JawaPos.com – Kesepian adalah kondisi yang sering diabaikan karena tanda-tandanya kerap disalahartikan sebagai kemalasan atau sikap egois semata.
Psikologi menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial, sehingga isolasi yang berkepanjangan berdampak serius pada kesehatan mental dan fisik.
Banyak tanda kesepian yang sesungguhnya merupakan respons alami terhadap rasa sakit emosional yang tidak mendapat ruang untuk diungkapkan.
Dilansir dari laman YourTango pada Kamis (28/5), berikut sebelas tanda seseorang sedang sangat kesepian yang sayangnya paling sering diabaikan atau disalahpahami oleh orang-orang di sekitarnya.
1. Lebih memilih tidur daripada bersosialisasi
Tidur berlebihan bisa menjadi gejala depresi yang dipicu oleh kesepian mendalam, bukan sekadar kemalasan biasa.
Meski tampak banyak tidur, orang yang kesepian justru sering mendapatkan kualitas tidur yang jauh lebih buruk dan tidak memulihkan.
2. Memiliki standar diri yang sangat tinggi dan perfeksionis
Sebuah studi dalam Annals of Behavioral Medicine menemukan bahwa kesepian memicu gejala depresi sekaligus perasaan rendah diri yang dalam.
Persepsi negatif tentang diri sendiri ini membuat orang kesepian semakin menjauh dari koneksi sosial yang sebenarnya sangat mereka butuhkan.
3. Tidak membalas pesan atau menghubungi orang lain
Orang yang kesepian cenderung menarik diri dari hubungan dan kesulitan hadir untuk orang-orang di sekitar mereka.
Menurut Mayo Clinic, isolasi membuat seseorang semakin tidak tersedia secara emosional dalam hubungan mereka dari waktu ke waktu.
4. Sulit berkonsentrasi atau fokus pada tugas tertentu
Sebuah studi menemukan bahwa orang yang kesepian mengalami tingkat kesulitan konsentrasi dan memori yang lebih tinggi dibanding mereka yang terhubung secara sosial.
Kesepian juga bisa memunculkan gejala fisik seperti kelelahan, sakit kepala, dan risiko penyakit jangka panjang yang lebih serius.
5. Mengalami kenaikan berat badan yang tidak biasa
Cleveland Clinic menyebutkan bahwa hormon kortisol akibat stres, yang sering meningkat pada orang yang kesepian, dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan.
Perubahan fisik ini bisa menjadi sinyal penting bagi orang-orang terdekat bahwa seseorang sedang berjuang secara emosional dan sosial.
6. Menganalisis berlebihan interaksi sosial yang sederhana
Orang yang kesepian cenderung terlalu banyak menganalisis bahasa tubuh, pilihan kata, dan energi lawan bicara saat berinteraksi.
Sebuah studi dalam Innovations in Clinical Neuroscience menjelaskan bahwa kecenderungan merenung ini adalah mekanisme pertahanan terhadap kecemasan dan tekanan batin.
7. Terlalu mengutamakan waktu sendirian
Meski waktu sendirian memiliki manfaat kesehatan, orang yang kesepian sering kali menggunakannya secara berlebihan didorong oleh kecemasan sosial dan gaya kelekatan yang menghindar.
Tanpa komunikasi terbuka dan dukungan dari orang-orang terdekat, tekanan emosional yang terpendam hanya akan semakin bertumpuk.
8. Terlalu sering meminta maaf untuk hal-hal kecil
Psikolog klinis Gregory Chasson menjelaskan bahwa permintaan maaf berlebihan adalah kecenderungan cemas yang umum dimiliki oleh orang-orang yang kesepian dan terputus secara sosial.
Kebiasaan ini bisa membuat seseorang tampak putus asa mencari persetujuan dan justru mendorong orang lain semakin menjauh.
9. Menggunakan humor yang merendahkan diri sendiri
Humor yang terlalu banyak merendahkan diri sendiri adalah mekanisme pertahanan untuk menghindari komunikasi jujur tentang perasaan yang sebenarnya.
Kebiasaan ini membuat orang yang kesepian semakin terisolasi secara emosional karena mereka terus menghindari mengungkapkan apa yang sesungguhnya mereka rasakan.
10. Kesulitan bersikap rentan dan terbuka dalam hubungan
Bagi orang yang pernah terluka, bersikap terbuka dalam hubungan terasa jauh lebih menyakitkan daripada memilih hidup sendiri sepenuhnya.
Sebuah studi dari American Public Health Association menemukan adanya risiko kesehatan yang lebih tinggi pada orang yang lebih terisolasi, terutama mereka yang tinggal sendiri.
11. Terlalu banyak bekerja sebagai pelarian dari kesepian
Banyak orang kesepian yang mencari kenyamanan dalam jam kerja yang panjang sebagai cara menghindari perasaan isolasi yang tidak nyaman di rumah.
Sebuah studi dalam International Journal of Environmental Research and Public Health menghubungkan kerja berlebihan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, kecemasan, dan depresi yang signifikan.