JawaPos.com - Bangun tidur, belum benar-benar sadar, tapi tangan sudah otomatis membuka aplikasi pesan makanan. Kebiasaan ini mungkin terdengar sepele, tetapi perlahan menjadi pola yang semakin umum.
Fenomena ini tidak lepas dari perubahan perilaku masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Laporan terbaru dari TGM Research menunjukkan bahwa layanan pesan-antar makanan kini bukan lagi sekadar pilihan praktis, tetapi sudah menjadi bagian dari keseharian.
Sebanyak 36 persen responden di APAC tercatat memesan makanan beberapa kali dalam seminggu, bahkan 9 persen di antaranya melakukannya setiap hari.
Kondisi ini memperlihatkan munculnya apa yang disebut sebagai daily convenience economy, yaitu kecenderungan masyarakat yang semakin mengutamakan kecepatan, kemudahan, dan akses instan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tingginya intensitas penggunaan tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan memesan makanan secara online bukan lagi sekadar pilihan sesekali, melainkan sudah mulai melekat dalam rutinitas harian.
Namun, jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat membuat seseorang semakin bergantung pada layanan instan. Oleh karena itu, penting untuk mulai mengelolanya secara perlahan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kebiasaan tersebut:
1. Mulai hari tanpa membuka aplikasi
Biasakan untuk tidak langsung membuka ponsel, terutama aplikasi pesan makanan, saat baru bangun tidur. Beri jeda sejenak agar tubuh benar-benar siap memulai aktivitas. Cara ini juga membantu mengurangi kebiasaan membuka aplikasi secara otomatis.
2. Siapkan pilihan sarapan sederhana
Memiliki rencana sarapan, meski sederhana, dapat membantu mengurangi keinginan untuk langsung memesan makanan.
Sarapan tidak harus rumit, yang penting cukup dan mudah disiapkan. Dengan begitu, keputusan tidak lagi bergantung pada aplikasi. Kebiasaan ini juga membantu menjaga pola makan tetap teratur.
3. Sadari pola yang terbentuk
Perhatikan seberapa sering dorongan untuk membuka aplikasi muncul, terutama pada waktu tertentu.
Dari situ, kebiasaan yang terbentuk bisa lebih mudah dikenali. Kesadaran ini penting agar penggunaan aplikasi tidak terjadi secara berulang tanpa disadari.
4. Atur penggunaan aplikasi
Pengaturan sederhana pada ponsel bisa membantu mengurangi frekuensi membuka aplikasi. Notifikasi yang terlalu sering muncul kerap memicu keinginan untuk membuka aplikasi tanpa alasan yang jelas.
Memindahkan aplikasi dari layar utama juga dapat membatasi akses yang terlalu cepat. Selain itu, membatasi waktu penggunaan bisa menjadi langkah tambahan agar penggunaannya tetap terkendali. Cara-cara ini membantu menjaga penggunaan aplikasi tetap sesuai kebutuhan.
5. Fokus pada kebutuhan, bukan kebiasaan
Membedakan antara kebutuhan dan keinginan menjadi hal yang penting. Tidak semua dorongan untuk memesan makanan perlu langsung diikuti.
Dengan mempertimbangkan kembali alasan penggunaan, keputusan yang diambil bisa lebih tepat. Pendekatan ini membantu penggunaan layanan tetap terkendali tanpa harus bergantung sepenuhnya.