuluh darah kerja keras distribusi oksigen dan nutrisi.
Beban kerja berat ini picu lelah luar biasa di malam hari. Dehidrasi juga sertai keluhan nyeri otot yang buat posisi tidur tidak nyaman.
Tubuh yang tegang dan kurang air tolak istirahat tenang dalam keheningan. TV jadi alat manipulasi mental agar rasa tidak nyaman fisik sedikit terabaikan.
Lee catat penurunan volume air tubuh sekitar 1,5 persen sudah sebabkan dehidrasi ringan mengganggu. “Ketika tubuh Anda mengalami dehidrasi, volume darah secara keseluruhan menurun, sehingga tubuh Anda harus bekerja lebih keras untuk mengirimkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh,” imbuh Lee.