JawaPos.com – Psikologi mengungkap bahwa teman yang menyimpan rasa iri seringkali sulit dikenali karena tanda-tandanya sangat halus dan tersamar.
Tidak semua orang yang mengaku teman benar-benar bahagia saat hidupmu baik-baik saja dan terbebas dari masalah dan menderita.
Mengenali tanda kehadiran teman palsu yang menyimpan perasaan iri adalah langkah penting untuk melindungi kesehatan mental dan emosional kamu.
Dilansir dari laman YourTango pada Rabu (27/5), berikut tiga tanda teman diam-diam iri dan senang saat kamu menderita menurut psikologi.
1. Menonjolkan kegagalanmu dan mengecilkan pencapaianmu
Teman sejati selalu ikut bersukacita atas setiap keberhasilan yang kamu raih, seberapapun kecilnya pencapaian itu.
Namun teman yang diam-diam senang melihatmu gagal justru dengan cepat menyoroti kesalahanmu dan meremehkan hal-hal baik yang sudah kamu capai.
Semakin kamu berusaha membuktikan diri di hadapan mereka, semakin besar rasa tidak aman yang tumbuh dalam dirimu sendiri.
Pola ini adalah tanda jelas bahwa orang tersebut tidak benar-benar ada di pihakmu.
2. Memberikan dukungan yang terasa menyindir
Teman yang baik akan hadir di saat-saat tersulit dalam hidupmu dengan dukungan yang tulus dan menyejukkan hati.
Namun jika kenyamanan yang mereka tawarkan justru terasa menusuk dan membuat perasaanmu semakin buruk, itu adalah sinyal berbahaya.
Teman semacam ini mengandalkan ego mereka sendiri dan tidak bisa melewatkan kesempatan untuk membuat diri mereka merasa lebih baik darimu.
Mereka berpura-pura tidak menyadari dampak buruk dari kata-kata mereka yang menyakiti sambil terus tersenyum di hadapanmu.
3. Tiba-tiba menjauh saat hidupmu sedang baik
Teman sejati tidak membiarkan rasa iri merusak ikatan persahabatan, baik saat kamu mendapat pekerjaan baru maupun hubungan yang membahagiakan.
Namun teman yang tidak tulus tidak mampu mengendalikan emosi negatif mereka dan melampiaskannya dengan bersikap dingin atau menghilang.
Meski perasaan iri adalah hal yang wajar, setiap orang tetap bertanggung jawab atas cara mereka memperlakukan orang lain.
Kebiasaan menjauh tepat saat hidupmu membaik adalah tanda yang tidak boleh kamu abaikan begitu saja.
4. Menganggap kerja kerasmu sebagai sekadar keberuntungan
Mencapai kesuksesan membutuhkan kerja keras yang panjang dan pengorbanan yang tidak sedikit dari waktu ke waktu.
Namun teman yang diam-diam tidak menginginkanmu berhasil akan lebih memilih menyebutnya sebagai keberuntungan daripada mengakui usahamu.
Menyangkal kerja kerasmu adalah cara mereka menolak kenyataan bahwa kamu memang layak mendapatkan apa yang kamu raih.
Sikap ini mencerminkan ketidakmampuan mereka untuk jujur dan bersikap adil terhadap orang yang mereka anggap teman.
5. Terus-menerus menyurutkan semangatmu dalam mengejar tujuan
Orang ambisius menetapkan tujuan yang ingin mereka capai dalam waktu tertentu dan membutuhkan lingkungan yang mendukung sepenuhnya.
Teman yang diam-diam bahagia saat kamu gagal akan terus menanamkan keraguan di setiap langkah perjalananmu menuju tujuan.
Sebuah studi tahun 2026 bahkan menemukan bahwa orang-orang toksik bisa mempercepat proses penuaan akibat tingginya stres yang ditimbulkan.
Jika kamu mengenali pola ini, menjaga jarak dari orang tersebut adalah keputusan terbaik untuk melindungi dirimu.
6. Mendorongmu untuk menerima hal yang kurang dari yang kamu pantas dapatkan
Teman sejati akan jujur menegurmu saat kamu hampir membuat pilihan yang tidak sesuai dengan kemampuan dan nilaimu yang sebenarnya.
Sebaliknya, teman yang menikmati kegagalanmu justru akan mendorongmu untuk menerima situasi yang jauh di bawah potensimu.
Mereka bahkan bisa memanipulasi pikiranmu agar kamu merasa tidak layak mendapatkan sesuatu yang lebih baik dalam hidupmu.
Perilaku seperti ini adalah bentuk kekejaman halus yang sering tidak disadari oleh orang yang menjadi targetnya.
7. Sengaja memberikan saran yang salah
Teman yang baik akan memberikan saran terbaik mereka dengan tujuan membantu hidupmu berkembang ke arah yang lebih positif.
Namun teman yang tidak menginginkan kebahagiaanmu akan sengaja memberikan saran yang menyesatkan agar kamu membuat pilihan yang buruk.
Persahabatan yang sehat terbukti berpengaruh positif pada pilihan hidup dan kemampuan pengendalian diri seseorang secara signifikan.
Jika saran temanmu selalu berujung pada situasi yang memperburuk hidupmu, pertanyakan niat di balik saran tersebut.
8. Berusaha merendahkanmu saat kamu sedang bersukacita
Setelah melewati masa-masa sulit yang panjang, akhirnya meraih keberhasilan adalah sesuatu yang pantas dirayakan dengan bangga.
Namun teman yang iri akan memintamu untuk tidak terlalu gembira dan menganggap pencapaianmu bukan hal yang layak dibanggakan.
Mereka merasa tidak nyaman melihat orang lain bahagia karena hal itu mengingatkan mereka pada kekurangan dalam hidup mereka sendiri.
Komentar-komentar meremehkan ini dirancang untuk membuatmu merasa sama tidak nyamannya dengan perasaan mereka sendiri.
9. Hanya muncul saat hidupmu sedang berantakan
Teman sejati hadir di setiap fase kehidupan, baik saat segalanya berjalan lancar maupun saat semuanya terasa hancur berantakan.
Teman palsu justru hanya menghubungi atau muncul ketika mendengar bahwa hidupmu sedang dalam kondisi yang paling buruk.
Mereka datang bukan untuk membantumu bangkit, melainkan untuk memenuhi kebutuhan ego mereka dengan mendengar kesulitanmu.
Psikolog Susan Krauss Whitbourne menjelaskan bahwa orang yang secara bawaan bersifat jahat cenderung semakin terjebak dalam pola tersebut seiring waktu.
10. Mengubah setiap percakapan menjadi ajang kompetisi
Teman yang diam-diam bahagia saat kamu gagal selalu berusaha mengalahkan atau menyisipkan diri ke dalam setiap pencapaianmu.
Apapun cerita positif yang kamu bagikan, mereka akan selalu menemukan cara untuk mengalihkan perhatian kembali kepada diri mereka sendiri.
Sikap pasif-agresif ini juga sering muncul dalam bentuk mempermalukanmu di depan orang lain demi mendapat sorotan dan perhatian.
Mereka terlalu terfokus pada dunia mereka sendiri untuk benar-benar peduli atau menghargai apa yang kamu alami dan rasakan.