JawaPos.com – Sebagian besar orang tua ingin membesarkan anak-anak yang jujur.
Namun terkadang mereka tanpa sengaja mendorong perilaku yang mengarah pada hasil yang berlawanan.
Penelitian menunjukkan tanda pertama berbohong dapat muncul sebelum anak berusia satu tahun, lalu pada usia tiga tahun, anak sudah jauh lebih pandai menyembunyikan kebenaran.
Dilansir geediting, berikut tujuh perilaku orang tua yang dapat membuat anak berbohong.
Baca Juga: Ingin Tampil Elegan seperti Orang Kaya, 6 Perilaku Ini Wajib Dihindari!
1. Anda tidak mengizinkan anak untuk berubah pikiran
Ketika seorang anak tidak dapat mengulangi hal-hal sederhana sekalipun, mereka mulai melihat kejujuran sebagai jebakan.
Setiap kata yang diucapkan seolah-olah mengukuhkan pilihan mereka selamanya, menciptakan ketegangan.
Seiring waktu, hal ini mengarah pada kebiasaan diam atau kebenaran sebagian untuk menjaga fleksibilitas.
Kehati-hatian dalam berkata-kata secara bertahap berubah menjadi penyembunyian.
2. Anda terlalu ketat
Dalam keluarga dengan aturan yang kaku, anak-anak sering merasa bahwa kesalahan tidak dapat dimaafkan.
Setiap penyimpangan akan ditanggapi dengan kritik atau hukuman sehingga kejujuran menjadi terkait dengan risiko.
Dalam lingkungan ini, lebih mudah untuk menyembunyikan sesuatu daripada menjelaskannya.
Pada akhirnya, ini menjadi reaksi otomatis terhadap tekanan apa pun.
3. Anda berbohong kepada anak untuk mengendalikannya
Jika orang dewasa berbohong untuk memengaruhi perilaku anak, maka sang anak akan segera menyadarinya.
Bagi mereka, ini menandakan bahwa berbohong adalah cara komunikasi yang normal.
Anak kemudian menggunakan pendekatan yang sama untuk menghindari hukuman atau mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Hal ini membentuk pola perilaku yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun.
4. Anda menciptakan lingkungan di mana kesalahan itu berbahaya
Ketika setiap kesalahan dianggap sebagai masalah yang harus segera dihukum, anak-anak menjadi takut untuk mengatakan yang sebenarnya.
Alih-alih belajar dari pengalaman, mereka mencoba menghindari situasi tersebut sama sekali.
Hal ini menyebabkan informasi disembunyikan atau diputarbalikkan. Seiring waktu, kejujuran terasa kurang aman daripada diam.
5. Anda tidak mendengarkan apa yang dikatakan anak
Jika seorang anak merasa disela atau tidak diizinkan untuk menyelesaikan pembicaraannya, mereka secara bertahap kehilangan motivasi untuk berbicara terbuka.
Anak mulai mempersingkat atau mengubah jawaban untuk mengakhiri percakapan dengan cepat, yang menjadi langkah lain menuju ketidakjujuran.
6. Anda menghukum kejujuran
Ketika seorang anak mengakui kesalahan tetapi menerima reaksi yang keras, mereka mengingat pengalaman tersebut.
Dalam situasi serupa di kemudian hari, mereka memilih strategi yang berbeda untuk menghindari emosi negatif sehingga memperkuat perilaku berbohong.
7. Anda membuat aturan yang tidak konsisten
Ketika sesuatu diperbolehkan hari ini tetapi dihukum besok, anak kehilangan rasa stabilitas.
Mereka tidak dapat memprediksi konsekuensi dari kata-kata atau tindakan.
Dalam kondisi ini, kejujuran menjadi kurang menguntungkan dan anak-anak belajar untuk menyesuaikan kebenaran dengan situasi.