← Beranda
Mendengarkan Lagu yang Sama Berulang-ulang Sampai Bosan? Psikologi Menjelaskan 7 Ciri Unik tentang Kepribadian Anda
Irfan Ferdiansyah• Rabu, 6 Mei 2026 | 21.44 WIB
seseorang yang mendengarkan lagu yang berulang./Magnific/jcomp

JawaPos.com - Pernahkah Anda menemukan diri Anda memutar satu lagu yang sama berkali-kali—di perjalanan, saat bekerja, bahkan sebelum tidur—sampai akhirnya rasa “magis” dari lagu itu memudar?

Kebiasaan ini ternyata bukan sekadar selera musik biasa. Dalam perspektif psikologi, pola ini bisa mencerminkan berbagai aspek menarik dari kepribadian seseorang.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (5/5), terdapat tujuh ciri unik yang sering dikaitkan dengan orang yang gemar mengulang lagu favoritnya terus-menerus:

1. Memiliki Ikatan Emosional yang Kuat

Orang yang mengulang lagu biasanya bukan hanya menikmati melodinya, tetapi juga terhubung secara emosional dengan lagu tersebut. Lagu bisa menjadi “wadah” untuk perasaan—baik itu nostalgia, kebahagiaan, atau bahkan kesedihan. Otak cenderung mencari kembali pengalaman emosional yang familiar, sehingga lagu itu diputar berulang kali.

2. Cenderung Reflektif dan Introspektif

Kebiasaan ini sering dimiliki oleh individu yang suka merenung. Mereka menggunakan musik sebagai alat untuk memahami diri sendiri. Lirik atau suasana lagu bisa menjadi “cermin batin” yang membantu mereka memproses pikiran dan perasaan yang kompleks.

3. Menyukai Kenyamanan dan Kepastian

Dalam psikologi, pengulangan sering dikaitkan dengan kebutuhan akan stabilitas. Lagu yang sama memberikan rasa familiar dan aman, terutama saat seseorang sedang menghadapi stres atau perubahan dalam hidup. Ini semacam “zona nyaman” dalam bentuk suara.

4. Memiliki Daya Imajinasi yang Tinggi

Banyak orang yang mengulang lagu karena mereka membangun “dunia” atau skenario dalam pikiran mereka saat mendengarkannya. Lagu menjadi latar untuk berkhayal, mengingat momen tertentu, atau bahkan menciptakan cerita baru di kepala mereka.

5. Perfeksionis dalam Pengalaman Emosional

Ada kecenderungan untuk “mengoptimalkan” perasaan. Mereka ingin merasakan emosi tertentu secara maksimal, sehingga terus memutar lagu sampai benar-benar puas—bahkan sampai titik jenuh. Ini menunjukkan keinginan untuk mendalami pengalaman, bukan sekadar melewatinya.

6. Sensitif terhadap Detail

Orang yang suka mengulang lagu sering kali menikmati detail kecil—seperti instrumen tertentu, perubahan nada, atau lirik yang dalam. Setiap kali diputar, mereka bisa menemukan nuansa baru yang sebelumnya terlewat.

7. Menggunakan Musik sebagai Mekanisme Koping

Mengulang lagu juga bisa menjadi cara mengatur emosi. Ketika seseorang merasa cemas, sedih, atau bahkan terlalu bersemangat, lagu tertentu dapat membantu menstabilkan suasana hati. Ini adalah bentuk self-regulation yang cukup umum dan sehat.

Penutup

Mendengarkan lagu yang sama berulang-ulang bukanlah kebiasaan aneh—justru sebaliknya, itu adalah jendela kecil menuju cara kerja pikiran dan emosi seseorang. Dari kebutuhan akan kenyamanan hingga kedalaman refleksi diri, kebiasaan ini menunjukkan bahwa musik bukan hanya hiburan, tetapi juga alat psikologis yang kuat.

Jadi, lain kali Anda terjebak dalam “loop” satu lagu, mungkin itu bukan sekadar karena lagunya enak—tetapi karena ia sedang berbicara sesuatu tentang diri Anda.

EDITOR: Hanny Suwindari