JawaPos.com – Psikologi mengungkap bahwa pria kesepian jarang mengakui perasaannya secara langsung, namun tanda-tandanya terlihat jelas dari perilaku sehari-hari.
Kesepian pada pria kini semakin umum terjadi dan tidak diakui, dengan 15 persen pria mengaku tidak memiliki satu pun teman dekat saat ini.
Memahami tanda-tanda yang tidak diakui ini penting agar orang-orang di sekitarnya bisa mengulurkan tangan sebelum kondisi semakin memburuk.
Dilansir dari laman YourTango pada Sabtu (30/5), berikut sebelas tanda bahwa seorang pria sedang sangat kesepian meski tidak pernah menyatakannya secara langsung menurut psikologi.
1. Bekerja lembur secara berlebihan
Pria yang kesepian sering membenamkan diri dalam pekerjaan sebagai cara menghindari emosi yang tidak ingin mereka hadapi.
Riset dalam International Journal of Environmental Research and Public Health mengaitkan kerja berlebihan dengan risiko depresi, kecemasan, dan penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi.
Ironisnya, kebiasaan ini justru memperparah kesepian karena mengikis kemampuan mereka untuk membangun dan menjaga hubungan yang bermakna.
2. Tiba-tiba berolahraga secara berlebihan
Pria kesepian sering beralih ke olahraga sebagai cara menyalurkan rasa sakit dan tekanan emosional yang tidak bisa mereka ungkapkan secara verbal.
Olahraga memang baik, namun ketika menjadi obsesi kompulsif, itu bisa menjadi tanda bahwa seseorang mencari pelarian dari kekosongan batin yang dalam.
Semakin banyak waktu yang dihabiskan di gym, semakin sedikit koneksi sosial yang tersisa di luar tembok tersebut.
3. Sering kencan tapi tidak pernah menjalin hubungan serius
Pria yang terus berganti-ganti pasangan tanpa pernah berkomitmen sering melakukan ini untuk menghindari kesendirian yang sesungguhnya.
Konselor Dan Bolton menjelaskan bahwa pria kesulitan berbagi rasa sakit karena takut ditolak, sehingga mereka memilih koneksi dangkal daripada kedekatan sejati.
Pola ini justru mendorong permasalahan lebih jauh ke dalam dan berpotensi menciptakan hubungan yang kodependen di masa depan.
4. Makan secara berlebihan dan tidak terkontrol
Kesepian erat kaitannya dengan depresi, dan makan berlebihan adalah salah satu strategi koping disfungsional yang sering muncul sebagai akibatnya.
Sebuah studi dalam jurnal Appetite menemukan bahwa orang dengan gejala depresi cenderung melakukan binge-eating sebagai cara meredakan suasana hati yang negatif.
Pola makan yang tidak sehat ini menjadi pelarian sementara yang justru memperdalam rasa sakit batin yang tidak kunjung ditangani.
5. Sangat kritis terhadap diri sendiri
Isolasi sosial secara bertahap mengikis kepercayaan diri seorang pria hingga ia menjadi sangat keras dalam menilai dirinya sendiri.
Riset tahun 2022 menemukan bahwa orang dengan harga diri rendah cenderung menunjukkan perilaku antisosial dan memiliki kondisi fisik serta mental yang lebih buruk.
Semakin seorang pria menyendiri, semakin ia merasa buruk tentang dirinya, sehingga siklus kesepian ini terus berputar tanpa ujung.
6. Menolak membicarakan perasaan apapun
Pria yang kesepian sering menahan seluruh emosi mereka karena masyarakat telah mengajarkan bahwa kerentanan adalah tanda kelemahan bagi laki-laki.
Penolakan untuk mengungkapkan perasaan ini justru merusak hubungan dan membuat mereka semakin sulit membangun koneksi yang bermakna dengan siapapun.
Penelitian menunjukkan bahwa manusia membutuhkan hubungan sosial untuk berkembang, dan memendam emosi hanya meningkatkan risiko depresi dan isolasi.
7. Terus-menerus terjebak dalam kenangan masa lalu
Pria kesepian cenderung merenungkan masa lalu secara berlebihan sebagai cara menghindari realita saat ini yang terasa menyakitkan.
Riset dalam Journal of Happiness Studies mengaitkan kebiasaan merindukan masa lalu secara berlebihan dengan penurunan suasana hati dan perasaan pahit.
Terus menyesali masa lalu membuat mereka terjebak dalam pola yang mencegah mereka untuk melangkah maju dan membangun koneksi baru.
8. Menghabiskan waktu berlebihan di dunia maya
Pria kesepian yang terlalu banyak online sering melakukannya sebagai pelarian dari kenyataan tidak memiliki hubungan yang kuat di dunia nyata.
Riset menemukan bahwa ketergantungan internet dapat memicu depresi, kecemasan, paranoia, dan kepekaan berlebihan yang memperburuk kondisi kesepian.
Komunitas online yang tampak ramah namun bersifat toksik sangat berbahaya bagi pria kesepian yang rentan dan mudah terpengaruh oleh narasi negatif.
9. Sering melamun dan kehilangan fokus
Pria yang kesepian sering melarikan diri ke dalam lamunan karena tidak mau menghadapi kenyataan hidup yang terasa hampa dan menyesakkan.
Riset tahun 2014 menemukan hubungan antara kebiasaan melamun secara negatif dengan depresi, kecemasan, dan bahkan gejala disosiatif yang cukup serius.
Alih-alih melamun tentang kehidupan yang lebih baik, pria kesepian jauh lebih terbantu jika mulai mengambil langkah nyata untuk terhubung dengan dunia.
10. Terlalu sering berpesta atau nongkrong di bar
Meski tampak sosial di permukaan, pria yang terus-menerus mencari keramaian justru sering merasa lebih kesepian setelah semuanya berakhir.
Koneksi dangkal dan pertemuan singkat tidak pernah bisa memenuhi kebutuhan mendasar manusia untuk merasa benar-benar dikenal dan dipahami.
Jumlah orang yang dikenal seseorang tidak menentukan apakah mereka merasa kesepian atau tidak, karena kualitas koneksilah yang paling penting.
11. Memberikan isyarat halus tentang kesepiannya
Pria kesepian jarang mengakui perasaannya secara langsung, namun mereka sering memberikan petunjuk melalui komentar-komentar yang terdengar sepele.
Kalimat seperti "rindu waktu kuliah dulu" atau "susah ketemu orang yang nyambung" sebenarnya menyimpan kerinduan mendalam akan koneksi yang tulus.
Dengan mengajukan pertanyaan lanjutan yang tepat, orang-orang di sekitarnya bisa membantu membuka pintu untuk percakapan yang lebih dalam dan bermakna.