← Beranda
Tips Jadi Orang yang Tenang: 6 Kebiasaan Langka Agar Tidak Mudah Panik Saat Menghadapi Kegagalan
Akhmad Iqbal FirmansyahSabtu, 25 April 2026 | 06.03 WIB
Ilustrasi orang yang tenang dan kuat mental. (Freepik)

JawaPos.com – Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan atau perubahan rencana secara mendadak.

Ini karena tidak semua hal dalam hidup selalu berjalan mulus seperti apa yang kita inginkan dan kita rencanakan.

Perubahan sering terjadi, entah karena jadwal yang berantakan atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

Baca Juga: 9 Kebiasaan Pagi Hari yang Mengantarkan Kesuksesan Sejati Menurut Psikologi

Selain itu, banyak kondisi yang membuat seseorang sulit berkembang karena lingkungan yang tidak mendukung atau situasi yang sulit.

Kondisi yang penuh kegagalan dan ketidakpastian ini seringkali memunculkan emosi negatif dan kecemasan hingga berujung pada rasa putus asa.

Oleh karena itu, perlu menjadi pribadi yang lebih tenang dalam menghadapi perubahan hidup dan kegagalan secara mendadak.

Dengan menjadi pribadi yang tenang, kita dapat membuat segala perubahan dan kegagalan seperti batu loncatan menuju kesuksesan.

Dilansir dari Your Tango, ada enam kebiasaan langka yang hanya dimiliki oleh orang yang tenang dan tidak mudah panik ketika ada perubahan rencana atau kegagalan.

1.     Pahami Perasaan, Jangan Memendam

kebanyakan orang berpikir menjadi kuat berarti harus menahan tangis atau rasa kecewa karena kegagalan.

Padahal, memendam emosi justru seperti menyimpan bom waktu yang bisa saja membuat seseorang lebih frustasi hingga depresi.

Orang yang tidak mudah panik biasanya akan mengakui perasaan mereka, dan berusaha mencari penyelesaiannya.

Jika sedih mereka merasakannya dan jika marah mereka mengakuinya sebagai perasaan yang wajar.

Dengan membiarkan emosi itu mengalir, beban mental justru lebih cepat hilang, dan seseorang akan lebih mudah belajar menuju perkembangan.

2.     Belajar Menerima Perubahan

Dunia tidak akan selalu berjalan sesuai dengan kemauan kita karena di era saat ini dunia menjadi lebih dinamis

Ketika kita mulai menyusun rencana rencana, itu tidak selalu berjalan mulus justru pahamilah bahwa itu hanyalah panduan, bukan harga mati.

Kebiasaan orang yang tangguh adalah terus menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi baik secara tiba-tiba atau tidak.

Mereka tidak membuang energi untuk mengeluh, justru mereka mencari tahu cara penyelesaiannya.

Dengan menjadi lebih fleksibel, seseorang akan memiliki mental tangguh, dan inilah yang mencegah mereka terjebak dalam rasa frustasi.

3.     Apresiasi Diri Atas Pencapaian dan Usaha

Salah satu penyebab utama seseorang merasa putus asa atau hancur saat gagal adalah karena mereka menganggap kegagalan rencana sebagai kegagalan diri.

Sebaliknya, orang yang tangguh dan tenang secara mental tahu bahwa nilai diri mereka tidak berkurang sedikitpun meski rencana mereka berantakan.

Mereka mencintai diri sendiri bukan karena apa yang mereka kerjakan, tapi karena siapa mereka.

Oleh karena itu, menjadi pribadi yang tenang saat krisis dimulai dari mengapresiasi diri atas pencapaian dan usaha yang dilakukan.

4.     Mulai Belajar Melepaskan

Salah satu sumber stres terbesar seseorang adalah keinginan untuk mengendalikan segala hal dalam hidup.

Faktanya, hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita, dan kita perlu memiliki perasaan lega untuk melepaskan.

Dan orang yang tenang memahami bahwa melepaskan hal-hal yang tidak penting dan belajar dari masa lalu adalah cara terbaik untuk melangkah maju.

Mereka memahami apa hal yang bisa diubah seperti usaha yang dilakukan dan mana yang tidak seperti orang lain, cuaca, atau penilaian seseorang.

Dengan mulai terbiasa melepaskan pada hal-hal yang tidak penting, hidup kita akan jadi lebih ringan dalam melangkah.

5.     Tertawa dan Bercanda

Saat sedang menghadapi kesulitan atau perubahan rencana, cara terbaik untuk tetap tenang adalah tertawa dan bercanda.

Ini mungkin terdengar sederhana, tapi tertawa adalah obat penawar racun stres yang paling ampuh.

Saat situasi menjadi sangat kacau hingga terasa konyol, cobalah untuk melihat sisi lucu atau humor di balinya.

Humor melepaskan endorfin yang secara instan menurunkan tingkat kecemasan dalam diri atau pikiran.

Jadi, jangan terlalu menganggap hidup terlalu serius setiap saat, cobalah untuk sesekali tertawakanlah keadaan.

6.     Menetapkan Batasan dan Prioritaskan Diri Sendiri

Orang yang memiliki ketenangan dan ketahanan mental terbiasa untuk menetapkan batasan dan memprioritaskan diri sendiri.

Tapi, kita yang mudah panik justru karena kita mencoba menyenangkan semua orang sambil mengerjakan rencana kita sendiri.

Sedangkan, orang yang tenang dan kuat mental memahami kapan harus berkata "tidak" atau memprioritaskan kesejahteraan diri.

Mereka memastikan kebutuhan energi dan mental mereka terpenuhi terlebih dahulu sebelum membantu orang lain.

Dengan kondisi mental siap dan tenang, mereka jadi lebih siap menghadapi kejutan-kejutan dalam hidup.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho