JawaPos.com – Semua orang pasti tahu bahwa hidup tidak akan selalu berjalan mulus karena selalu ada kesulitan dan tantangan yang menghadang.
Bahkan ketika kita bangun tidur suasana hati tidak selalu dalam keadaan baik, ada beberapa momen yang terasa berat seolah-olah beban hidup menghalangi kebahagiaan kita.
Dan jika kita terus-menerus dihantui oleh pikiran negatif, hidup akan sulit untuk mencapai kebahagiaan sejati.
Kita mungkin juga mudah merasa cemas atau depresi, entah karena hal kecil atau kesulitan hidup yang kita rasakan.
Oleh karena itu, kita perlu memahami bahwa kebahagiaan dalam hidup tidak datang dari kemudahan tapi bisa juga dari cara kita menjalani hidup saat sulit.
Dilansir dari Your Tango, ada lima kebiasaan sederhana yang dapat membuat hidup jauh lebih bahagia meskipun sedang dalam kesulitan.
Kebiasaan ini tidak secara instan membuat hidup bahagia, tapi membuat kita sadar bahwa kebahagiaan bukan dicari tapi ada dalam diri sendiri.
1. Berhenti Memendam Perasaan
Rasa sedih yang mendalam sering kali bekerja dalam sunyi, atau bahkan kita sering menyangkalnya.
Faktanya, semakin kita menyangkal perasaan sedih dalam diri kita, kita akan sulit untuk merasakan kebahagiaan dalam hidup.
Oleh karena itu, banyak orang memilih diam karena tidak ingin dianggap sebagai beban karena perasaannya sendiri.
Padahal, mengeluarkan perasaan tersebut adalah langkah pertama untuk meringankan beban mental.
Jadi, cobalah untuk berbicaralah dengan sahabat, keluarga, atau tenaga profesional ketika memang diperlukan.
Mengubah perasaan menjadi kata-kata yang tepat untuk diungkapkan membantu kita melihat masalah dengan lebih objektif dan menemukan penyelesaiannya.
2. Ubah Satu Hal Kecil dalam Rutinitas
Beberapa orang mungkin sulit untuk mencapai kemajuan bukan karena tidak mampu tapi karena rutinitas yang sulit mereka ubah.
Ini membuat seseorang merasa tidak mampu karena tujuan yang mereka inginkan merasa terhambat.
Stagnasi atau perasaan jalan di tempat adalah musuh utama kesehatan mental hingga menyebabkan rasa frustasi.
Oleh karena itu ketika kita merasa terjebak dalam rutinitas yang sama, cobalah ubah satu hal kecil dalam keseharian kita.
Tidak perlu perubahan besar, bisa dengan mengubah rute berangkat kerja, mencoba menu sarapan baru, atau sekadar menata ulang meja kerja.
Perubahan kecil ini memberikan sinyal pada otak bahwa kita telah memiliki kontrol atas hidup kita sendiri.
3. Mulailah Untuk Beraktivitas Fisik
Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin tidak hanya berdampak bagi kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental.
Namun, saat suasana hati memburuk, bergerak mungkin adalah hal yang paling susah untuk dilakukan.
Kita perlu sadar bahwa aktivitas fisik sangat penting untuk menjadi prioritas yang dilakukan setiap hari.
Menurut beberapa penelitian, gerakan fisik memicu pelepasan serotonin yaitu hormon yang memberikan kebahagiaan.
Namun kita tidak perlu pergi ke gym untuk latihan berat, karena cukup berjalan kaki ke teras rumah, peregangan, atau yoga dapat memberikan stimulus positif bagi suasana hati.
4. Berdamai dengan Hari Buruk
Hidup tidak selalu berjalan mulus, terkadang banyak hambatan yang membuat seseorang gagal hingga sampai putus asa.
Entah semua usaha merasa gagal yang membuat kita terus merasa lelah secara emosional, sehingga sulit untuk merasa bahagia.
Di saat seperti ini, orang yang bermental kuat tidak akan memaksakan diri atau menyalahkan diri sendiri.
Mereka justru menerima bahwa hari ini memang berat, tapi bukan berarti mereka menyerah untuk mencapai kesuksesan.
Oleh karena itu, berhenti menghakimi diri sendiri karena merasa sedih adalah bentuk kasih sayang pada diri sendiri sebagai proses pemulihan.
5. Cari Koneksi, Bukan Mengisolasi
Kesedihan sering kali memaksa kita untuk mengurung diri di kamar yang justru menambah beban pikiran pada diri sendiri.
Padahal, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan koneksi untuk berbagi beban dan ikatan yang membawa kebahagiaan.
Namun, kita tidak perlu menghadiri pesta besar, cukup kirimkan pesan singkat kepada teman lama atau ajak rekan kerja mengobrol ringan sambil minum kopi.
Interaksi kecil dengan orang lain dapat memecahkan isolasi mandiri yang memperburuk kondisi mental.